
Waktu yang telah ditentukan oleh kedua pihak keluarga untuk meminang Viona jatuh hari ini. Segala macam barang dan makanan untuk hantaran lamaran sudah disiapkan dengan sempurna oleh nyonya Mona.
Kini keluarga itu siap meluncur dengan mobil mewah milik mereka ke kediaman Vino. " Kenzo. Apakah bunda sudah cantik?" tanya nyonya Mona pada putranya yang terlihat gelisah.
"Bunda selalu tampil cantik setiap saat. Tidak ada yang kurang dari bunda kecuali...?" Kenzo tidak ingin meneruskan kata-katanya karena takut merusak suasana hati bundanya saat ini.
"Kecuali apa nak?" tanya nyonya Mona penasaran.
"Kecuali kurang senyum saja bunda," ucap Kenzo.
"Astaga. Kau ini, bikin bunda cemas saja," omel nyonya Mona.
"Bagaimana dengan keluarganya Viona, Kenzo? terutama ibunya Viona. Apakah dia cantik seperti bunda?" tanya nyonya Mona.
"Aku tidak pernah melihat wajah Tante Nova bunda karena beliau memakai cadar. Tapi, kata Viona wajah ibunya sama persis seperti kakaknya Viona yaitu kak Novia.
"Benarkah? apakah kakaknya sudah menikah?" tanya nyonya Mona.
"Sudah bunda. Usia kandungannya sudah lima bulan lebih. Suaminya pemilik perusahaan Mobil.
"Wah..! kamu dapat kelurga yang keren semuanya Kenzo," puji nyonya Mona yang makin bangga dengan putranya sambil melirik putrinya Hani yang sibuk chating dengan teman ceweknya.
"Hani. Kamu harus ikuti jejak kakakmu kalau cari pasangan hidup harus yang kaya apa lagi kamu seorang wanita," ucap nyonya Mona.
"Masalahnya cowok yang Hani pingin orang miskin bunda. Jadi, dua tidak sesuai dengan ekspektasi bunda," balas Hani cuek.
"Kalau hanya pacaran saja, tidak apa yang penting bukan diajak untuk berumah tangga. Ingat sebentar lagi kamu sudah lulus SMA, jadi kamu harus fokus untuk kuliah terserah mau ngambil jurusan apa," ucap nyonya Mona.
__ADS_1
"Aku sudah memutuskan ingin jadi dokter, bunda. Apakah bunda lupa dengan permintaan aku itu?" ujar Hani.
"Apapun itu, ayah dan bunda hanya bisa dukung kalian," ucap tuan Akmal.
Tidak lama berselang, mobil mereka sudah memasuki halaman mansion utama milik Vino. Nyonya Mona mengagumi istana megah dari eksterior itu. Tanah dan bangunan kediaman calon besannya itu lebih luas daripada milik mereka.
Satu persatu keluarga itu turun dari mobil, yang sudah disambut oleh Vino dan istrinya. Kelurga Kenzo mengucapkan salam seraya bersalaman dengan keluarga Vino.
Setelah acara perkenalan itu, Vino mempersilahkan tamunya masuk. Sementara Kenzo sedari tadi hanya mencari keberadaan kekasihnya yang tidak terlihat sampai saat ini. Ada juga Vian yang belum turun juga dari kamarnya karena baru sempat mandi.
"Sial. Kenapa aku jadi mimpi basah setelah tidur lagi selepas sholat?" gerutu Vian yang harus mandi junub.
"Silahkan duduk...!" ucap Nova santun. Nyonya Mona memperhatikan wajah cantik Novia. Karena ingin memastikan perkataan putranya jika mau melihat Nova, cukup lihat putri pertamanya Vino saja karena wajah mereka sangat mirip seperti kembar hanya beda usia.
Ditambah lagi kehamilan Novia makin membuat gadis itu terlihat sangat cantik saat ini.
"Sempurna. Berarti besanku sangat cantik," batin nyonya Mona..
"Ini adalah suatu kehormatan besar bagi kami karena Tuan Akmal dan nyonya Mona sengaja bertandang ke sini untuk meminang putri kami, Viona," ucap Vino.
"Bagaimana kelanjutannya tuan Vino. Kami ingin kejelasan pinangan kami pada putri anda, sekarang?" tanya tuan Akmal.
"Tentu saja kami dengan senang hati menerima pinangan tuan dan nyonya pada putri kami Viona untuk nak Kenzo," imbuh Vino.
"Alhamdullilah. Kalau begitu kami ingin bertemu dengan putri anda Viona, apakah boleh tuan Vino?" tanya nyonya Mona tidak sabaran ingin melihat calon menantunya.
"Mami. Tolong panggilkan Viona!" pinta Vino pada istrinya begitu lembut.
__ADS_1
Baru saja Nova ingin menaiki anak tangga, Viona sudah turun." Cepatlah sayang!" calon mertuamu ingin melihatmu!" pinta Nova.
"Iya mami. Maaf Viona kelamaan dandannya," ujar Viona menuju ke ruang tamu.
Anak dan ibu ini sudah tiba di depan sang tamu. Nyonya Mona berdecak kagum melihat kecantikan Viona.
"Masya Allah cantik sekali kamu, nak. Lebih cantik daripada fotonya!" puji nyonya Mona.
"Terimakasih Tante!" Viona mencium punggung tangan calon kedua calon mertuanya secara bergantian baru menuju Hani yang langsung memperkenalkan dirinya pada Viona.
Kelurga itu ngobrol sebentar baru acara pertunangan dilakukan. Kenzo bangun sambil merogoh kotak cincin pertunangan yang sudah ia siapkan. Kenzo menatap sesaat Wajah cantik Viona lalu mengerlingkan matanya.
"Cantik sekali nih, calon istriku!" bisik Kenzo membuat Viona tersipu malu.
Kenzo menyematkan cincin pada jari manisnya Viona dan sebaliknya Viona pada Kenzo keduanya menunjukkan jari manis mereka yang sudah di ikat dalam hubungan pertunangan itu.
"Nah, Sekarang tinggal tentukan tanggal pernikahannya. Kalau bisa bulan depan saja dan aku ingin merancang sendiri baju pengantin untuk calon menantuku Viona," pinta Nyonya Mona membuat Nova dan Novia sangat terkejut karena nyonya Mona adalah desainer terkenal dengan menghargai rancangannya hampir satu miliar paling murah. Mainannya semuanya kelas atas.
"Masya Allah. Terimakasih nyonya Mona. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain ucapan syukur atas kenikmatan Allah untuk kita semua. Ini berkah yang luar biasa dan saya yakin putri saya berada di tangan yang tepat berada di tengah keluarga nyonya Mona," ucap Nova penuh haru.
"Satu hal yang kalian tidak menyadarinya bahwa banyak sekali perubahan dalam diri Kenzo saat mengenal Viona. Ia lebih rajin beribadah dengan sholat fardhu 5 waktu dan berusaha memperbaiki diri dan itu yang membuat kami ingin memiliki menantu seperti Viona. Terimakasih sudah memberikan pengaruh yang baik untuk putra saya karena jujur saja kesibukan kami. yang jarang bertemu mereka membuat kami tidak lagi memperhatikan hal yang fundamental untuk kedua anak kami adalah nilai-nilai agama yang harus mereka tekuni untuk bekal dunia akhirat," ucap nyonya Mona dengan suara tercekat membuat Nova langsung bangkit memeluk calon besannya ini.
"Alhamdullilah. Semoga silaturahmi ini akan membawa banyak manfaat dan perubahan dalam ikatan dua keluarga ini," ucap Nova sambil mengusap punggung nyonya Viona.
"Terimakasih jeng Nova!" ucap nyonya Mona.
Tidak lama kemudian, Vian turun dengan tergopoh-gopoh sambil senyum-senyum pada tamu kakaknya. Namun senyum itu langsung terbenam kala melihat wajah cantik adik dari Kenzo. Gadis yang selama ini sudah ia bohongin kalau dirinya adalah pria miskin.
__ADS_1
"Hani ..?"
"Vian...?"