Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
27. Tidak Bisa Di Ambil


__ADS_3

Kehidupan Recky saat ini terlihat bahagia karena sudah ada sang putra yang membuat hari-harinya lebih bermakna. Recky yang masih belum percaya dengan baby sitter untuk merawat putranya, mengikutsertakan Boy dalam aktifitasnya.


"Boy..! Apakah kamu mau ikut ayah kerja?" tanya Recky saat memandikan putranya.


"Itu sangat menyenangkan ayah. Apakah ayah sudah mendapatkan pekerjaan selain jadi tentara?" tanya Boy.


"Iya sayang. Sekarang kamu berpakaian yang rapi lalu ikut ayah." Recky mengenakan pakaian pada putranya dan sesaat kemudian baby Boy terlihat sangat tampan dan keduanya seperti kembar beda generasi. Recky menggendong putranya berjalan menuju lift diikuti oleh Asistennya Jack.


"Biar saya yang menggendong baby boy saja tuan," ucap Jack namun di tolak oleh Recky.


"Aku masih sanggup menggendongnya dan dia putraku," ucap Recky sambil tersenyum pada putranya.


Tidak lama kemudian, Recky dan baby boy berjalan menuju lobi perusahaan. Para karyawan yang menyambut Recky nampak tersentak melihat wajah tampan pria kecil dalam gendongannya.


"Kenalkan ini putraku dan namanya boy Rafky. Panggil saja dia Boy. Dia yang akan mewarisi perusahaanku. Tidak ada pertanyaan untuk kalian dan silahkan kembali ke tempat kerja kalian masing-masing!" Ucap Recky dengan penuh wibawa.


Baby Boy yang melihat karyawan ayahnya yang menghormati mereka nampak kagum pada ayahnya." Apakah ayah seorang bos di sini?" tanya Boy yang biasa ia lihat di drama Korea saat ibunya menonton dengannya.


"Iya sayang. Semua ini milikmu. Suatu saat kamu harus gantikan ayah untuk mengurus semua ini," ucap Recky yang mengajarkan semuanya pada Boy karena ia melihat Boy sangat cerdas bahkan bisa disebut sangat jenius karena putranya sudah bisa membaca padahal putranya belum sekolah.


Mungkin didikan Jesica yang ingin putranya tahu segalanya seperti hal mendasar adalah membaca. Awalnya Recky tidak mengetahui putranya bisa membaca. Tapi, saat Recky sedang membuka laptopnya, dan melihat laporan berkas perusahaan yang terlihat rumit tiba-tiba saja Boy membaca dengan suara lirih dan terdengar oleh Recky.


"Boy. Apakah kamu bisa membaca? siapa yang mengajarkan kamu membaca? apakah kamu sudah sekolah?" tanya Recky bertubi-tubi.

__ADS_1


"Boy diajar bunda. Boy belum sekolah ayah. Tapi kata bunda tunggu ayah pulang dari Medan perang dan ayah akan mendaftarkan boy sekolah. Apakah ayah akan mengantarkan aku ke sekolah?" tanya baby Boy sambil menatap wajah tampan Recky.


"Iya sayang. Ayah akan mengurus pendaftaran sekolahmu. Minggu depan kamu sudah boleh sekolah," ucap Recky.


"Benarkah? aku bisa sekolah Minggu depan?" tanya baby Boy terlihat sangat girang.


"Apakah ayah terlihat bohong?" goda Recky membuat putranya itu cekikikan.


"Tentu saja ayahku paling baik dan tertampan sedunia," ucap Boy cekikikan.


Recky begitu bahagia karena ada putranya yang bisa ia ajak ngobrol. Saat memasuki ruang kerjanya, Recky meminta putranya untuk bermain di dalam kamar pribadinya yang tersambung dengan ruang kerjanya.


"Sayang. Ini ada televisi dan ponsel baru untuk kamu. Boy bisa bermain apa saja karena semuanya sudah di siapkan di kamar ini. Kalau mau makan bilang sama ayah, nanti ayah pesankan untuk kamu. Dan kalau butuh sesuatu telepon ayah karena ayah berada di ruang sebelah untuk bekerja. Jangan di kunci kamarnya. Di situ ada kamar mandi. Ada juga es krim di dalam kulkas, tapi makanlah secukupnya," ucap Recky lalu mengecup kening putranya yang sudah bermain game di atas tempat tidurnya.


"Maaf nona Jesica. Cek ini akan di cairkan setelah anda menandatangani isi perjanjian persyaratan secara tertulis di ditandangani di atas materai oleh kedua belah pihak, yaitu nona Jesica dan pengacara tuan Recky," ucap manajer bank itu.


"Baiklah. Saya akan tunggu pengacara tuan Recky," ujar Jesicca menahan geram karena Recky sudah mempersulit dirinya untuk mendapatkan uang yang banyak.


Jesica ingin hijrah ke Denpasar dan berencana membuka usaha di sana. Dengan begitu ia akan membuka lembaran baru dan melupakan Recky dan putranya Rafky.


Setelah menunggu beberapa lama, pengacara Recky akhirnya datang dan melakukan beberapa langkah yang diambil oleh Recky atas pengalihan hak asuh pada putranya Jesica ditangan Recky dengan persyaratan yaitu Jesicca siap menyerahkan putranya kepada Recky dan menggantikan kerugian selama mengandung putranya Recky hingga melahirkan dan membesarkan anak tersebut hingga berusia empat tahun.


"Nona Jesicca! Tolong bubuhi tandatangan anda di sini sebagai persyaratan hak asuh Boy yang anda serahkan kepada tuan Recky sebagai orangtua tunggal untuk putramu," ucap pengacara Sunan.

__ADS_1


"Maksudnya saya tidak boleh menemui putra saya lagi selamanya?" tanya Jesicca.


"Tentu saja karena anda mau menerima uang ini," ujar pengacara sunan membuat Jesica akhirnya melakukan apa yang diinginkan oleh Recky padanya.


Di tempat yang berbeda, Vino sedang mengantar Nova kontrol kandungannya. Nova juga rajin mengecek posisi janinnya di dalam rahim agar dirinya bisa melakukan persalinan normal.


Vino yang tidak mau lagi kecolongan dengan adanya penguntit, mengerahkan anak buahnya untuk menjaga mereka saat melakukan aktivitas di luar rumah.


"Baby. Kondisimu sekarang ini sudah bisa dibilang harus hati-hati. Aku mohon kamu tidak perlu membeli perlengkapan bayi karena aku sudah memesan perlengkapan bayi sesuai dengan jenis kelamin bayi kita," ucap Vino menasehati istrinya.


"Tapi, aku ingin belanja kebutuhan dapur," pinta Nova makin manja.


"Biar Hilman yang melakukannya. Kamu tinggal tulis saja bahan makanan atau barang apa yang kamu inginkan. Tolong jangan membantah perkataanku karena aku melakukan itu untuk kamu dan bayi kita," jelas Vino.


"Emang penjahat itu masih penasaran sama aku? kenapa dia jadi pendendam sama aku Daddy. Jelas-jelas dia yang salah, kenapa kita yang menjadi kuatir seperti ini? nggak bebas melakukan apapun. Lagi pula anak buahnya Daddy itukan banyak, masa menjaga aku dan Daddy saja tidak bisa," gerutu Nova saat berjalan menuju lobi rumah sakit.


"Penjahat itu selalu punya cela untuk menyakiti orang yang mereka musuhi. Sikap waspada itu perlu baby, sebelum kita merasa menyesal nantinya," imbuh Vino.


"Iya juga sih Daddy. Ok, deh. Kalau begitu, Nova tidak akan lagi menyusahkan daddy. Tapi Daddy harus janji akan selalu ada untuk Nova," ucap Nova.


"Terimakasih. Sudah mau mendengarkan suamimu yang tampan ini. Jika kamu mencintaiku, lakukan apapun yang aku minta padamu," ucap Vino lalu membuka pintu mobil itu untuk istrinya.


Iring-iringan mobil pengawal itu mengikuti mobil Recky. Mata anak buahnya mengawasi dengan teliti orang-orang yang di sekitar mereka yang mungkin saja menyamar jadi apapun untuk menyakiti majikan mereka.

__ADS_1


__ADS_2