Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
43. Jujur


__ADS_3

Wajah Boy nampak bingung saat mendengar ibunya sudah berada di bandara internasional Soekarno-Hatta. Kedatangan ibunya yang mendadak itu membuat Boy sangat bingung karena Boy belum sempat menyampaikan perihal pernikahannya dengan Novia pada sang ibu karena pernikahan mereka masih pernikahan siri dan akan dilakukan pernikahan ulang bulan depan.


"Ya Allah. Bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan untuk menjelaskan suasana sebelum aku menikah dengan Novia kepada bunda?" lirih Boy sambil mengusap tengkuknya yang terasa tegang.


Boy menghubungi asistennya Jack untuk menjemput bundanya di bandara dan membawa bundanya ke apartemen ayahnya Recky agar menghindari pertengkaran dengan dirinya dan juga Istrinya, Novia.


"Om Jack. Tolong jemput ibuku dibandara dan bawa mereka ke apartemennya ayah. Bilang aku lagi ke luar negeri dan dua hari lagi baru balik ke Jakarta. Tolong jangan bahas pernikahanku dengan Novia..Biar aku diskusikan dulu dengan Novia dan keluarganya," tulis Boy dalam chatting-nya dengan Jack.


"Baiklah Boy. Om akan segera berangkat ke bandara," balas Jack.


"Terimakasih Om Jack. Tolong jangan gugup di depannya bunda supaya beliau tidak curiga. Dan jangan biarkan bunda tidur di kamar ayah karena banyak foto Novia ada di kamar itu," tulis Boy.


"Baik. Aku akan menyuruh pelayan untuk membersihkan unit apartemenmu Boy sebelum ibumu tiba di apartemen itu," balas Jack.


"Terimakasih Om." Boy kembali ke dalam kamarnya menemui istrinya. Ia tidak ingin menyembunyikan apapun pada Novia, agar gadis ini tidak salah paham padanya. Boy sudah tahu karakter Novia yang selalu menyimpan kesedihannya sendiri yang akan berdampak pada kesehatannya seperti yang terjadi baru-baru ini.


"Baby...! Bisa kita ngobrol sebentar?" tanya Boy pada Novia yang sedang asyik menonton.


"Apakah aku harus matikan dulu tv-nya, kak?" tanya Novia sambil memegang remote.


"Tidak perlu sayang! Di pause dulu, nanti kamu bisa melanjutkan lagi menontonnya," ucap Boy.


"Ok." Novia sudah menyiapkan dirinya untuk mendengarkan apa yang ingin dibicarakan oleh suaminya.


"Sayang. Dengarkan aku bicara lebih dulu tanpa menyela pembicaraanku. Kamu mengerti, baby?"

__ADS_1


"Hmm!"


Barusan aku terima telepon dari bunda. Beliau saat ini sedang di jemput oleh om Jack di bandara dan beliau membawa putri dari sahabatnya. Aku meminta mereka tempati apartemen mendiang ayahku karena bunda belum tahu aku tinggal bersama denganmu. Karena rumah ini adalah rumahmu yang aku jadikan mas kawin untukmu selain perhiasan atas permintaan daddy Vino.


Bundaku datang ke sini punya misi. Dia ingin menjodohkan aku dengan putri sahabatnya karena dia belum tahu pernikahan kita. Aku belum sempat memberitahunya karena pernikahan kita dilakukan secara mendadak dan masih pernikahan siri. Insya Allah bulan depan kita akan meresmikan pernikahan kita secara agama dan negara. Aku mohon pengertianmu agar aku bisa menjelaskan kepada bunda agar dia mengerti bahwa kita menikah karena saling mencintai. Kamu maukan sayang?" tanya Boy sambil mencium kedua tangannya Novia secara bergantian.


"Insya Allah, kak. Aku senang kak Boy mau terbuka padaku. Jadi, kita bisa hadapi ini bersama-sama. Tapi, mami dan daddy harus dilibatkan dalam masalah ini agar tidak gagal paham," ucap Novia.


"Alhamdullilah. Terimakasih atas pengertiannya sayang. Jangan dibawa sedih apalagi memikirkannya. Kamu baru saja sembuh. Jika kamu sakit lagi maka aku tidak tahu lagi cara untuk membuatnya cepat sembuh walaupun kesembuhan itu sesungguhnya datang dari Allah," ucap Boy.


"Insya Allah. Dengan kak Boy bersikap jujur kepadaku saja, itu sudah menjadi sebuah penghargaan untukku. Berarti kedudukanku sama tingginya di hati kak Boy setelah bundanya kakak," ucap Novia haru.


"Sayang. Kamu apa-apa selalu saja nangis. Sedih nangis, senang nangis, marah juga nangis," ucap Boy memeluk istrinya.


"Aamiin....iiih...aku jadi makin sayang sama kamu Vi," ucap Boy.


Sementara itu di bandara, Jack nampak berdebat dengan Jesicca yang terlihat kesal karena bukan putranya yang menjemputnya.


"Kenapa harus kamu Jack yang jemput aku?" tanya Jesicca sambil merengut.


"Tuan Boy lagi di Amerika, mana bisa menjemput nyonya," ucap Jack.


"Kapan Boy pulang? dan apakah putraku itu sudah punya kekasih?" tanya Jesicca.


"Sudah nyonya. Bukan kekasih lagi lebih kepada calon istri," ucap Jack memancing suasana.

__ADS_1


"Siapa gadis itu? apakah aku mengenalnya?" tanya Jesicca terlihat tidak senang.


"Dia adalah putri dari relasi mendiang tuan Recky. Saat masih kecil, tuan Recky meminta pada sahabatnya itu untuk menikahkan putrinya dengan tuan Boy dan saat mereka dewasa keduanya ternyata sama-sama sudah jatuh cinta satu sama lain," ungkap Jack.


"Oh, jadi itu permintaan suamiku sendiri?" ucap Jesicca percaya diri.


"Suami? suami siapa nyonya?" tanya Jack bingung.


"Suamiku Recky," jelas Jesicca.


"Bagaimana mungkin tuan Recky suami anda? bukankah kalian tidak menikah? walaupun punya anak Boy, tetap saja tidak ada pernikahan diantara nyonya dengan tuan Recky," bantah Jack terlihat kesal.


"Tidak masalah bagiku, Jack. Bagaimanapun juga aku sudah melahirkan putra untuknya dan sekarang menjadi pewaris tunggal kekayaan Recky," ucap Jesicca dengan bangganya.


"Iya nyonya. Aku sangat bersyukur dan berterimakasih pada nyonya karena sudah melahirkan putra untuk tuan. Jika nyonya mengugurkan kandungan nyonya, otomatis tuan Recky meninggal tanpa memiliki keturunan. Itu sebabnya tuan Recky tidak ingin menikah dengan wanita manapun karena ingin fokus membesarkan Boy seorang diri," puji Jack tulus.


Hidung Jesica langsung kembang kempis karena ia bisa melahirkan seorang pewaris untuk laki-laki yang sangat ia cintai, namun sayang, Recky tidak mencintainya sama sekali karena dirinya hanya sebatas penghangat ranjangnya.


Setibanya di apartemen milik Recky, Jesica begitu bahagia karena ia bisa menempati apartemen itu. Namun saat ia ingin tidur di kamar Recky, Jack mencegahnya karena Boy tidak mengijinkan kamarnya ditiduri oleh Jesicca.


"Maaf nyonya! itu kamarnya tuan Boy dan kamar nyonya sudah disiapkan oleh pelayan," ucap Jack membuat Jesicca merasa sangat malu.


"Baiklah. Tidak masalah. Aku lupa ada putraku Boy yang sudah menempati kamar Recky.. Walaupun begitu, kamar itu punya kenangan tersendiri aku dan ayah dari putraku," ucap Jesicca yang terlihat sangat sedih karena Recky meninggal ia tidak bisa hadir di pemakamannya karena dilarang oleh Boy.


Jesicca hanya bisa mengenang pria tampan itu dalam hidupnya hingga ia tidak berniat untuk menikah.

__ADS_1


__ADS_2