Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
46. Penjelasan


__ADS_3

Usai berdebat dengan ibunya, Boy dan Novia menceritakan semuanya kepada Nova dan Vino. Nova masih ingin menjadi mediasi antara Boy dan ibunya karena bagaimanapun juga ia juga sebagai ibu yang ingin didengarkan oleh anak-anaknya.


"Boy. Terimakasih sudah membela putrinya mami dihadapan bundamu. Mungkin malam itu Novia tidak bisa mengendalikan dirinya hingga menegur mbak Jesicca dengan cara yang santun tapi menyakitkan. Dan kamu Boy, terbawa suasana dan ingin meredakan semuanya hingga membuat ibumu terluka.


Walaupun kita berada di jalan benar, tidak harus menganggap diri kita paling benar. Sebagai anak tetap datangin ibumu dan minta maaf walaupun ibumu yang salah dan mami mengakuinya bahwa ibumu salah. Tapi kamu harus tetap minta maaf dan kamu juga Novia, ayo kembali ke apartemennya Boy dan minta maaf sama bunda Jesicca. Bawa makanan kesukaannya beliau," ucap Nova.


"Iya Boy. Benar kata mami, apapun kesalahan orangtua kita sebagai anak harus lebih dulu minta maaf karena ridho orangtua. adalah ridho Allah. Apa lagi yang kalian sakiti itu adalah ibu," ucap Vino.


"Baiklah. Kalau begitu, kami akan menemui bunda lagi," ucap Novia.


Boy terlihat ogah-ogahan untuk menemui ibunya karena ia tahu kalau ibunya tidak akan begitu saja memaafkan mereka. Apalagi merubah tabiat buruknya pada Novia.


"Paling sampai sana, bakalan dapat hinaan lagi dan debat lagi.


"Kak Boy. Ayo kita ke apartemennya bunda!" ajak Novia.


"Hmm...! Baiklah. Kita berangkat." Novia menyalami kedua orangtuanya diikuti Boy.


Keduanya sudah berada di mobil. Hari itu Om Jack yang bawa kendaraan, jadi Boy lebih santai tiduran di pangkuan Novia." Baby. Sebaiknya kita pulang saja. Aku enggan ke apartemen untuk ketemu bunda," tolak Boy.


"Jangan begitu sayang! berarti kamu tidak menghargai kedua orangtuaku, dong!" gerutu Novia.


"Sampai sana juga bakalan ribut lagi. Bosan aku dengarnya Novia. Aku jadi anak dan juga suami yang berdiri diantara kamu dan bunda. Jika aku lancang pada bunda, nanti dibilang kurangajar. Entar aku tenangkan bunda, malah nyakitin kamu....ah, sudahlah! kita lihat saja bagaimana nanti," ujar Boy berusaha memejamkan matanya.


"Kita cukup minta maaf dan langsung pulang. Nggak usah lama-lama di sana!" hibur Novia. Tidak terasa mobil mereka sudah tiba di apartemennya Boy.


"Baiklah." Boy turun dari mobil lalu menggandeng Novia menuju lift. Setibanya di unit apartemennya Boy, pria tampan ini berulang kali memencet bel namun tidak ada jawaban dari dalam membuat Boy membuka pintu utama itu sendiri. Novia dan Boy menyeruak masuk ke dalam sambil memanggil Jesica namun tidak ditemukan di kamar yang di tempati oleh Jesicca.

__ADS_1


"Boy. Sepertinya bunda sudah balik ke Denpasar," ucap Novia.


"Benarkah?" tanya Boy kembali ke kamar ibunya untuk memastikan sendiri ucapan istrinya.


"Baiklah. Kalau begitu kita menginap di sini saja sayang. Aku sudah malas pulang," pinta Boy masuk ke kamar utama milik ayahnya.


"Kak Boy. Kenapa tidak mencoba menghubungi bunda? mungkin bunda masih di bandara," ucap Novia.


"Nanti saja kita kunjungi bunda setelah pernikahan kita sekalian bulan madu di sana," ucap Boy.


"Benar juga katamu kak Boy. Baiklah. Kalau begitu kita istirahat di sini saja. Tapi aku lapar kak Boy," keluh Novia.


"Kita pesan saja go food. Kamu mau pingin apa, baby?" tanya Recky.


"Karena sudah malam aku mau makan nasi goreng saja," ucap Novia.


Ketika makanan yang mereka pesan sudah tiba, tiba-tiba Novia merasa sangat mual saat mencium nasi seafood kesukaannya.


"Kenapa nasi gorengnya sangat bau kak boy? apakah mereka menggunakan bahan yang sudah busuk?" gerutu Novia sambil merasakan Anek dan pingin muntah.


"Baby. Mana mungkin restoran mahal jual makanan dengan menggunakan bahan yang tercium bau busuk," ucap Boy sambil mengambil nasi goreng milik Novia lalu menciumnya serta mencobanya sedikit.


Boy mencium aroma nasi goreng milik Novia semua tampak baik-baik saja. Boy memakan'nya sesuap. Iapun tidak merasakan nasi yang terasa bau malah terasa sangat lezat.


"Ada apa dengan penciumanmu sayang? nasi gorengnya sangat harum dan juga lezat. Kamu coba lagi ya!" paksa Boy langsung ditolak oleh Novia sambil mendorong nasi itu agar tidak lagi menghampirinya.


"Nggak. Aku nggak mau kak Boy. Tolong jangan dekatin!" pekik Novia sambil memencet hidungnya.

__ADS_1


Aroma nasi goreng itu menyebar di kamar itu. Novia menahan mual dan ingin muntah namun tidak enak karena suaminya sedang makan. Novia masuk ke ruang ganti namun aroma nasi goreng masih saja menyengat. Novia seperti kehabisan nafas hingga ia ingin rasanya pingsan. Boy mempercepat makannya. Ruangan itu disemprot dengan pengharum ruangan.


"Kak Boy. Aku tidak bisa bernafas. Aku ingin pulang. Aku sangat tersiksa di sini," ucap Novia yang terlihat sudah sangat pucat.


"Baiklah. Kita pulang sayang," ucap Boy lalu menyambar kunci mobilnya.


Dalam perjalanan, keadaan Novia terlihat sangat lemah membuat Boy jadi kuatir. Ia terpaksa harus ke rumah sakit milik mertuanya agar Novia segera di tangani dokter. Tubuh Novia yang makin lemah makin membuat Boy cemas.


Setibanya di rumah sakit, Novia segera diperiksa oleh dokter. Boy tidak ingin kedua mertuanya tahu sebelum ia tahu hasil pemeriksaan dokter pada istrinya.


Namun tidak seperti yang Boy harapkan, justru CEO rumah sakit yang lebih dulu mengabari kedua orangtuanya Novia tanpa konfirmasi pada Boy.


"Ya Allah. Ada apa lagi dengan putriku? apakah menantuku ada di sana juga?" tanya Vino cemas.


"Mas Boy-nya ada tuan. Dia masih mendampingi nona Novia. Dokter sedang memeriksa keadaan Novia. Ini masih tunggu hasilnya. Kalau menurutku mungkin saja nona Novia saat ini sedang hamil. Bukankah mereka pengantin baru?" tanya dokter Hendra.


"Alhamdullilah, jika itu benar. Baiklah. Kalau begitu kami akan segera ke rumah sakit. Mungkin menantu kami tidak ingin mengabari kami terlebih dahulu karena takut kami syok. Terimakasih untuk informasinya, dokter Hendra," ucap Vino.


Vino mengakhiri pembicaraannya dengan sahabatnya itu. Nova menatap wajah suaminya seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


"Kenapa Daddy senyum-senyum seperti itu? apakah ada sesuatu yang Daddy sembunyikan dariku?" tanya Nova penuh curiga.


"Yang jelas aku sangat bahagia saat ini, baby karena kita sebentar lagi akan memiliki cucu," ucap Vino sambil memeluk Nova yang terlihat tercengang.


"Daddy. Siapa yang mengabari berita bahagia ini?" apakah itu benar, sayang?' tanya Nova.


"Untuk pastinya belum, tapi sudah mengarah ke sana. Ayo..! kita ke rumah sakit sekarang!" ajak Vino yang langsung diangguki Nova.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2