Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
17. Kisah Sebenarnya


__ADS_3

Karena gagal malam pertamanya, Vino dan Nova akhirnya saling bercerita saat mereka harus berpisah dengan cara yang sangat menyakitkan.


"Apa sebenarnya yang terjadi sebelumnya Nova, hingga kamu pergi begitu saja dari hidupku?" tanya Vino.


"Itu karena di saat itu aku kehilangan kedua cahaya hidupku secara bersamaan. Di saat mendung duka itu masih bergelayut pedih dalam hatiku, tiba-tiba aku mendapatkan pesan yang memperlihatkan kamu sedang melakukan acara pertunangan di salah satu Singapura."


"Siapa yang memberikan pesan itu padamu, Nova?"


"Bang Recky."


"Mengapa kamu tidak menunggu aku pulang untuk meminta klarifikasi dariku langsung dan lebih memilih pergi untuk menghilangkan dirimu?"


"Dalam keadaan duka, pikiran seseorang pasti tidak akan jernih dalam mengambil keputusan. Daddy yang berjanji untuk menikahiku, kenapa tiba-tiba bertunangan dengan orang lain?"


"Itu karena ada ancaman dari calon tunanganku itu. Dia akan memberitahu kedua orangtuamu, kalau kamu sudah menjadi sugar baby ku. Aku tidak mau itu terjadi karena mengingat ibumu yang mengalami lemah jantung."


"Bagaimana Daddy tahu kalau ibuku sedang menderita sakit jantung? padahal aku tidak menceritakan keadaan keluargaku pada Daddy."


"Aku tahu, baby. Saat pertama kali melihat fotomu di aplikasi itu, aku sudah jatuh cinta padamu dan meminta Hilman untuk mencaritahu identitasmu yang sebenarnya bahkan makanan dan minuman Apa yang kamu sukai dan tidak sukai. Apapun tentang dirimu aku ingin tahu agar aku tidak salah memilih gadis yang akan menjadi partner ranjangku."


"Apakah termasuk melunasi semua hutang ayahku?"


"Iya sayang. Maafkan aku. Karena aku tidak ingin membuat kamu menderita."


"Lantas, mengapa Daddy tidak jadi menikah dengannya?"


"Aku hanya ingin menjebaknya dengan berpura-pura bertunangan dengannya untuk mengetahui sisi lain dari kehidupan dirinya dan keluarganya. Dan lebih membuat aku kaget, ibunya berhasil menceritakan tentang hubungan kita pada ibumu hingga beliau mengalami serangan jantung dan langsung meninggal dan kabar terburuknya adalah, ayahnya gadis itu yang sudah menipu bisnis ayahmu ratusan miliar.


Di hari itu juga rasanya aku ingin membunuh keluarga itu juga kalau tidak ingat dirimu. Saat aku pulang, kamu sudah tidak ada. Dan kami kesulitan mencari keberadaanmu, Baby. Aku minta maaf karena tidak berada di sisimu saat kamu kehilangan kedua orangtuamu dalam waktu bersamaan. Aku tahu rasanya seperti apa saat itu. Kamu seorang diri melewati semua ujian hidupmu sendirian. Aku turut berdukacita sayang."


"Aku juga turut berdukacita atas kepergiannya ibunya, Daddy."


"Tapi, katakan kepadaku! bagaimana kamu memutuskan untuk meninggalkan aku tanpa uang yang aku bayar untukmu saat itu. Kamu sengaja mengembalikannya dan kami tidak bisa mengirim ulang karena kartu ATM kamu sudah diblokir untuk tidak menerima transfer."


"Saat itu aku pulang ke Jakarta untuk menggambil semua perlengkapan dokumen pribadiku termasuk paspor di rumah Anggun. Aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikanku di Casablanca Maroko sambil memperdalam ilmu agama. Aku memang sengaja memulangkan uangmu karena kamu tidak mengambil hakmu dari tubuhku."

__ADS_1


"Tapi aku tidak bisa menemukan kamu Baby justru aku menemukan ponselmu di selokan. Aku sengaja memasang GPS ponselmu agar aku bisa meretas keberadaanmu."


"Aku tahu itu, Daddy. Jalan satu-satunya agar aku bisa terlepas darimu adalah membuang ponsel itu."


"Tapi kami tidak bisa menemukan namamu dan juga dirimu di manifes penerbangan manapun."


"Karena nama belakang aku diubah. Aku menggunakan koneksi ayahku yang bisa melakukan peretasan agar bisa menyembunyikan aku dari kejaranmu. Itulah sebabnya kamu tidak bisa menemukan aku, apa lagi saat aku berangkat ke bandara aku sudah merubah penampilanku dengan mengenakan pakaian syar'i lengkap dengan cadarnya."


"Pantesan susah banget carinya. Keneksinya orang hebat juga. Tapi, dalam lima tahun itu, apakah ada yang berani mendekatimu?" tanya Vino posesif.


"Hmm."


"Siapa?"


"Disebutkan satu-persatu, Daddy juga nggak bakalan kenal."


"Iya juga sih. Tapi, kenapa kamu tidak kecantol dengan mereka?"


"Karena pesona Daddy terlalu kuat mengalahkan mereka semua. Jadi, Nova lebih memilih berpacaran dengan masa lalu kita. Kau terlalu indah untuk dilupakan, dad." Ucap Nova dengan bulir bening yang sudah mengembang di kelopak matanya.


"Oh baby. Kau terus saja membuat aku menangis," ucap Vino penuh haru.


"Daddy. Apakah aku boleh terima telepon dari anggun?"


"Iya sayang. Silahkan!'


"Nova. Kamu pulang atau menginap di rumah Daddy lo?"


"Aku menginap anggun."


"Tapi Lo sama dia belum menikah. Jangan bilang kalian mau bercinta malam ini. Malu tuh sama baju syar'i nya."


"Justru kami sudah menikah dadakan malam ini. Kamu tahu sendiri dong Daddy aku."


"Cie...cie. CLBK nih ye? Berarti sudah belah duren dong?" goda Anggun.

__ADS_1


"Gagal total say. Lagi datang bulan."


"Kasihan Daddy nya, ubi kayunya langsung jadi tape dong."


Keduanya terkekeh." Sudah dulu ya say. Daddy aku minta dikelonin."


"Ya sudah Nova. Daddy kamu pantas mendapatkan kebahagiaan dari kamu karena kesetiaan cintanya padamu. Tidak ada pria hebat selain Daddy kamu yang pernah aku temuin."


"Awas saja Lo naksir Daddy gue!"


"Ih, jahat banget yang jadi saudara," umpat Anggun.


"Bye, sayang." Ucap keduanya secara bersamaan.


Nova kembali ke kasurnya. Dan Vino ingin menikmati dada sekang istrinya sebagai penemani tidurnya. Nova dengan senang hati memberikannya. Kedua akhirnya memilih untuk tidur hingga menjelang subuh.


Saat tiba waktu subuh, Nova membangunkan Vino untuk menunaikan sholat subuh. Walaupun awalnya Vino menolak tapi, Nova memaksanya agar mau..


Vino mandi dan melakukan juga sholat subuh sendiri, sementara Nova segera ke dapur untuk membuat nasi goreng untuk suaminya dan dirinya.


Vino merasakan hidupnya lebih lengkap saat ini karena permata yang hilang sudah. ia temukan kembali. Permata yang akan membawanya ke pintu Jannah. Nova adalah ibu dari anak-anaknya yang kelak di didik menjadi manusia-manusia yang berakhlakul Kharimah.


Vino sudah keluar menemui istrinya di dapur saat aroma harum masakan itu tercium olehnya." Masak apa sayang, hmm?" tanya Vino sambil memeluk tubuh istrinya.


"Nasi goreng kesukaan Daddy."


"Kapan aku bisa memakanmu?" tanya Vino masih mencium ceruk leher istrinya.


"Paling satu pekan."


"Itu terlalu lama, baby."


"Proses alamnya seperti itu. Jadi, tenang saja dan nikmati hari-hari kita yang pernah hilang." pinta Nova.


"Baiklah, baby. Ayo kita makan. Aku sudah sangat merindukan masakanmu." Vino menarik bangkunya lalu mulai menikmati sarapan pagi bersama dengan istrinya tercinta. Wanita terindah dalam impiannya.

__ADS_1


"Apakah Daddy mau berangkat kerja?"


"Iya baby. Kecuali kalau kamu tidak haid, mungkin aku ambil cuti untuk satu bulan ke depan untuk bulan madu bersama mu. Tolong persiapkan dokumen pribadimu, agar kita bisa melangsungkan pernikahan secara hukum negara di kantor agama." Ucap Vino.


__ADS_2