Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
11. Salah Paham


__ADS_3

Ujian kelulusan telah berakhir. Nova dan Anggun berencana untuk merayakan berakhirnya ujian mereka dengan mengunjungi Mall. Mereka sudah mempersiapkan baju ganti agar bisa masuk ke mall tersebut karena sekuriti melarang remaja mengunjungi mall dengan mengenakan seragam sekolah.


"Kita makan siang dulu baru kita nonton bioskop," cap Nova pada Anggun.


"Ok siap."


Keduanya sudah berada di food court dengan memesan menu kesukaan mereka masing-masing. Keduanya sedang membahas apa yang akan mereka lakukan setelah lulus nanti.


"Kamu mau kuliah atau mau kursus?" Tanya Nova pada Anggun.


"Sepertinya aku mau ikut khusus bahasa Mandarin dulu sebelum kuliah di mulai."


"Emangnya kamu mau kuliah di Cina?"


"Rencananya begitu. Bagaimana kamu sendiri?"


"Aku mau ngambil jurusan IT. Tapi aku masuk universitas negeri lewat jalur raport. Kalau nggak lulus lewat jalur mandiri." Ujar Nova.


"Otakmu memang jenius. Sekali belajar langsung nempel tuh ilmu. Tapi, anehnya kamu itukan jadi sugar Babynya Vino. Pasti melayani dia setiap saat. Tapi kenapa masih bisa cerdas?"


"Sayangnya, sampai saat ini aku masih perawan, Anggun. Aku hanya menemaninya tidur. Jika dia ingin menyentuhku hanya sebatas ciuman dengan pemanasan ringan sampai kami puas."


"Astaga. Vino sabar sekali. Apakah dua lelaki normal Nova? Apakah kamu tidak curiga? jangan-jangan dia seorang gay," Tanya Anggun sambil terkekeh.


"Hussst. Sembarangan."


"Dia itu pejantan yang tangguh. Walaupun aku tidak tahu apa alasan dia belum menyentuhku, tapi aku yakin Vino saat ini masih ingin menjaga kesucianku. Semoga saja dia memilih aku menjadi istrinya suatu saat nanti," harap Nova.


"Aaamiin."


Keduanya menyelesaikan makanan mereka dan berniat untuk mencari baju, sepatu dan tas untuk acara perpisahan sekolah di puncak bulan depan.


Saat sibuk mencari kebutuhan mereka, tanpa sengaja, Nova melihat Vino sedang bersama dengan seorang gadis cantik yang usianya tidak jauh darinya. Yang lebih membuat Nova sakit hati, Vino berani mengecup pipi gadis itu dengan gemas. Keduanya terlihat sangat akrab. Jantung Nova seakan mau berhenti saat ini dan langsung menyembunyikan dirinya dari balik pakaian yang berjejer di dalam konter pakaian tersebut.


Nova menarik tangan Anggun untuk meninggalkan tempat itu." Kita belum beli apapun. Kenapa harus pergi?"


"Nanti saja. Kita nonton dulu, baru belanja." Ucap Nova yang sudah tidak berselera.

__ADS_1


"Baiklah." Anggun menuruti kemauan sahabatnya tanpa tahu apa yang terjadi saat ini dengan Nova.


Di dalam ruang bioskop keduanya sudah menikmati film romantis kesukaan mereka. Sepanjang menyaksikan film dengan adegan haru itu, beberapa penonton tampak menangis termasuk Nova. Tapi gadis ini menangis bukan karena filmnya tapi karena Vino menggandeng sugar baby lain yang sangat menyakiti hatinya.


"Jika ia ingin mendapatkan sugar baby lagi, harusnya dia memutuskan aku dulu atau mengakhiri perjanjian kontrak kami. Dengan begitu aku tidak perlu merasa sesakit ini." Batin Nova.


Perjanjian kontrak mereka tinggal dua bulan lagi. Itu berarti sebentar lagi mereka akan berpisah dan Nova akan fokus pada kuliahnya. Film telah usai. Mereka juga kembali ke konter baju dan tas untuk membelinya. Nova memilih pulang ke rumahnya Anggun.


Dalam perjalanan, Nova menerima banyak panggilan dari Vino dan juga chatting dari pria tampan itu termasuk Recky." Cih. Setelah puas dengan wanitamu, sekarang baru kamu sibuk mencariku. Sorry! Aku tidak akan pulang menemuimu," ucap Nova.


"Baby. Kamu di mana? cepatlah pulang! aku punya kejutan untukmu," tulis Vino dalam chating-nya.


Nova mengabaikan panggilan dari Vino dan tidak ingin membalas chatting dari Sugar Daddy-nya itu.


Sementara di apartemennya, Vino terlihat sangat kesal karena saat ini, ia sangat merindukan Nova. Sudah pukul lima sore gadis itu belum juga muncul. Vino sudah meminta Hilman untuk meretas CCTV jalanan untuk mencari keberadaan Nova. Hanya saja Vino lupa kalau ia sudah memasang GPS di ponselnya Nova.


Sementara itu, Nova dan Anggun yang baru tiba di rumah Anggun begitu kaget saat melihat mobil mewah sedang mengikuti taksi yang mereka tumpangi.


"Itu mobil siapa?" tanya Anggun.


"Mungkin tamu kamu kali, Anggun."


"Sore Nova!"


"Sore bang!"


"Bang Recky. Kenalkan, ini temanku Anggun.


"Anggun. Kenalkan, ini bang Recky, teman aku juga."


Recky dan Anggun saling bersalaman.


"Nova. Apakah aku boleh mengajak kamu jalan-jalan sebentar?" tanya Recky.


Sebenarnya Nova tidak berani mengkhianati Vino walaupun Vino menganggap dirinya hanya sugar Daddy, tapi bayangan bagaimana Vino menggandeng gadis belia yang seusia dirinya membuat Nova akhirnya menerima ajakan Recky.


"Baiklah."

__ADS_1


Recky begitu bahagia saat gadis incarannya mau menerima ajakannya. Recky membuka pintu mobil untuk Nova yang sudah pamit pada Anggun. Dalam sekejap mobil itu sudah meluncur ke jalanan yang cukup padat merayap karena bertepatan dengan orang pulang kerja.


Wajah Nova yang terlihat sembab memancing kecurigaan Recky membuat Recky tergelitik untuk bertanya.


"Apakah kamu ada masalah, Nova?"


"Tidak ada."


"Lantas, kenapa wajahmu terlihat sembab?"


"Oh, tadi habis nonton film romantis yang buat aku jadi melo."


"Aneh ya wanita, di mana-mana senang banget umbar air mata. Sedih nangis, bahagia nangis, sakit nangis, malah nonton film juga nangis. Itu mata atau sumber mata air?" tanya Recky sewot.


"Emang kalau perempuan sedunia ini menangis dengan alasan apapun, merugikan bang Recky?" sungut Nova.


"Yah, nggak juga sih. Hanya ngalirnya nggak tepat saja."


"Air mata itu berkah dari Tuhan, bang. Jadi, kita masih punya kelembutan hati. Masih sensitif dengan keadaan sekitar. Bukan batu yang hanya bisa melihat orang susah terus pura-pura cuek dan kalau baik sama orang hanya ada maunya," sindir Nova yang melihat Recky cuek saja saat ada pengemis anak kecil yang meminta uang padanya.


Recky yang cepat tanggap sindiran Nova langsung mengambil uang sepuluh ribu lalu diberikan kepada pengemis kecil itu.


Setibanya di restoran, Recky mengajak Nova turun dan mereka meminta pelayan untuk memberikan buku menu makanan yang akan mereka pesan.


Tidak lama kemudian, Vino yang sudah mengetahui keberadaan Nova segera mempercepat laju mobilnya.


"Sialan! Kenapa si kunyuk itu selalu saja menganggu wanitaku? cepat susul mereka Hilman!" titah Vino menahan geram.


"Makanya Tuan. Kalau memang cinta, katakan saja terus terang sama non Nova sebelum diambil orang lain? peduli amat dengan itu kontrak," imbuh Hilman.


"Diam kamu Hilman! apakah kamu sudah bosan hidup?"


"Hanya saran saja bos. Karena saingan bos adalah Recky Rahardian, orang terkaya nomor dua setelah Tuan."


"Tapi pria itu adalah pemain wanita."


"Lalu, apa bedanya sama bos?"

__ADS_1


Glekk...


Vino turun


__ADS_2