Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
47. Kebahagiaan


__ADS_3

Kedua mertuanya Boy sudah ada di ruang inap VVIP untuk melihat kondisi putrinya. Boy begitu kaget melihat kedatangan mertuanya.


"Mami tahu dari mana kalau Novia sedang dirawat padahal Boy belum memberitahukan kepada kalian," ucap Boy.


"Dokter Hendra yang mengabari kami, nak Boy," ujar Nova.


"Apa yang terjadi dengan Novia, Boy?" tanya Vino pura-pura belum tahu karena belum dapat kabar pastinya.


"Alhamdullilah Dady, mami, Novia kini sedang hamil 5 Minggu," ucap Boy.


"Selamat ya nak, sudah menjadi calon ayah. Apakah Novia masih kuat untuk melakukan resepsi pernikahan yang di adakan dua Minggu lagi?" tanya Vino cemas.


"Masih daddy," jawab Novia masih memejamkan matanya.


Nova dan Vino tersenyum geli melihat Novia yang masih bisa menguping sambil tidur." Buka matamu, anak nakal!" pinta Vino sambil mencolek hidung putrinya.


"Ah ...Daddy! ganggu saja. Kepala Nova pusing kalau buka matanya," ujar Nova manja karena memang masih pusing.


"Boy. Panggil dokter! kenapa putriku masih terasa pusing?" gerutu Vino.


"Daddy. Daddy lupa kalau orang hamil itu bawaannya pusing dan muak bahkan muntah. Itukan sudah bagian dari ngidam," ucap Nova.


"Putriku sampai tidak bisa membuka matanya. Aku tidak tega melihatnya," ucap Vino.


"Itu karena Novia belum makan apapun, Daddy," ujar Boy.


"Astaga. Pantas saja kamu pusing sayang. Kamu mau makan apa?" tanya Vino.


"Roti burger dan spaghetti," ujar Novia.


"Baiklah. Kita pesan sekarang," ucap Boy yang memesan untuk semuanya sekalian pizza.


Nova mengupas jeruk mandarin untuk putrinya agar bisa mengurangi mual.


"Besok kamu sudah pulang dari rumah sakit, kita buat rujak ya sama Viona," ucap Nova sambil menyuapkan setiap potongan jeruk ke mulut putrinya.

__ADS_1


"Iya mami. Novia juga pingin makan gado-gado tapi mami yang buat sendiri," pinta Novia.


"Iya sayang. Apapun yang kamu pinta mami akan kabulkan," jawab Nova.


"Novia mau minta apa saja Dady? nanti Daddy belikan?" tanya Vino yang tidak mau kalah karena ingin memanjakan putrinya saking bahagianya karena akan punya cucu.


"Tidak usah daddy. Sudah ada kak Boy yang akan memanjakan Novia. Nanti saja kalau Ade bayinya sudah lahir, daddy bisa memanjakan mereka," ucap Novia bijak agar suaminya tidak tersinggung.


"Ok. Daddy mau mempersiapkan kamar bayi yang bagus untuk cucuku," ucap Vino membuat Nova hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dengan aksi kocak suaminya.


Dalam waktu setengah jam, pesanan Boy sudah diantar sekuriti rumah sakit tersebut yang ambil langsung dari tangan Abang go food. Aroma makanan itu sangat membuat Novia ngiler. Ia akhirnya mau makan juga dan membuat Boy sangat bahagia.


"Baby makan yang banyak. Biar bayi kita cepat tumbuh sehat di rahimmu," ucap Boy semangat.


"Iya kak Boy." Novia menerima setiap suapan spaghettinya dari suaminya. Sementara kedua orangtuanya sedang menikmati makan pizza sambil nonton televisi.


Usai makan pizza keduanya pamit pulang dan membiarkan sepasang kekasih ini berdua saja di kamar inap tersebut." Mami dan daddy pulang dulu ya sayang. Mami tunggu di rumahmu. Kita masak-masak dan buat rujak di rumahmu. Mami akan ajak kedua adikmu, pasti mereka suka," ucap Nova.


"Ajak Tante Anggi juga Nami sama putrinya. Novia juga kangen sama mereka," ujar Novia.


"Ok sayang," ucap Nova lalu mencium pipi putrinya.


"Selamat datang Baby! papa tidak sabar menunggu kedatanganmu, sayang," ucap Boy menyapa calon bayinya.


"Iya papa Boy. Aku juga ingin lihat papaku yang paling tampan," ucap Novia meniru suara anak kecil. Keduanya terkekeh bersama.


...----------------...


Dua hari kemudian, Novia baru boleh bisa pulang ke rumahnya. Nova sudah membuat gado-gado dan memasak bistik daging sapi kesukaan Novia. Hanya saja kedua anaknya yang lain masih belum datang karena ada kegiatan di kampus dan di sekolah.


"Sini sayang! makan dulu gado-gadonya karena mami sudah membuatnya untukmu dan untuk kita semua," ucap Nova ketika putrinya baru datang.


Aroma bumbu gado-gado yang segar membuat Novia ingin makan gado-gadonya. Namun sesaat kemudian dia merasa ada yang kurang rasa dari gado-gadonya itu.


"Mami. Ini kurang pedas. Novia mau yang lebih pedas lagi," ucap Novia membuat Vino kaget karena itu sudah sangat pedas.

__ADS_1


"Sayang. Ini sudah pedas. Jangan makan kebanyakan sambal karena aku masih hamil muda," sergah Boy.


"Nggak apa Boy. Dulu saat mami hamil Novia, mami juga ingin makan. yang pedas-pedas karena lidah orang hamil tidak begitu peka rasanya kecuali Indra penciumannya yang ingin merasakan sesuatu yang lebih aneh dari yang biasa saja menurut orang lain," ucap Nova memberikan pengertian pada Boy.


"Benar mami nggak apa?" tanya Boy sambil melirik wajah istrinya yang hampir ngambek karena dilarang.


"Benar Boy. Dan satu lagi orang hamil itu sangat sensitif perasaannya. Selalu saja baper kalau di larang ini itu. Jadi kamu kudu sabar ya, nak hadapin Novia. Ini demi bayi kalian. Begitukan daddy?" ucap Nova yang melihat suaminya yang sedang menikmati gado-gado.


"Mami. Habis ini kita makan rujak ya," pinta Nova ikutin hawa naf*sunya.


"Boleh makan rujak tapi bumbunya jangan terlalu pedas ya sayang. Kasihan Dede bayinya nanti jadi galak," canda Boy.


"Hanya galak saja bukan mau gigit," timpal Novia.


"Ya Allah nih istri kalau dibilangin suami ngelawan terus deh," omel Boy.


"Iya pak suami. Aku janji tidak akan makan yang terlalu pedas. Ayo mami kota buat bumbu rujaknya!" ajak Novia.


"Assalamualaikum...!" sapa Viona datang bersama teman prianya.


Nova dan Vino saling bertatapan melihat cowok keren tampang perlente menjadi temannya putri kedua mereka. Boy dan Novia menengok kedatangan Viona. Mata Boy dan Novia langsung terbelalak saat melihat wajah cowoknya Viona.


"Baby. Bukankah dia itu yang yang telah membuat kamu terluka?" tanya Boy dengan suara lirih menahan geram.


Cowoknya Viona juga tidak berani melangkah saat melihat Novia yang pernah menabraknya. Tanpa pikir panjang, Boy bangun menghampiri cowoknya Viona dan langsung menonjok wajah tampan cowok Viona membuat Nova dan Viona menjerit.


"Kak Boy....!"


"Boyyy...!"


"Ada apa ini, Boy?" tanya Vino yang langsung melerai keduanya.


"Dari semua cowok di dunia ini, apakah hanya dua yang menjadi pilihan kamu Viona?" bentak Boy dengan dada yang sudah naik turun tak karuan.


"Emang kenapa kak Boy?" omel Viona tidak terima teman dekatnya yang ingin ia perkenalkan kepada kelurganya malah dipukul oleh kakak iparnya.

__ADS_1


"Gara-gara priamu itu, kakakmu Novia terluka tangannya hingga di jahit," sahut Boy membuat keluarga istrinya syok.


"Apaaaa....?"


__ADS_2