Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
8. Cemburu


__ADS_3

Sejalannya waktu, Nova tidak bisa memungkiri pesona Vino yang mampu membuatnya bergetar setiap saat. Keakraban keduanya benar-benar mereka nikmati setiap saat.


Nova yang sudah tahu Vino sangat memanjakannya meminta pria dewasa dan tampan ini menemaninya jalan-jalan di area wisata kota Bandung. Sebenarnya Vino tidak ingin membawa Nova di tempat-tempat keramaian mengingat Nova yang saat ini masih berstatus SMA.


Vino tidak ingin Nova akan mendapatkan masalah disekolah nantinya. Gadis ini tetap keras kepala memaksa Vino untuk keluar kota.


"Daddy."


"Hmm."


"Satu bulan lagi aku mau ujian."


"Lalu...?"


"Biar aku nggak setress hadapan ujian kelulusan, bagaimana kalau kita jalan-jalan?"


"Kamu bisa jalan-jalan ke mall dengan teman-temanmu. Belanja sesuka hatimu. Daddy sudah kasih black card untuk kamu kan? Jadi, tugasmu menghadapi uang Daddy." Ucap Vino sambil mengetik di lap top miliknya.


"Tapi, aku maunya jalan-jalan sama Daddy ke luar kota. Ke Bandung misalnya. Tempat wisatanya banyak. Lagi pula Daddy tidak pernah menyentuh aku selama ini, kecuali temanin tidur. Daddy bukan gay kan?" Tanya Nova dengan frontal.


Vino mematikan laptopnya saat Nova mengatainya gay. Melihat perubahan sikap Vino, gadis ini gelagapan sendiri. Ia sudah salah mengucapkan kata yang membuat Vino murka.


"Mampus kamu Nova. Kenapa ngomong nggak pakai filter dulu. Kamu cari penyakit sendiri. Kamu sudah bangunin harimau tidur. Aduh, bagaimana ini?"


Nova menarik selimutnya dan pura-pura tidur." Hei...! Siapa suruh kamu tidur?"


"Bangun dan layani aku!"


"Maaf Daddy! Nova sudah ngantuk."


"Kamu ingin membuktikan kejantanan aku bukan? karena selama ini aku belum mengambil kesucianmu sama sekali. Mau mencobanya? Ayo...!"


"Nanti saja kalau kita jalan-jalan ke Bandung. Sekarang Nova ngantuk." Ucap Nova pura-pura terlihat lelah.


Selimut itu di tarik paksa oleh Vino lalu di lemparkannya ke bawah. Nova gemetar setengah mati saat Vino menanggalkan bajunya sendiri sementara lengerie yang di pakainya sudah tidak menempel di tubuhnya.


Keduanya akhirnya terlibat ciuman panas dan tubuh Nova sudah berada di bawah kungkungan Vino. Kini ciuman Vino sudah beralih di leher dan bagian dada Nova yang terlihat menegang menahan erangannya. Milik Vino yang sudah tegak mengacung siap meluncur di jalur sempit nan gelap itu yang belum pernah di tembus oleh Vino.

__ADS_1


Entah mengapa Vino tidak tega melakukannya pada gadis ini. Ia tidak mau egois walaupun ia sudah membayar gadis ini. Rasa cintanya yang begitu besar pada Nova yang mengurungkan niatnya untuk menjamah tempat berharga milik Nova.


Vino ingat betul kata-kata Nova tentang harga kesuciannya. "Perawan ku tidak bisa balik lagi setelah anda mengambilnya." Setelah setahun perjanjian kontrak kita, aku tidak tahu bagaimana masa depanku nanti. Apakah aku akan mendapatkan suami yang mau menerima aku apa adanya atau aku akan hidup sendiri seumur hidupku. Intinya, bayaran satu triliun itu tidak mampu menembus penderitaan masa depan yang akan ku lalui nanti. Walaupun tubuhku ini."


"Tidurlah sayang! besok kita akan ke Bandung." Ucap Vino.


"Apakah tubuhku tidak menarik, Daddy?" Tanya Nova yang merasa tersinggung Vino tidak ingin memasuki dirinya.


"Iya. Tubuhmu tidak membuat ku tergiur. Aku salah pilih sugar baby. Karena kamu sudah terlanjur menandatangani kontrak di mana aku tidak menyelesaikan kontrak kerjasama kita, maka aku yang akan membayar kamu dua triliyun. Itu sangat banyak untuk gadis seusiamu yang belum bisa mengelola uang." Ucap Vino asal membuat hati Nova sangat sakit.


"Iya juga ya Daddy. Nova lupa akan hal itu. Daddy senang dengan wanita berdada besar dan montok. Kalau dada aku seperti papa penggilasan punya mak-mak jaman dulu." Ucap Nova sambil membalikkan tubuhnya memunggungi Vino yang sedang tersenyum penuh kesenangan karena berhasil membuat Nova kesal.


...----------------...


Pagi itu Nova terlihat sangat cantik dengan penampilannya yang mengikuti usianya yang masih ABG. Polesan makeup nya yang begitu tipis membuat mata Vino tidak lepas menatapnya.


Jantung Vino tidak tahu lagi rasanya seperti apa. Jika ia mau, rasanya dia ingin meminta Nova mengenakan jilbab atau bila perlu cadar sekalian. Hatinya akan terbakar cemburu jika berjalan dengan gadis yang terlewat cantik ini. Bahkan Vino merasa dirinya tidak pantas mendapatkan Nova yang super duper cantik dan menarik.


"Kenapa Daddy menatap wajah Nova seperti itu? Kagum ya dad?" Goda Nova.


"Cih...! Aku saja bingung membawamu ke tempat umum dengan pesonaku yang tak terkalahkan oleh siapapun pria di muka bumi ini." Ucap Vino dengan sombongnya.


"Sial...! Ternyata gadis ini bisa membalasku." Gerutu Vino lalu berjalan cepat menuju tempat parkir mobilnya.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, Nova dan Vino sudah berada di salah satu tempat wisata yang ada di Bandung. Vino menautkan tangannya pada jemari Nova.


Keduanya mencoba beberapa kuliner yang terdapat di area tempat wisata tersebut. Setelah itu melanjutkan lagi jalan-jalan sambil mengambil foto di beberapa tempat dengan view yang menarik.


Tanpa disadari Nova, ada seorang pria yang sedari tadi mengikutinya lalu menghampiri dirinya.


"Nova...!" Panggil Raihan membuat gadis ini tersentak saat asyik Selvi dengan Vino.


"Raihan..!"


"Aku kira kabar yang berhembus tentang dirimu itu adalah kabar burung. Ternyata benar kamu adalah sugar baby dari pria tua ini bukan?"


"Apa urusanmu?" Sergah Vino.

__ADS_1


"Tentu saja Nova itu menjadi urusanku. Kalau dia mau memilihku, aku bisa membayar tubuhnya seharga yang kamu berikan kepadanya." Sarkas Raihan membuat darah Vino mendidih.


"Apa kau bilang?"


Buk...buk...


Vino menjadi kalap saat Nova di hina.


"Kak. Lepaskan dia!" Pinta Nova ketakutan.


"Dia telah menghinamu, dan aku tidak mau wanitaku dihina oleh pria yang bermulut sampah seperti dia sekalipun kamu itu pelacurku."


Buk...buk...


Raihan menonjok juga wajah Vino saat pria tampan itu lengah. Akhirnya keduanya berkelahi membuat Nova kebingungan untuk meleraikannya.


Nova yang melihat keadaan Raihan yang payah menghampiri pria yang telah menghinanya itu.


"Baby. Tinggalkan dia!"


"Tapi dia berdarah kak."


"Aku juga berdarah, baby. Apakah kamu tidak lihat?"


"Tapi luka Raihan lebih parah daripada dia." Ucap Nova membuat Vino makin terbakar cemburunya.


"Baby. Kamu mau urusin dia atau aku, hah?" Bentak Vino lalu meninggalkan Nova yang masih kuatirkan Raihan yang terlihat parah.


"Raihan. Kamu langsung ke klinik atau ke rumah sakit ya. Aku pergi dulu." Ucap Nova lalu mengejar Vino yang sudah meninggalkan dirinya begitu jauh.


"Sial...! Apakah aku terlihat sangat tua sehingga tidak pantas mendampingi Nova?" Umpat Vino yang sudah berada di dalam mobil.


Nova masuk ke mobil itu sambil mencari kotak p3k yang ada di dalam mobil itu.


"Daddy. Nova obati luka daddy ya?"


"Tidak usah! Urus saja pria mu itu. Mungkin kamu lebih pantas menjadi kekasihnya daripada aku yang hanya sugar baby kamu." Omel Vino sambil memegang rahangnya yang sakit.

__ADS_1


"Apakah dia sedang cemburu padaku?" Nova tersenyum hampir tak terlihat.


__ADS_2