
Saat ini Nova sudah memiliki tiga orang anak. Dua perempuan dan satu laki-laki. Putri pertamanya Novia sudah masuk sekolah dasar kelas satu. Sementara dua adiknya Viona dan Alvian sekolah di Taman kanak-kanak kelas nol besar dan nol kecil.
Sementara putranya Recky, bernama boy sudah mencapai kelas enam SD. Boy sangat menyayangi Novia. Setiap kali pulang sekolah, ia selalu menghampiri Novia untuk menunggu sopir pribadi mereka menjemput mereka.
Siang itu, Novia belum juga dijemput oleh sopir pribadinya. Setelah ditunggu sepuluh menit, sopir pribadi Novia belum juga datang." Sepertinya mang Acep masih ada di sekolah adik-adik aku. Sebaiknya kamu pulang dulu saja kak Boy," ucap Novia.
"Biar saja aku menunggumu dulu. Nanti kalau sopir aku datang biar aku yang menyuruhnya mengantar kamu dulu di rumah. Lagian anak TK pulangnya cepat," ucap Boy.
"Baiklah kak." Keduanya kembali duduk sambil bercerita apa saja yang membuat mereka tergelak sendiri.
"Sebentar lagi kakak mau lulus SD. Kakak mau melanjutkan di SMP negeri atau swasta lagi seperti sekarang?" tanya Novia sambil merapikan jilbabnya.
"Kata ayah, aku harus masuk boarding school. Dengan begitu ilmu agamaku lebih banyak lagi," ucap Boy sambil merapikan anak rambut Novia yang keluar dari jilbabnya.
"Nanti aku juga mau masuk sekolah yang sama seperti kak Boy," ucap Novia.
Wajah Novia yang sangat cantik mewarisi wajah Nova dan keduanya benar-benar seperti kembar hanya beda status saja ibu dan anak. Begitu juga dengan Boy.
Tidak lama kemudian, mobil milik Recky sudah berhenti di depan Boy dan Novia. Recky turun dan menghampiri kedua bocah itu. Recky tersenyum melihat putranya dan Novia selalu bersama walaupun mereka berbeda kelas.
"Semoga kedua anak ini suatu saat berjodoh ya Allah," pinta Recky dalam doanya.
"Ayah...! sepertinya sopir Novia belum datang. Kita antar ke rumahnya saja ya ayah," pinta Boy.
"Tadi Tante Nova sudah minta tolong ayah untuk mengantar Novia. Ayo Novia ikut om Recky," ucap Recky.
Setibanya di mansion milik Vino, Novia langsung turun dan mobil Recky langsung meninggalkan kediaman Vino." Terimakasih om Recky, kak Boy," ucap Novia sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Novia sudah berada di kamarnya. Nova yang baru datang dengan kedua adiknya mengetuk pintu kamar Novia. Novia segera membukanya.
"Assalamualaikum sayang. Maaf sayang. Mami tadi ada rapat di sekolah adikmu jadi tidak bisa jemput dan mang Acep pulang kampung karena saudaranya meninggal. Mami sudah minta om Recky jemput kamu," ucap Nova.
"Iya mami. Tadi om Recky antar pulang Novia sampai rumah. Daddy ke mana mami?" tanya Novia kemudian.
"Daddy lagi ke Surabaya. Nanti malam pulangnya. Ada urusan mendadak," ucap Nova.
"Ya Allah semoga urusan Daddy di lancarkan Allah," ucap Novia yang sudah sering mendengar doa ibunya setiap kali Daddy-nya bekerja.
Nova mengajak ketiga anaknya makan siang. Mereka sama-sama membaca doa makan lalu menikmati makan siang itu dengan tenang tanpa ada pembicaraan. Selesai makan siang mereka menunaikan sholat dhuhur berjamaah. Alvian yang sudah menghafal juz 30 bertindak sebagai imam. Keluarga Vino benar-benar terlihat samawa karena dibimbing langsung oleh kedua orangtuanya mereka.
"Mami. Nanti kalau Novia tamat SD, Novia pingin sekolah di boarding school seperti kak Boy," ucap Novia.
"Iya sayang. Itu bagus sekali karena itu yang diinginkan mami dan daddy pada kalian bertiga. Belajar agama dari kecil itu sangat bermanfaat untuk kalian saat beranjak remaja hingga dewasa nanti.
"Insya Allah mami. Semoga kamu selalu taat kepada Allah," ucap Novia.
"Aaamiin," ucap mereka bersamaan.
Jika wajah Novia mirip dengan ibunya Nova, lain halnya dengan Viona, gadis yang namanya gabungan juga dari ayah dan ibunya itu, wajahnya perpaduan antara Nova dan Vino. Sementara wajah Alviano sangat mirip dengan Vino. Pria satu-satunya Vino ini sangat disayangi oleh Vino.
Saat malam tiba, Vino baru pulang dari Surabaya. Rupanya ketiga anaknya sudah tidur, sementara Nova yang sedang menunggu suaminya pulang di ruang keluarga sambil membaca buku tanpa sadar tertidur di sofa.
"Assalamualaikum!" sapa Vino pada istrinya. Vino mendekati istrinya yang tidak bergeming. Iapun membuka jasnya lalu menggendong istrinya membawa ke kamar. Merasa tubuhnya. melayang, Nova mengerjapkan matanya dan melihat wajah tampan suaminya.
"Daddy! Mengapa baru nyampe? maaf Nova ketiduran!" ucap Nova sambil melingkarkan tangannya ke leher kokoh suaminya.
__ADS_1
"Jalan tolnya macet parah dan turun dari tol makin macet, sayang," ucap Vino lalu merebahkan tubuhnya Nova di tempat tidur.
"Apakah daddy sudah makan malam?" tanya Nova.
"Makan malam sudah. Makan kamu belum," ucap Vino membuat Nova tersipu.
"Daddy mau mandi?" tanya Nova.
"Iya. Mandi sama lidah kamu saja," ledek Vino makin membuat Nova merona.
Inilah yang disukai Vino, Nova selalu merona setiap kali suaminya menggoda. Kadang wajah Nova masih terlihat seperti anak ABG padahal usianya sudah menginjak 30 tahun. Apalagi hubungan Vino dan Nova masih saja terlihat romantis. Nova yang manja dan Vino yang gagah di tempat tidur dengan usianya yang sudah mencapai 38 tahun.
Keduanya malam itu bercinta hingga pukul dua dini hari baru terkulai lemas dan tidur dibawah selimut tebal mereka. Karena besok memasuki weekend, kedua keluarga itu memutuskan untuk menghabiskan waktu berenang di kolam renang di kediaman mereka.
Pembantu di suruh berlibur dan juga para penjaga rumah semuanya di suruh berlibur. Pintu pagar digembok dan pintu utama dikunci. Semua CCTV di matikan. Tinggallah keluarga itu sendiri berenang bersama. Nova mengenakan baju renang membuat tubuhnya terlihat sangat seksi. Ketiga anaknya berenang di tempat yang khusus untuk mereka sementara Vino dan Nova berenang bagian dalam.
"Daddy. Alvian lapar," ucap Alvian yang lebih dekat dengan ayahnya.
"Tunggu sayang. Mami siapkan dulu makanan untuk kalian," ucap Nova lalu keluar dari kolam renang sambil meraih jubah mandinya membalut tubuhnya.
Ketiga anaknya sudah keluar dan langsung membilas tubuh mereka lalu mengenakan jubah mandi.
"Sekarang kalian makan dan istirahat atau nonton TV. Terserah kalian mau ngapain saja di kamar kalian. Jangan berenang lagi dan jangan menganggu mami dan Daddy, ok?" ucap Nova.
"Iya mami," ucap ketiganya kompak.
Sementara itu Nova kembali lagi ke kolam renang di mana suaminya sedang menunggunya. Kali ini Nova sudah berganti pakaian renangnya dengan bikini warna putih membuat milik Vino langsung membengkak.
__ADS_1
"Sial! Kenapa istriku makin terlihat seksi," lirih Vino yang menatap tubuh istrinya yang sedang menggodanya sambil berjalan di pinggir kolam seperti model berjalan di atas catwalk sambil memamerkan keindahan tubuhnya dengan pakaian renang model bikini.