Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
12. Pinangan


__ADS_3

Derap langkah kaki jenjang dengan seribu pesona mampu membuat hati wanita lajang meleleh melihat ketampanan seorang Vino saat memasuki area restoran dengan matanya sudah tertuju pada dua orang yang sedang bersenda gurau di sudut ruangan sana.


"Nova. Apakah kamu kekasihnya Vino?"


Nova begitu gugup saat Recky mengajukan pertanyaan itu padanya. Ia mengigit bibirnya dengan gelisah karena bingung menjawab pertanyaan Recky. Vino yang sempat mendengar pertanyaan itu, ikut menghentikan langkahnya karena ingin mendengarkan langsung apa yang dikatakan Nova pada Recky, musuh bebuyutannya.


"Apa yang harus aku katakan? Jika aku mengatakan yang sebenarnya, bukankah aku sama saja merendahkan harga diriku pada Recky? Jika aku bilang kekasihnya Vino, bagaimana kalau Vino sendiri hanya menganggap aku hanya sebatas sugar Babynya?"


Nova memejamkan matanya sambil mengambil udara sebanyak mungkin sebagai kekuatannya." Aku sangat mencintai Vino. Entah bentuk hubungan kami seperti apa saat ini, hanya dirinya dan aku yang tahu. Aku tidak tahu ke depannya, apakah dia mencintaiku atau tidak, yang jelas aku tetap menjaga hatiku untuknya. Andai saat ini aku mau menerima ajakan kamu untuk makan, bukan berarti aku menyukaimu Recky. Aku tidak berani mengkhianatinya walaupun dia yang mengkhianati aku lebih dulu." Ucap Nova membuat Vino tersentuh.


"Sebegitu cinta kah kamu padanya?"


"Lebih dari hidupku."


"Tapi, aku sangat mencintaimu Nova. Apakah kamu tidak ingin memberikanku kesempatan untuk bisa masuk dalam hidupmu?"


"Aku memang belum menikah dengan kak Vino, tapi aku tidak ingin memberi celah dihatiku untuk cinta pria manapun apalagi kamu bang Recky."


"Itu namanya cinta buta Nova."


"Jika cinta itu logis, mungkin orang tidak akan membiarkan hatinya tersakiti bahkan diambang depresi."


"Kau ini puitis sekali. Jika ada lagi wanita seperti dirimu, Nova, mungkin aku tidak akan pernah melihat wanita manapun lagi karena satu Nova cukup bagiku."


Mendengar ucapan yang begitu manis pada Nova, Vino akhirnya keluar dari persembunyiannya dan menghampiri gadisnya.

__ADS_1


"Baby! Rupanya kamu makan disini juga sayang," ucap Vino membuat Recky mencebikkan bibinya.


"Dasar penguntit! emangnya gue tidak tahu kalau loe memasang GPS pada ponsel Nova sama denganku?" batin Recky.


Nova yang terlihat kaget dengan kehadiran Vino tiba-tiba, membuat gadis ini salah tingkah sendiri. Antara masih marah dan bingung Nova hanya bisa memberikan senyum kaku pada Vino yang menatapnya tajam seakan ingin menelannya.


"Bang Recky. Nova pamit pulang ya. Terimakasih atas traktirnya. Sampai jumpa lagi," ucap Nova sambil berlalu karena tangannya sudah ditarik paksa oleh Vino.


Setiba di mobil, Vino terlihat marah besar pada Nova yang lebih memilih terima ajakan Recky daripada dirinya.


"Kenapa tidak mau terima teleponku? kenapa tidak membalas chating ku. Apakah setiap kali aku membutuhkanmu harus mencari sendiri keberadaanmu, hah?"


"Untuk apa aku harus membalas chating mu kalau kamu lebih sibuk dengan sugar baby mu yang lain. Bukankah kehadiranku akan menganggu kalian? apakah kamu mau mengajak kami tidur denganmu, hah?" Ucap Nova yang tidak kalah garang dengan Vino.


"Sugar baby? sugar baby siapa? apakah Recky sudah mendoktrin otakmu itu dengan memfitnah diriku?"


"Astaga...! Kamu salah paham Baby. Hanna itu adalah adik kandungku. Aku sudah janji dengannya untuk memberikan sesuatu padanya saat dia menyelesaikan ujian kelulusannya. Supaya waktuku tidak bertabrakan denganmu, makanya aku memilih siang hari untuk mengajaknya jalan." Imbuh Vino.


Vino memperlihatkan foto keluarganya, di mana ada ibunya dan dirinya bersama Hanna. Dan ada juga Hanna yang masih kecil foto dengan ayahnya bersama Vino dan juga ibunya. wajah Nova terlihat memerah. Ia sangat malu pada dirinya sendiri karena telah cemburu buta pada Vino.


Walaupun begitu, Nova tidak ingin memperlihatkan penyesalannya pada Vino. Ia hanya membuang wajahnya menatap keluar jendela memandangi gedung-gedung tinggi sepanjang jalan menuju apartemen Vino.


Setibanya di unit apartemennya Vino, Nova merebahkan tubuhnya dan menangis. Vino mengerti apa yang saat ini Nova pikirkan. Hanya saja Vino belum bisa menyatakan perasaannya pada gadis itu entah alasan apa.


"Bulan depan kontrak kerjasama kita berakhir. Kamu bisa menjalin hubungan dengan Recky kalau itu yang kamu inginkan. Tidak usah kuatir tentang uang yang kamu balikkan itu. Aku sudah mentransfernya lagi. Saat perjanjian berakhir, aku baru mengambil hakku. Mungkin Recky mau menerima kamu apa adanya jika dia benar-benar mencintaimu."

__ADS_1


Duaaarrr...


Hati Nova seakan ditusuk sembilu. Jika bisa terlihat dari luar, mungkin darahnya banyak yang keluar. Seperti biasa, Nova mampu menyembunyikan perasaannya.


"Tidak masalah. Aku malah bersyukur, akan segera mengakhiri perjanjian kontrak sialan ini agar aku bebas melakukan apapun setelah ini. Jika sudah menjadi bekas kamu, mudah bagiku untuk menjadi seorang pelacur." Ucap Nova dan perkataan Nova seakan membenamkan keangkuhan seorang Vino yang begitu gengsi menyatakan cintanya pada Nova.


Tanpa terasa, tinggal satu pekan lagi kontrak perjanjian antara Nova dan Vino akan berakhir. Nova tidak pernah keluar apartemen Vino. Nova ingin memberikan kesan manis pada Vino sebelum akhirnya mereka berpisah.


Keduanya lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan memasak bersama, nonton film romantis dan bahkan menonton film dewasa untuk mengajari Nova bagaimana melayani seorang pria di atas tempat tidur.


Karena terus dipancing hal-hal yang berbau sensual, Nova menginginkan Vino memasuki dirinya namun pria tampan tetap menjaga Nova hingga malam terakhir mereka.


"Ini malam terakhir kita, Daddy. Kenapa kamu tidak ingin menyentuhku juga?"


"Tidak Baby. Aku ingin menyentuhmu bukan sebagai sugar babyku yang hanya dibayar dengan uang, tapi aku ingin menyentuhmu dalam keadaan halal. Aku ingin mendatangi kedua orangmu untuk melamar kamu menjadi istriku. Nova, you are marry me, baby?"


"Apakah kamu sedang melamarku, Daddy?" Air mata Nova tidak bisa dibendung lagi. Ia menangis sesenggukan dengan kejutan yang dibuat oleh Vino padanya.


"Berikan kesucianmu dimalam pengantin kita sebagai suami istri yang sah, Nova. Aku sangat mencintaimu, Nova. Aku tergila-gila kepadamu." Ucap Vino membuat Nova ingin terbang ke angkasa saat ini.


"Jadi kamu sengaja mengulur waktu begitu lama hanya untuk menyatakan perasaan kamu di malam ini?" Tanya Nova dengan linangan air mata yang tumpah ruah.


"Iya sayang. Pertama kali melihatmu, hatiku sudah tidak bisa menjelaskan perasaanku. Aku tidak menyangka aku mendapatkan sugar baby yang sangat cantik dan mampu membuat jantungku rasanya mau melompat ke luar. Tapi aku tidak tahu seperti apa sifatmu. Aku tidak mau hanya tergila pada kecantikan mu saja, tapi aku ingin calon istriku harus punya karakter yang kuat terutama setia tanpa aku melihatnya di manapun dia berada." Ujar Vino makin membuat Nova histeris.


Keduanya saling berpelukan dan berciuman." Jagalah kesucianmu untukku Nova. Aku mempercayaimu. Untuk itulah aku tidak mau menyentuhmu agar aku tahu bagaimana kesetiaanmu padaku. Jika sudah berbekas besar kemungkinan kamu bisa tidur dengan lelaki lain tanpa aku ketahui." Ucap Vino membuat Nova baru mengerti.

__ADS_1


Vino mengambil cincin berlian keluaran terbaru untuk disematkan ke jari manis Nova." I love so much Baby." Ucap Vino."


I love more baby." Balas Nova.


__ADS_2