
Saking senangnya Vino mendapatkan momongan, ia mengajak istrinya bulan madu ke Bali. Memang selama menikah dengan Nova, pria tampan ini belum membawa istrinya bulan madu. Rencananya mau bulan madu ke luar negeri, namun Nova sudah dinyatakan hamil dan itu di luar dugaan mereka.
Nova yang baru melewati masa ngidamnya begitu bahagia diajak suaminya bulan madu. Hanya saja ia sudah memberikan ultimatum pada suaminya agar tidak melulu berada di kamar hotel.
"Daddy!"
"Hmm!"
"Nanti sampai Denpasar, kita tidak bercinta teruskan? Nova lagi hamil muda. Tidak baik bercinta terus. Nova mau mengunjungi tempat wisata yang ada di pantai. Pokoknya mau menikmati alam ciptaan Allah yang maha dahsyat," pinta Nova sumringah.
"Iya sih, tapi aku lebih senang menikmati pemandangan yang sangat memuaskan aku. Dan kamu adalah obyek terindah dari apapun di dunia ini," jelas Vino.
"Ya sudah, nggak jadi aja. Ujung-ujungnya tidak bisa beranjak dari kamar," protes Nova.
"Idih, apaan sih. Dikit-dikit ngambek." Vino menarik hidung istrinya membuat Nova menjerit kesakitan.
"Daddy sakit. Pingin ditarik juga, itunya?" sungut Nova.
"Jangan sayang! Nanti kamu juga yang merana. Di elus saja ya atau mau dipijat pakai lidah kamu?" goda Vino membuat Nova makin greget.
"Daddy. Kapan kita ke Bali?"
"Nanti malam. Sekarang kita berkemas saja pakaian seadanya. Nanti kamu bisa belanja baju di sana," ucap Vino.
"Baiklah. Tapi, jangan melarang aku untuk memilih makanan yang ingin aku makan," ucap Nova.
"Yang penting jangan terlampau pedas," ujar Vino yang harus mengawasi langsung apa yang Nova makan.
"Kalau makan masakan yang nggak pedas, apa nikmatnya daddy. Apa lagi orang hamil itu maunya yang pedas-pedas dan asam-asam serta yang manis-manis," tutur Nova.
__ADS_1
"Nah itu juga, manis dan asam tidak boleh," timpal Vino.
"Sekalian saja Nova nggak usah makan kalau semuanya di larang. Nova nggak mau ke Bali. Nova mau di sini saja. Ngapain sampai di Bali hanya bikin sakit hati. Entar anaknya ileran baru tahu rasa loh!" Nova menarik selimutnya dan hendak. tidur siang.
"Baby! Jangan seperti itu. Nanti anak kita jelek loh kalau kamu ngambek," ucap Vino merayu lagi istrinya.
Mungkin bagi Vino, ucapannya yang melarang makanan kesukaan istrinya biasa saja. Tapi tidak bagi Nova yang benar-benar tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menikmati masa kehamilannya dengan makanan kesukaannya. Vino ingat apa yang pernah dikatakan oleh dokter Keysa untuk membuat Nova selalu happy selama masa kehamilannya karena hormon wanita hamil sangat berbeda dengan wanita tidak hamil.
Vino membuka selimut Nova yang saat ini sedang menangis." Ya Allah hanya hal sepele saja dia bisa menangis, bagaimana kalau hal yang membuat ia marah?" batin Vino yang merasa tidak masuk akal menghadapi wanita hamil.
"Sayang. Aku meralat perkataan yang aku ucapkan tadi. Kamu boleh makan apa saja sesuai rasa yang kamu inginkan tapi jangan berlebihan ya!" ucap Vino hati-hati.
Mata Nova kembali mengerjap jenaka. Ia mengulum senyumnya karena ia berhasil membuat suaminya kalang kabut begitu." Yes, itu baru calon ayah yang baik hati dan tidak sombong," batin Nova.
"Benarkah Daddy mengabulkan semua permintaan Nova?" tanya Nova memastikan lagi perkataan suaminya.
"Iya deh, Nova janji sama daddy. Tidak akan membuat baby kita sakit," ujar Nova meyakinkan suaminya.
"Ayo kita bersiap-siap sayang. Nanti habis sholat isya kita berangkat. Biar sampai di bali kita rehat. Perbedaan waktu Denpasar Jakarta selisih satu jam," ucap Vino sambil menurunkan koper kecil miliknya untuk mengemas baju dan pakaian dalam mereka seperlunya.
...----------------...
Setibanya di Denpasar Bali, Nova dan Vino hanya makan malam di restoran sebelum masuk ke kamar mereka. Udara malam suasana pantai makin membuat kemesraan pasangan ini untuk menikmati makan malam mereka.
Nova sengaja menyuapi suaminya lalu ia memakan makanannya sendiri. Melihat suasana restoran itu terlihat sepi, Vino sempat membuka cadar Nova untuk mengecup bibir istrinya.
"Ayo cepat masuk ke kamar sayang, kita bercinta dulu baru tidur," pinta Vino.
"Iya, tapi jangan kelamaan bercintanya," ucap Nova.
__ADS_1
"Iya baby. Cukup satu ronde aja, setelah itu kamu istirahat," ucap Vino.
"Yakin mau mengijinkan aku istirahat?" tanya Nova ragu.
"Yakin baby. Kenapa kamu tidak mempercayai aku?"
"Percaya kok Daddy. Hanya saja Daddy itu niatnya doang giliran eksekusi beda," protes Nova.
"Yah, namanya enak susah berhentinya," ucap Vino membuat Nova hanya merotasi matanya malas.
Keduanya menyelesaikan makan malam mereka. Nova menggandeng lengan suaminya mengitari kolam renang, karena kamar mereka berada di paling belakang menghadap langsung ke arah pantai.
Keduanya tidak sadar bahwa musuh yang sedang mengintai mereka. Vino yang begitu ceroboh tidak mengerahkan anak buahnya untuk mengawasi mereka sementara Vino tidak mengetahui bahwa istrinya yang akan menjadi sasaran para penjahat.
Setibanya di kamar, sesuai kesepakatan mereka keduanya kembali melakukan percintaan panas diawali ciuman panas hingga tanpa sadar pakaian mereka sudah terlepas dari tubuh mereka. Perut Nova yang terlihat lebih menonjol dalam genggaman Vino yang mengusapnya lembut seakan sedang meminta ijin pada bayinya kalau saat ini, ia ingin mengunjungi calon bayinya.
Nova beralih pada milik suaminya untuk dimanjakan dengan mulutnya. Melihat tubuh suaminya dari bawah seakan Vino sedang memberikan otoriternya yang ingin memerintah Nova untuk memuaskan dirinya saat ini.
"Akhhh Baby! seperti itu sayang. Kamu makin mahir melakukannya. Puaskan Daddy malam ini, Baby," ucap Vino sambil menekan kepala istrinya untuk lebih dalam mengisap miliknya hingga Nova tersedak dengan wajah memerah.
Nova melakukan lagi agar suaminya cepat menuntaskan permainan mereka karena ia ingin beristirahat. Puas melakukan pemanasan, sekarang Vino memasuki miliknya ke liang sempit milik Nova yang menantinya dengan kelembaban yang cukup basah di bawah sana.
Keduanya berlomba mencari kepuasan sambil mengimbangi permainan panas pasangan. Tubuh Nova yang lebih dulu merespon kenikmatan yang tidak bisa ia jabarkan dengan kata-kata kecuali menggeram nikmat dengan tubuh menukik ke atas memperlihatkan belahan dada montok itu yang makin membuat Vino terbakar dan bersemangat terus memompa tubuh istrinya hingga ia sendiri mencapai puncak kenikmatannya.
Vino menyemprotkan lahar panasnya ke dalam rahim istrnya agar pertumbuhan bayinya makin segar di dalam sana. Lelah menyapa tubuh keduanya hingga mereka mau juga memejamkan mata di bawah selimut tebal.
"I love you, baby!" ucap Vino mengecup bibir istrinya sekilas.
"Love you too, Daddy!" balas Nova dalam keadaan matanya terpejam.
__ADS_1