Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
28. Cinta sejati


__ADS_3

Malam itu Nova mulai terlihat gelisah karena kontraksi pada perutnya sudah terasa setiap 30 menit sekali. Vino yang sedari tadi terlelap akhirnya terganggu juga melihat istrinya terlihat gelisah.


"Apakah perutmu sudah terasa sakit, baby?" tanya Vino.


"Sakitnya hilang timbul," jawab Nova.


"Lebih baik berangkat sekarang ke rumah sakit. Apakah perlu ambulans?" tanya Vino.


"Iya, kirim saja ambulans ke sini!" pinta Nova.


"Apakah kamu masih kuat menahannya hingga ambulans datang? atau kita berangkat dengan mobil pribadi saja?" tawar Vino.


"Lebih baik ambulans daripada mobil pribadi yang akan terjebak macet. Dengan ambulans, mobil yang lain akan tersingkirkan dengan sendirinya," ucap Nova yang lebih mengefisienkan waktu.


"Benar juga nih ibu hamil, biar sakit masih bisa nalar," puji Vino lalu menghubungi rumah sakit miliknya untuk mengirim mobil ambulans ke rumahnya.


Vino juga meminta polisi untuk mengawasi mobil ambulans yang membawa mereka ke rumah sakit. Tidak lama kemudian Nova sudah berada di rumah sakit di ruang persalinan. Dokter Elsa memeriksa jalur lahir Nova untuk mengetahui pembukaan gadis itu.


"Tunggulah sedikit lagi nona, karena saat ini baru pembukaan delapan," ucap dokter Elsa.


Karena makin lama makin sakit membuat Nova merangkul tubuh Vino untuk menyalurkan rasa sakitnya." Ini sangat sakit Daddy. Aku sudah nggak kuat. Aku tidak bisa lagi merasakan telapak kakiku," keluh Nova sambil menangis.


"Dari awal aku sudah memintamu untuk melakukan operasi sesar agar tidak sesakit seperti ini," ucap Vino sambil mengusap perut istrinya.


Mendengar perkataan suaminya tetang sesar, Nova akhirnya menguatkan tubuhnya agar tidak begitu merasakan kesakitan lagi walaupun pinggangnya seakan dirajam dengan timah panas saat ini.


Dokter kembali memeriksa sepuluh menit kemudian. Nova kembali berbaring di temanin oleh suaminya. Tidak lama kemudian dokter menanggalkan pakaian Nova dengan menggantikan baju pasien.


"Apakah anda sudah siap nona?" tanya Dokter Elsa saat menopang kedua kaki Nova di tempat yang sudah disiapkan agar kedua pahanya terbuka lebar.


Dokter memberikan instruksi agar Nova mulai mengejan. Vino menahan nafasnya setiap kali istrinya mengejan hingga ketiga kalinya Nova berhasil mengeluarkan bayinya yang disambut Vino dengan haru.

__ADS_1


Vino merasa sangat takjub melihat hasil dari benih mereka sudah wujud bayi." Masya Allah. Sungguh besar ciptaan-Mu ya Allah. Vino melihat wajah cantik bayinya yang saat ini menangis kencang hingga membuat raut wajah Nova dan Vino sangat bahagia.


Tangis itu terdengar manja seakan ingin dikekapin oleh ayah atau ibunya. Dokter Elsa meletakkan bayi mungil itu di atas dada sang ibu untuk mendapatkan ASI pertamanya. Tangisannya langsung terhenti saat merasakan mulutnya mendapatkan asupan cairan putih itu.


"Selamat datang my girl!" ucap Vino sambil membelai pipi lembut seperti kapas itu.


Usai merapikan jalur lahir Nova, suster mengambil lagi sang bayi untuk dibersihkan dan mengenakan baju bayi yang sudah disiapkan oleh Nova.


"Apakah tuan ingin mengumandangkan adzan pada si cantik?" tanya suster begitu gemas melihat bayinya Nova.


"Iya suster." Vino mengambil bayi yang sudah dibedong dengan kain itu. Mata kecil itu sedikit terbuka menatap wajah tampan ayahnya dengan penuh puja.


"Apakah kamu sedang memuji ketampanan daddymu?" tanya Vino sambil tersenyum lalu mendekatkan mulutnya pada sang baby untuk memperdengarkan seruan azan pada putrinya.


Nova memperhatikan interaksi ayah dan anak itu. Senyum bahagia tergambar jelas di wajah Nova melihat dua orang yang sudah melengkapi hidupnya.


"Aku terlalu mencintai mami kamu, hingga wajahmu menjiplak wajahnya. Terimakasih sayang, sudah memilih aku menjadi daddymu," ucap Vino usai melakukan azan dan Iqamah pada bayi cantiknya.


"Novia putri Angelica," sahut Vino.


"Nama yang cantik," timpal Nova.


"Novi singkatan Nova dan Vino jadi arti dari namanya adalah malaikat kecil putri dari Nova dan Vino," ucap Vino membuat Nova tersenyum.


"Tuan. Istri anda akan dipindahkan ke kamar inap dan Babynya akan dibawa ke kamar bayi," ucap suster.


"Baik." Vino memberikan bayinya pada suster dan mengikuti langkah kaki dua suster membawa istrinya ke kamar inap. Nova yang kembali mengenakan pakaian syar'i nampak menggenggam tangan suaminya yang berjalan di sampingnya.


Sebagai pemilik rumah rumah sakit para jajaran dokter dan staff lainnya berdiri berjejer memberikan selamat pada pasangan ini. Ucapan mereka mengiringi langkah suster dan Vino sampai ke depan pintu lift menuju lantai dua puluh karena kamar inap itu dirancang khusus hanya untuk keluarga saja bukan untuk pasien umum.


Kamar mewah bak hotel namun masih ada sentuhan sebuah rumah sakit karena terdapat peralatan medis untuk menunjang pasien. Nova mengagumi interior kamar rumah sakit itu seakan ia sangat betah tinggal di situ.

__ADS_1


"Baby. Cepatlah sembuh intinya agar kita bercinta lagi dan membuat junior Vino," ucap Vino dengan entengnya.


"Daddy..! Ini saja masih ngilu keluarin kepala emang Daddy kira akan aku kucing," gerutu Nova membuat suaminya tergelak.


"Baby. Coba kamu ngaca deh. Kamu tuh habis lahiran makin cantik banget dan tubuhmu sangat harum. Aku jadi makin berhasrat kepadamu," ucap Vino.


"Cih! bisa saja jawabnya. Tapi makasih pujiannya ya daddy," ucap Nova sambil mengerlingkan matanya.


"Tuh..! kamu saja senyum dengan tatapan menggoda, bagaimana darahku tidak berdesir sayang," ucap Vino lalu menghampiri istrinya hendak memagut bibir Nova namun harus tertunda karena cleaning servis rumah sakit mengantarkan makanan untuk pasangan ini sebagai sarapan pagi mereka.


Makanan apa restoran itu membuat keduanya tergiur karena lapar sudah memohon kepada mereka untuk mengisi perut keduanya.


Vino menyuapi istrinya terlebih dahulu hingga habis baru ia bisa makan dengan tenang. Tidak lama kemudian sang baby Novia sudah di antar ke mereka untuk disusui. Nova harus mengeluarkan salah satu melon import miliknya yang makin besar untuk diberikan kepada bayinya.


Baby Novi langsung melahapnya dengan rakus. Setiap tegukannya membuat cairan putih itu meleber kepinggir bibir imutnya. Vino memperhatikan wajah cantik putrinya ia menebak jika ingin melihat wajah istrinya masih bayi pasti sama dengan putrinya sekarang.


Saat putrinya sudah kenyang dan tertidur, Vino memindahkan sang bayi di boks kaca sebelah brangkar istrinya..Tidak lama kemudian terdengar ketukan pintu kamarnya dan Nova segera mengenakan cadarnya dan ternyata Recky dan putranya menjenguk Nova yang baru lahiran. Recky menghaturkan salam berbarengan dengan putranya Boy. Vino dan Nova menyambut salam keduanya saling bertukar tatapan.


"Selamat Vino, Nova atas kedatangan bayinya. Cowok atau cewek?" tanya Recky sambil menatap wajah bayi Nova .


"Cewek," sahut Vino sambil menatap wajah putranya Recky.


"Pantas, wajahnya sangat mirip dengan Nova," ucap Recky.


"Ayah. Dede bayinya cantik sekali," puji Boy.


"Iya sayang. Dua calon istrimu nanti," ucap Recky terlihat serius.


"Tunggu Recky. Siapa pria kecil ini?" tanya Vino.


"Putra kandungku. Namanya boy," ucap Recky membuat Vino dan Nova tersentak.

__ADS_1


"Hah...? putra kandungmu?" gumam pasangan itu saling bertatapan.


__ADS_2