
Wajah Boy nampak pucat lagi syok sambil memeluk tubuh sang ayah yang masih sempat membuka matanya. Nova yang menjerit histeris dengan cucuran air mata dan keringatnya seakan menyatu melihat pengorbanan Recky yang begitu besar untuknya.
Bagaimana tidak, pria tampan itu masih bertahan di menit terakhir dengan menyatakan cinta tulusnya pada wanita pujaannya tepat di depan wajah suaminya. Pria itu rela menjadi tameng untuk melindunginya agar tidak terkena tembakan dari pistol sang penjahat.
"Nova. Aku mencintaimu. Inilah ketulusan cintaku padamu. Tolong persatukan putrimu Novia dan putraku Boy dalam ikatan pernikahan jika Novia sudah mencapai usia untuk dinikahi putraku Boy. Nak, kamu harus menikahi Novia suatu hari nanti ya!" pinta Recky dengan terbata-bata.
"Ayah. Jika ayah ingin aku menikah dengan Novia, tolong jangan tinggalkan aku ayah, atau aku akan membenci ayah seumur hidupku," ucap Boy sambil menangis seperti anak kecil.
"Ayo. Kita bawa ayahmu ke rumah sakit," ucap Vino yang ingin membopong tubuh Recky.
"Tidak Vino. Waktu hampir habis. Aku titip putraku Boy. Tolong awasi dia karena dia ingin kuliah di Amerika seperti kita dulu. Kamu harus berjanji memberikan putrimu Novia untuk putraku," ucap Recky lalu menghembuskan nafas terakhirnya dengan kalimat tahlil.
"Innalilahi wa innailaihi rojiuuun! Ayah....ayah ...ayahhhhhhhhh ......!" pekik Boy sambil memeluk tubuh ayahnya hingga tubuhnya sendiri sudah bermandikan darahnya.
"Ayahhhhhh. ...Haaaa ...aaaaa ...!" tangis lirih itu terdengar oleh Novia dan kedua adiknya yang ikut menangis di dalam sana.
Tidak lama kemudian, polisi dan anggota Vino dan Recky baru tiba di villa mewah itu. Hilman dan Jack tidak bisa menemani liburan keluarga itu karena mereka sedang menunggu istri mereka yang lahiran bersamaan. Anggi sahabat Nova menikah dengan Hilman. Sementara Jack menikah dengan sekertarisnya Recky, Dian.
__ADS_1
Yang paling syok adalah Jack yang merupakan asisten dan sekaligus sahabat baiknya Recky. Pagi itu, Recky segera di makamkan di pemakaman pribadi keluarga Recky di daerah kawasan Bogor.
Boy yang tidak tahan menghadapi kematian ayahnya, membuat ia segera kabur dari pemakaman saat gundukan tanah pusara ayahnya sudah selesai dirapikan. Pria tampan ini sangat terguncang jiwanya hingga ia ingin mengurung diri saat ini di apartemen ayahnya dan tidak mau bicara dengan siapapun. Keluarga Vino yang ingin menghibur Boy harus pulang dalam keadaan kecewa karena Boy belum mau menerima kedatangan mereka ke apartemennya. Jack yang melihat kekecewaan dan juga rasa sedih yang mendalam meminta Vino untuk tidak menganggu Boy saat ini.
"Tuan Vino. Aku mohon maaf atas sikap Boy yang belum bisa menerima kehadiran kalian di sini. Dia butuh Waktu untuk menelaah apa yang terjadi pada kematian ayahnya yang begitu cepat tepat di hadapannya. Siapapun pasti tidak akan mudah menerima ujian berat ini," ucap Jack.
"Baiklah. Kami mengerti Jack. Kalau begitu kami pamit pulang dulu. Kalau ada apapun tentang boy, beritahu kami," ucap Vino.
"Baik Tuan. Terimakasih atas kunjungannya. Saya akan membujuk Boy pelan-pelan untuk bisa menerima kenyataan ini," ucap Jack.
"Daddy. Kita pulang saja. Kak Boy masih sedih. Biarkan dya sendiri hingga ia bosan dengan kesedihannya. Sebanyak apapun dua meratapi kepergian om Recky, om Recky tidak akan pernah kembali. Dia hanya menyiksa dirinya. Kita doakan saja semoga Allah menguatkan hatinya. Hanya Allah yang membolak-balikkan hati manusia," ucap Novia bijak.
Sedari tadi, Nova hanya mematung tanpa ingin menimpali ocehan putri dan suaminya. Pikirannya menerawang jauh ke depan karena rasa bersalah dan juga sedih melanda jiwanya. Nova merasa Recky terlalu berlebihan mencintainya.
"Ternyata tidak ada obat untuk cinta karena obat patah hati adalah cinta itu sendiri. Maafkan aku Recky. Sampai kematianmu aku tidak bisa membalas cintamu karena cintaku dari terkecil hingga terbesar hanya untuk suamiku dan ketiga anakku setelah kedua orangtuaku," batin Nova saat sudah berada didalam mobil.
Vino yang mengerti keadaan istrinya saat ini tidak ingin menganggu keheningan diwajahnya Nova yang sudah tenggelam dalam kesedihannya. Setibanya di mansion, Nova masuk ke kamarnya dan mengambil wudhu lalu membaca Alquran. Ia sibuk dengan beribadah dan ibadah agar hatinya bisa merasakan ketenangan.
__ADS_1
"Ya Allah. Aku memohon kepadaMu, ampunilah dosa-dosa bang Recky. Di masa mudanya mungkin ia banyak melakukan banyak dosa dan seiring waktu, dia berusaha tobat di jalanMu. Semoga amalnya yang masih sedikit mendapatkan Rahmat dariMu. Dan aku mohon lembutkan hati putranya Boy dan berikan ketabahan dan kesabaran untuk putranya itu ya Allah agar dua tidak salah paham denganku atas cinta ayahnya padaku," pinta Nova.
Saat malam sudah mendaki puncaknya yang merambah larut, Vino mengajak istrinya bercinta agar hati mereka hanya akan diisi dengan cinta dan kebahagiaan." Terimakasih untuk cintamu, istriku. Kau mencintaiku sampai akhir," ujar Vino.
"Cintaku hanya satu laki-laki untuk pertama dan yang terakhir dan tidak ada yang bisa menggantikan tempatmu di hatiku, Daddy. Jika aku harus memilih, aku ingin mati lebih dulu agar cinta dihatiku tidak teruji atas kehilanganmu duluan," ucap Nova.
"Ssssttt..! jaga bicaramu sayang. Jangan sesumbar dengan ajal, karena kita tidak tahu bagaimana hidup kita akan berakhir di bumi ini," ucap Vino.
Keduanya akhirnya tidur usai bercinta. Sementara itu, Jack harus menemani Boy yang masih terjaga sampai saat ini karena dia sulit sekali memejamkan matanya. Keduanya duduk di balkon kamarnya Recky sambil menatap bintang di malam hari yang terlihat makin bersinar terang. Boy bertanya tentang hubungan ayahnya dan Nova.
"Om Jack. Apakah Om Jack mengetahui hubungan ayah dan Tante Nova?" tanya Boy.
"Kalau dibilang ada hubungan khusus antara mereka berdua tidak ada Boy karena ayahmu yang begitu obsesi pada Nova. Sementara Nova sendiri sudah cinta mati pada tuan Vino. Tapi, sejak mengenal Nova, ayahmu tidak pernah lagi bermain perempuan dan mengenal minuman alkohol. Hidupnya menjadi bersih. Pesona Nova mampu mengubah perilaku buruk ayahmu," ucap Jack.
"Tapi gara-gara Tante Nova, ayahku tidak mau menikahi ibuku," ucap Boy.
"Kalau ayahmu menikahi ibumu karena dirimu, pernikahan mereka hanya ada air mata karena akan saling menyakiti. Menikah itu butuh cinta. Jika tidak ada cinta, apa yang harus dibangun untuk membentuk sebuah rumah tangga?" ucap Jack.
__ADS_1
"Baiklah Om Jack. Besok aku mau berangkat ke Amerika. Aku tidak ingin di sini karena akan mengingatkan aku pada ayah," pinta Boy.
"Terserah padamu saja Boy. Om menurut saja apa yang kamu inginkan," Ucap Jack.