Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
19. Ibadah Panjang


__ADS_3

Meninggalkan Recky dengan kesedihannya yang mendalam, kini Nova dan Vino sedang melepaskan masa lajangnya mereka dengan nyanyian erotis di kamar hotel mewah tersebut. Pemanasan awal baru dirasakan lagi keduanya setelah terpisah selama lima tahun.


Permainan Vino yang sangat lihai untuk memuaskan istrinya makin membuat Nova menggeliat penuh gairah.


"Daddy. Cepat masukin!" pinta Nova memelas manja dengan mata terlihat sayu.


"Masukin apa sayang?" Vino sengaja menggoda Nova membuat gadis itu ingin menangis karena suaminya sedang menahan hasratnya.


"Daddy. Ayolah sayang! Atau aku akan pergi lagi meninggalkanmu?" Ancaman Nova yang cukup tepat mengenai lubuk hati Vino membuat ia menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"No baby! Jangan pergi! Aku akan mengikatmu dirajangku, kalau kamu coba-coba pergi meninggalkan aku lagi," ucap Vino sambil menuntun miliknya memasuki liang basah istrinya secara perlahan dengan sedikit menekan.


Nova yang tadi berharap, akhirnya menggeleng cepat karena merasa kesakitan." Tidak usah Daddy. Itu sangat sakit."


"Bukankah kamu tadi yang memintanya sambil mengamcamku? Ayolah sayang aku ingin memasukimu." Kali ini Vino yang tidak kuat menahan hasratnya.


Ia mengukung tubuh jenjang Nova menjadikan landasan pacunya. Dengan secepat kilat ia melesakkan benda panjang nan kokoh miliknya ke dalam tubuh istrinya. Tangan Nova di tahan di kedua sisi di kepala gadis itu.


Vino menikmati sensasi hangat lagi sempit mencengkram erat miliknya sambil memagut bibir Nova.


"Tahan sebentar sayang. Setelah itu kamu akan menikmatinya. Sakit membawa nikmat," bisik Vino lalu mengaduk pinggulnya dengan tempo pelan lambat laun menjadi sangat cepat.


Wajah Nova yang awalnya terlihat meringis kesakitan berubah menjadi berbinar sambil menyunggingkan senyumnya dan terlihat sangat seksi.


"Baby! Milikmu sangat nikmat sayang," ucap Vino setengah permainan mereka.


"Punya Daddy juga enak. Nova suka," ujar Nova malu-malu.


Keduanya saling bergantian posisi hingga pada akhirnya menyerah usai Vino menyemburkan lahar nikmatnya ke dalam rahim istri." Semoga kamu cepat hamil sayang. Aku tidak sabar ingin mengajak mereka bermain bola denganku," ujar Vino dengan nafas tersengal.


"Bagaimana kalau mereka perempuan, Daddy?"

__ADS_1


"Jadikan mereka sepertimu yang taat di jalan Allah," ucap Vino.


"Aamiin. Insya Allah ya Daddy," lirih Nova.


"Ya sudah. Kamu harus istirahat ya sayang. Aku ke kamar mandi dulu." Vino beranjak berdiri sambil menyibak selimutnya yang menutupi tubuh mereka. Betapa kagetnya Vino saat melihat ada bercak darah di seprei itu. Matanya beralih melihat Nova yang sedang terpejam melepaskan lelahnya.


Vino menghampiri lagi istrinya untuk memeluk tubuh polos Nova membuat Nova mengerjapkan lagi matanya.


"Daddy. Nanti saja lagi. Nova sangat lelah." Nova berpikir suaminya mau mengajaknya lagi bercumbu.


"Tidak sayang. Aku hanya ingin memelukmu. Aku mau mengucapkan terimakasih padamu, istriku. Terimakasih sudah menjaga milikmu yang paling berharga saat jauh dariku." Imbuh Vino penuh haru.


"Jadi, Daddy meragukan cintaku?" tanya Nova setengah mengantuk.


"Tidak. Bukan begitu. Tolong jangan salah paham. Aku hanya merasa takjub saja bisa mendapatkan perawanmu.


"Justru aku yang harus berterimakasih kepada Daddy karena sudah menjaga aku dengan baik. Daddy tidak egois karena tidak memanfaatkan situasi," ucap Nova lirih.


"Memanfaatkan situasi bagaimana?"


Namun di atas segalanya itu, Daddy adalah pria setia dan itu yang tidak bisa Nova dapatkan pada pria lain. Bukankah aku yang lebih pantas untuk mengucapkan terimakasih kepada Daddy?" ucap Nova terlihat sedih.


"Kenapa kamu malah menangis sayang?"


"Karena aku tidak bisa membalas apapun atas kebaikan Daddy yang sudah banyak berjuang untuk menyelamatkan papiku dari jeratan hutang ratusan miliar. Membayar tagihan rumah sakit mamiku."


"Hei!" Itu tidak seberapa sayang di bandingkan dengan dirimu yang tidak ternilai harganya di dunia ini. Memilikimu adalah keinginan terbesarku. Jangan merendah seperti itu sayang. Aku melakukannya karena aku terlalu mencintaimu. Aku mencintaimu, baby," ucap Vino dengan mata berkaca-kaca.


Lama keduanya menangis karena terlalu lama menyimpan kekaguman masing-masing. Pada akhirnya Nova ingin pipis lalu bangkit duduk. Ia berdiri ingin melangkah menuju bathroom.


Rasa perih yang terasa sangat kesakitan di bagian intinya membuat ia mengurungkan niatnya lalu kembali terduduk. Vino seakan mengerti kalau Nova merasakan sakit usai bercinta. Tanpa ingin bertanya pada Nova, membuat pria tampan ini langsung menggendong istrinya membawa ke kloset.

__ADS_1


"Kenapa Daddy gendong Nova?"


"Bukankah biasanya Daddy menggendong kamu?"


"Ya dulukan tubuh Nova masih ringan kalau di gendong. Sekarang tubuh Nova lebih berisi. Kasihan kalau Daddy akan keberatan."


"Setidaknya aku harus berlatih mulai dari sekarang. Nanti kalau kamu hamil dan melahirkan, aku sudah terbiasa."


"Ihhh. Daddy aku romantis banget. Makin tampan deh." Ucap Nova.


"Gombal."


"Ya sudah kalau begitu Daddy jelek."


Tubuh Nova sudah duduk di atas kloset. Vino menuju tempat shower untuk membersihkan tubuhnya. Vino mengajak Nova untuk mandi bersama supaya subuh Nova tidak mandi lagi.


Usai mandi keduanya memilih tidur karena hari ini cukup lelah. Saat mendengar azan subuh, Nova membangunkan suaminya untuk sholat subuh berjamaah. Vino sangat kaget karena Nova memintanya jadi imam.


"Daddy jadi imam ya."


"Aku ..?"


"Iya. Tapi, aku belum pernah jadi imam Nova."


"Belajarlah dari sekarang Daddy! Jika ingin rumah tangga kita sakinah, mawadah, warahmah, mulailah dengan imamin aku sholat. Daddy bisakan baca surah Al-fatihah dan tri qul."


Vino mengangguk lemas. Ia baru ingat pada ucapannya Hilman yang memintanya untuk belajar mengaji dan sholat apa lagi akan memasuki bulan Ramadhan hanya tinggal dua Minggu lagi.


Vino melakukannya dengan berat hati. Tapi ia tidak mungkin mempermalukan dirinya di depan istrnya. Vino mulai dengan takbiratul ihram lalu melanjutkan dengan membaca surah Al-fatihah. Bacaan Vino sangat bagus. Hanya kurang percaya diri. Usai melakukan sholat subuh berjamaah, Nova mencium punggung tangan suaminya begitu takzim. Vino menarik tubuh istrinya dan menatap wajah cantik Nova yang terbalut mukena putih hingga wajah itu menguar cahaya dengan pancaran aura memikat.


"Terimakasih Nova. Ada banyak hikmah yang kita ambil dari setiap ujian yang kita hadapi. Allah menuntun kita pada jalan kebenaran. Dia menjaga hati kita untuk saling setia dan mempertemukan kita lagi. Allah mengirimkan kamu lagi padaku untuk mengajarkan aku banyak hal. Maukah kamu mengajar sendiri aku mengaji?"

__ADS_1


"Iya sayang. Asal punya kemauan, insya Allah, pasti ada jalan. Aku ingin kamu lebih mencintai Allah dan rasul-Nya baru berikan cintamu itu padaku, anak-anak kita kelak dan juga pada Hanna." Ucap Nova bijak.


Keduanya kembali berciuman usai melepaskan semua pakaian sholat mereka. Ronde ke dua di mulai.


__ADS_2