
Acara belah duren itu akhirnya terjadi juga. Novia mengakui kehebatan Boy diatas ranjang yang membuatnya menjerit-jerit kesakitan dan berganti kenikmatan yang baru saja mereka lalui. Rasanya mereka belum puas merasakan itu dan Boy tersenyum bangga mendapati kesucian Novia sebagai pria pertama yang dikenalnya dan akhirnya menjadi pria pendampingnya.
Noda darah yang menjadi bukti gadis itu menjaga dirinya dengan baik. Boy mengecup bunga mungil itu yang sekarang sudah mekar karena sarinya sudah diambil oleh Boy.
"Bagaimana sayang? mau lagi?" tanya Boy.
"Rasanya punyamu masih tertinggal disini. Bagaimana mungkin melakukannya lagi? kakiku saja seperti mati rasa. Astaga. apakah aku akan lumpuh?" ucap Novia membuat Boy tergelak.
"Ihhh...mana ada orang bercinta sampai lumpuh? paling jalannya aja nanti yang sedikit sakit," ledek Boy.
"Ih sok tahu. Emang kak Boy sudah ngerasain perawanin anak orang?" tanya Novia.
"Sudah. Tuh barusan. Ini anaknya," ledek Boy.
"Aiss...! maksudnya itu selain aku, gadis mana yang...-"
Cup...cup..cup..
Tidak ada. Aku juga masih perjaka dan kamu adalah wanita pertama yang aku sentuh dan insya Allah menjadi tempat aku melampiaskan syahwatku, sepanjang hidupku," ucap Boy.
"Tapi, kalau aku sudah nenek-nenek masih bisa goyangnya?" ledek Novia sambil cekikikan.
"Kamu tetap hot dan tak akan pernah tua atau peot. Jarak usia kita cukup jauh sayang, aku pasti yang lebih tua duluan daripadamu dan mungkin aku yang akan mati duluan daripada kamu," ucap Boy.
"Husst! jangan ngomong yang seram ah. Baru saja buatin anak, kok ngomongnya kayak gitu," omel Novia sendu.
"Maaf sayang. Habis kamu sih, godain aku terus. Terimakasih ya sayang, sudah menjaga kesucianmu untuk aku nikmati. Terimakasih sudah jahat hatimu untuk aku tempati. Terimakasih menjadikan aku laki pertama dan satu-satunya laki-laki yang terakhir dalam hidupmu," ucap Boy sambil memeluk tubuh polos Novia.
"Apakah kak Boy juga menyimpan cinta kak Boy untuk aku seorang?" tanya Novia.
"Apakah aku harus menjawabnya?" ledek Boy.
"Ya iyalah. Kalau ditanya harus dijawab. Kak Boy gimana sih!" gerutu Novia.
__ADS_1
"Aku akan menjawabnya, tapi kamu harus melayani aku dulu. Bagaimana, hmm?" tanya Boy sambil memainkan kedua alisnya bersamaan.
"Itu namanya pamrih. Aku nggak mau ah, pastinya nanti ujung-ujungnya nyakitin," ujar Novia.
"Ya sudah kalau kamu nggak mau." Boy bangkit hendak ke kamar mandi membuat Novia langsung memeluk tubuh kekar itu dari belakang.
"Baiklah. Aku akan memuaskanmu tapi aku harap aku adalah satu-satunya wanita yang kak Boy cintai dan gauli," ucap Novia memeluk erat pinggang suaminya hingga gesekan dadanya yang kenyal nan padat pada punggung Boy membuat si tampan ini kembali terangsang.
"Ayo. Kita mandi sambil bercinta! kamu mau sayang?" tanya Boy sambil menyeringai licik.
"Mau...!" sahut Novia.
Boy membalikkan tubuhnya dan menggendong tubuh Novia membawa masuk ke dalam bathroom itu. Keduanya berdiri di bawah air shower yang menyiram tubuh mereka. Boy menyabuni tubuh istrinya sambil meresapi setiap sentuhan di area tersembunyi milik Novia yang sudah ia ambil kegadisannya gadis itu.
.
"Kak Boy...!" tubuh Novia makin menggelinjang kala Boy menyerang lagi tempat basah itu dengan Erangan dan lenguhan berdatangan bagai gelombang air laut yang tak pernah berkesudahan menyentuh bibir pantai, begitu pula miliknya dibawah sana yang terus-menerus merasakan kenikmatan.
Hempasan gelombang nikmat itu merasuki jiwanya hingga Novia meracau fulgar membuat suaminya makin memperdalam hisapannya.
Keduanya seakan sedang mandi air hujan dalam keadaan tanpa sehelai benangpun. Hingga akhirnya Boy menghujamkan lebih dalam miliknya untuk melepaskan benih itu tumbuh dalam rahim sang istri.
Usai saling memuaskan, kini keduanya mandi junub untuk melakukan sholat magrib yang sudah terlewat setengah jam yang lalu. Dua puluh menit kemudian, keduanya sudah menghadap Robb mereka dengan khusu. Bacaan ayat suci yang dilantunkan Boy sangat merdu membuat hati Novia terenyuh. Bulir bening itu menetes tanpa terasa.
Setelah mengucapkan salam, Novia langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan suaminya sambil terisak.
"Kenapa sayang, hmm?" tanya Boy yang sudah memangku istrinya seperti bayi.
"Kak Boy keren. Suaranya menusuk sampai kalbu Novia. Novia jadi sedih hik...hiks...hiks...
"Masya Allah. Kamu bikin aku ketakutan saja, baby," ucap Boy lalu mengecup bibir istrinya.
Kamu mau kita di rumah saja atau mau jalan-jalan sayang. Mau cari makanan ringan di luar?" tanya Boy usai merapikan pakaian sholatnya.
__ADS_1
"Di rumah saja kak. Novia masih sangat lelah," ucap Novia.
"Mau nonton film romantis lagi sayang?" tanya Boy.
"Iya kak. Yang seru ya," pinta Novia pada suaminya yang sedang mencari film yang diinginkan istrinya.
Sementara Novia sedang memesan makanan yang mereka sukai melalui aplikasi gofood. Dalam beberapa menit, pesanan mereka sudah datang diantar pelayan mereka.
Tok...tok....
Boy segera membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan pelayannya masuk. Sesaat kemudian keduanya sudah tenggelam dalam alur cerita yang menyentuh hati. Novia yang menikmati makanannya tidak lupa menyuapi suaminya yang hanya asyik menonton. Boy sengaja tidak menyentuh makanannya agar Novia yang menyuapinya.
Memasuki adegan dewasa, Novia mengambil remote untuk mempercepat timer agar melewati adegan itu. Boy protes karena ia ingin menyaksikan adegan panas itu.
"Kak Boy. Rambutku saja belum kering. Nanti kamu pasti minta jatah lagi," protes Novia.
"Ihh...jadi istri suuzon terus sama suami. Entar dosa lho!" manyun Boy sambil memundurkan lagi alur ceritanya. Novia tidak ingin menyaksikan adegan yang akan membuatnya panas dingin sendiri. Ia memilih untuk menghabiskan makanan snaknya membuat Boy terkekeh geli melihat tingkah istrinya yang menggemaskan.
Saat sedang asyik menyaksikan adegan mesum itu, ponsel Boy berdering nyaring. Boy segera meraih ponselnya di nakas dan melihat nama yang tertera di layar panggilannya.
"Bunda...!" sentak Boy salah tingkah sendiri dan langsung beranjak menuju balkon kamarnya.
"Hallo Boy!" sapa ibunya lembut.
"Hallo Bunda..!" balas Boy.
"Bunda ada di bandara sekarang. Bisa jemput bunda? karena saat ini bunda bersama dengan putri sahabatnya bunda yang akan bunda jodohkan denganmu," ucap Jesicca diseberang telepon.
Degggg....
Keadaan yang semula terlihat bahagia kini berubah muram mendengar ucapan sang bunda yang membawa wanita lain segala dalam kehidupan mereka.
"Ya Allah. Kenapa harus sekarang saat aku sedang bahagia-bahagianya," keluh Boy merasa gusar sendiri namun ia berusaha tetap tenang menghadapi ibu kandungnya itu.
__ADS_1
"Ada apa kak Boy?" tanya Novia penasaran melihat wajah cemas suaminya.