Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Tubuh Baru Lagi


__ADS_3

        Masa kini,


Dalam sebuah rumah mewah besar, terlihat sepasang suami istri yang sudah berumur duduk santai menikmati  suasana sore. Ia adalah Simon clark dan istrinya Clara.


Lelaki  yang sudah tua itu akhirnya pensiun dari pekerjaannya sebagai seong CEO dari perusahaan raksasa miliknya, perusahaan  besar pembuatan mesin mobil dan mesin pesawat.


Ia memutuskan pensiun setelah putra semata wayangnya siuman, ia akhirnya terbangun dari koma setelah satu tahun berbaring. Putranya Egdan Clark mengalami kecelakaan tunggal saat pulang dari bar, tetapi saat ini lelaki berkulit putih berwajah tampan itu sudah terbangun dari tidur panjangnya.


”Agdan, jangan bekerja terlalu keras, nanti asisten ayah akan membantumu”


“Baik Ayah, tetapi aku tidak bisa mengingat satupun tentang semuanya”


“Ayah tahu, kecelakaan yang kamu alami saat itu sangatlah  parah, benturan di kepalamu merusak sebagian tempurung kepalamu, ayah berpikir kalau kami tidak melihatmu lagi, tetapi yang kamu alami saat ini semua itu anugrah dari Tuhan,” ujar lelaki berambut putih itu


“Iya, sayang. Jangan capek-capek dulu,’ ujar wanita cantik disampingnya


                            *


Dewa menuruti apa yang dikatakan Boas, setelah semua ingatannya di hapus, kini ia menempati tubuh seorang lelaki mudah ber-usia 27 tahun.


Harusnya lelaki itu sudah meninggal karena kecelakaan yang dialami sangat parah, tetapi yang Maha kuasa sangat kasihan pada orang tua, dari lelaki tersebut hingga menghidupkan tubuhnya dan di isi dengan jiwa Boas.


Kini ia memiliki kehidupan yang baru, berada dalam keluarga yang dipenuhi cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, istrinya yang bernama Kelly sangat mencintainya.


Dalam keluarga  itu Egdan adalah anak satu-satunya dan pewaris tunggal dari perusahaan besar milik keluarga Clark.


Anak lelaki yang jadi pengganti ayahnya dalam meneruskan dan  mengelola perusaan itu mengalami kecelakaan berat, bahkan tidak ada harapan untuk bisa hidup. Namun kedua orang tuanya memohon dengan tulus pada Tuhan, agar anaknya tetap hidup. Orang tua itu bahkan memohon pada yang punya hidup agar mengambil nyawanya  untuk mengantikan putranya. Satu tahun berlalu, tidak terjawab, pada permohonan kedua,  ia meminta nyawanya dan nyawa istrinya untuk  untuk di tukar agar anak mereka hidup.


Tuhan merasa kasihan, lalu memasukkan jiwa Boas kedalamnya, pada akhirnya Egdan hidup, kebetulan nama  mereka sama.


“Biden, marilah sekarang,"ujar lelaki tua itu memanggil seseorang lewat sambungan  telepon.


“Tenanglah, anakku jangan berpikir hal -hal yang berat dulu kita mulai dar yang ringan,” ujar Clara.


“Saya adalah ibumu dan ini adalah istrimu namak Kelly”


Egdan terlihat  mengangguk mencoba memahami keadaan,


Di kehidupan saat itu, waktu diputar saat Boas Egdan  berada di rumah sakit.


Ini hari pertama Egdan keluar dari rumah sakit , sebelumnya ia terbaring koma di rumah sakit dengan waktu yang sangat lama, sampai dokter mengatakan kalau ia tidak punya harapan untuk hidup. Namun , kali ini, ia bisa mengerakkan  sebagian bagian tubuhnya walau ia harus  duduk di kursi roda.


Mereka tidak tahu kalau Egdan sudah menghabiskan hidupnya, hidup sebagai Davino di masa depan.


Egdan sudah berada dalam dunia yang sangat moderen saat itu, di satu negara yang  tidak menyembah Dewa lagi. Namun, memiliki agama yang lebih moderen .


“Nak. Biden akan menjemputmu ke sini dan akan   membawamu ke pertemuan, karena Ayah sangat membutuhkan bantuan mu untuk ada di sana”


“Apa ada masalah perusahaan Ayah?”


“Iya, para pemegang saham meminta untuk pemimpin  Baru”


Saat  putranya Egdan mengalami kecelakaan tepat sebelum penobatan pemimpin baru, banyak pihak menduga kalau ada yang sengaja memutus rem mobil Egdan. Simon juga yakin akan hal itu, kerena banyak pihak yang menolak Egdan sebagai pemimpin baru  di perusahaan besar itu karena ia masih muda.


Saat itu Simon berpikir usia bukanlah  jadi  penghalang untuk menjadikan seseorang  jadi pemimpin, ia sudah melatih putra tunggalnya sejak ia masih kecil, melatih untuk  seorang pemimpin.


“Perusahaan kita sedang mengalami gejolak, Egdan, orang-orang jahat itu ingin mengusir ayahmu dari perusahaan miliknya”


“Sejak kamu berbaring di rumah sakit mereka  mencari orang untuk mengantikan  posisi ayah” Kelly istrinya ikut menjelaskan


Karena kebaikan hati Simon dan istrinya, Pemilik Alam Semesta  mengirim jiwa  mengikuti tubuh putranya.

__ADS_1


“Baiklah, saya akan ikut,” Egdan dengan tegas. “Aku juga ingin melihat orang seperti apa mereka yang berani mengusir ayah dari perusahaannya”


                                         *


Tiba di gedung tinggi, itu adalah gedung atau kantor. Mata semua pegawai kantor menatap dengan tatapan tidak percaya saat, sudah pulih dan sudah bisa masuk kantor, walau masih menggunakan kursi roda.


“Pak, nanti saat  kita ada di ruang pertemuan tidak usah menyapa mereka,” ujar Biden .


“Kenapa seperti itu”


Lelaki  bertubuh tinggi itu menarik nafas panjang, menurut penuturan Clara ibunya, Biden sudah lama jadi asisten pribadi, dari Edgan, itu artinya ia semua tahu hal buruk apa yang sudah dihadapi Bosnya.


“Mereka semua akan menertawakan mu lagi Tuan dan  mereka belum mau menerima sebagai pemimpin”


“Baiklah, aku akan buktikan pada mereka semua kalau saya mampu jadi pemimpin,” Ujar Boas dengan sangat yakin.


“Tapi Pak, mereka akan menghinamu lagi saat seperti dulu, lebih baik kita tidak usah masuk”


“Lah, gak masuk, kamu dengar sendiri, kan, tadi ayahku ngomong apa di rumah dia butuh bantuanku di ruang rapat”


“Tapi saya hanya mengingatkan Pak, lebih baik kita pergi, tidak usah ikut mencampuri urusan kantor”


Boas merasa ada yang aneh dengan asistennya, yang katanya sudah bertahun-tahun mengawasinya. Walau ia  lupa ingatan tetapi Egdan  penghuni tubuh itu orang yangs sangat cerdas.


”Biden, kamu sudah  berapa bekerja untukku selama ini?”


“Dari mulai aku masuk  hingga saat ini, totalnya lima tahun Pak”


“Oh , itu artinya sebelumnya kamu sudah bekerja dengan saya tiga tahun iya? Apa saja yang kita lakukan?”


“Kamu pekerja keras. Namun, pejabat dan pemegang saham di perusahaan menolakmu, jadi sering sekali Bapak tidak percaya diri untuk melibatkan diri dalam hal rapat besar seperti ini”


“Pak Simon orang yang sangat baik Pak”


“Maksudnya? Bukankah menjadi orang baik itu justru bagus?”


“Untuk memimpin perusahaan besar dibutuhkan keberanian dan kadang kejam, tidak cukup hanya baik Pak, Pak simon terlalu baik dan sering tidak di hargai”


Mendengar hal Itu Egdan merasa marah, akhirnya ia tahu kenapa ayahnya terlihat sangat sedih dan tertekan saat ia pulang dari rumah sakit.


“Baiklah, bawa aku ke ruangan itu sekarang juga, saya ingin mengejutkan mereka semua”


“Tapi Pak, apa mental bapak sudah kuat”


“Dengar Biden, saya tidak ingat orang seperti apa aku di masa lalu, tetapi saat ini, aku tidak pernah takut dengan apapun,” Edgan dengan yakin.


Perusahaan ‘Cluden Otomotif’ sebuah perusahaan yang memiliki cabang di di berbagai  negara. Ada banyak pihak yang terlibat di dalamnya.


                                       *


        Kreaaak …!


Suara  pintu ruang rapat terbuka, semua mata tertuju pada Biden yang mendorong  kursi roda ke ruang rapat, mereka semua tertawa kecil seperti semua ejekan.


“Pak Simon, apa kita belum memulai acaranya, saya pikir semua orang sudah berkumpul”


“Iya saya pikir juga seperti itu, bahkan putra anda yang cacat ini sudah ada di sini,” ujar seorang  lelaki yang masih mudah.


Edgan menoleh kearah Simon ayahnya, wajah terlihat tertekan,  suara-suara ribut di kursi membuat wajah lelaki tua itu  berat.


Egdan menggerakkan  kedua kakinya sudah bisa di gerakkan, otot kaki itu sudah merespon perintah dari otaknya , sebelumnya tidak bisa sama sekali masih kaku karena terlalu lama  terbaring dalam ranjang.

__ADS_1


“Baiklah, mari kita mulai,” ujar ayah Egdan dengan suara  pelan.


“Baiklah, bukannya  dari tadi”


Para peserta rapat itu  mulai mengeluarkan suara-suara sumbang, mereka tampak mengoceh tidak jelas, mereka tidak menghargai ayahnya sebagai Direktur utama  perusahaan itu,.


“Kenapa semua orang di sini tampak masih muda-muda?” bisik Egdan pada Biden.


“Mereka adalah  generasi ketiga sama seperti bapak, itulah yang mereka permasalahkan”


“Mereka ingin Pak simon berhenti jadi pemimpin dan ke pemimpinan di berikan ke generasi  ke tiga”


“Ayah mereka kemana?”


“Ada sebagian ikut ada yang  hanya mempercayakan semuanya pada anak-anak mereka”


“Dasar anak-anak yang tidak punya sopan santun pada orang tua” Egdan mendesis  kesal.


“Pak,  persiapkan mental mu”


Setelah pembukaan dan pembacaan pendapatan tahunan , wajah mereka  kesal dan marah-marah, karena pendapatan tahunan perusahaan sangat menurun dari dua tahun sebelumnya. Terlihat dari grafik yang terpampang di layar yang dipancarkan melalui layar proyektor.


“Bagaimana anda menjelaskan ini?” tanya seorang pemegang saham dengan nada menggertak.


“Iya, kalau bapak tidak bisa mengatasinya kenapa tidak mundur saja, kalau terus-terusan seperti ini lebih baik saya menarik saham saya”


“Iya kalau bapak tidak mundur saat ini juga, kami akan mundur!” teriak yang lain.


Simon Clark duduk tidak berdaya, rupanya dalam ruangan itu, tidak ada satupun yang mendukungnya.


‘Kasihan sekali ayahku, apa dia selama ini?’ Egdan membatin, ingin rasanya menampar  orang-orang yang dalam ruang rapat itu.


“Baiklah, saya mengakui kalau pendapat perusahaan kita mengalami penurunan penghasilan, tetapi itu karena saya tidak fokus, karena sejujurnya salam dua tahun itu pikiranku terfokus pada kesehatan putraku, tetapi saya bersyukur saat ini ia  sudah pulih dan-”


Belum juga ia menyelesaikan kalimatnya seorang yang duduk dalam ruangan itu, memotong kalimat Pak  simon dengan kalimat-kalimat merendahkan,


“Jangan katakan anakmu yang cacat itu yang akan menggantikan posisimu!” Teriak seorang yang mudah pada Simon.


Egdan merasakan bagian dadanya panas bagai terbakar ketika semua orang meneriaki ayahnya yang malang.


“Iya, saya akan akan mengantikan, Ayahku” Egdan berdiri.


Tiba-tiba semua orang terdiam dan terplonggo saat Egdan berdiri di samping ayahnya.


“Egdan …?” suara Simon lirih air matanya tumpah melihat putranya berdiri dan mampu membelanya di depan para  semua orang.


“Oh, rupanya anda sudah bangun,  memang nya apa yang anda bisa lakukan setelah tertidur selama hampir dua tahun”


“Tentunya berbenah dan memperbaiki kesalahan dan menendang orang seperti anda  dari perusahaan ini”


Mereka semua diam, karena Egdan Clark yang sekarang sangat berbeda berwibawa tegas dan pintar.


“Kamu belum tahu siapa saya”


“Saya  tahu kamu, kamu hanya anak kecil yang tidak punya sopan santun pada orang tua. Dengar semua! Ayah saya masih pemimpin di perusaan ini, perusahaan yang di dirikan oleh kakek saya di wariskan ke ayah saya, dan saat ini akan saya kendalikan. Apa ada yang ke beratan? Jika anda ingin minggat dari perusahaan ini dengan senang hati akan saya persilakan.


Muda bagiku mendapat kerja sama dengan banyak perusahaan, Karena saya sudah muak dengan kalian semua, jika ada yang ingin keluar  maka keluar saat ini juga, saya beri anda kesempatan!”


‘Pak Egdan … apa itu benar- benar dia?’ Biden sampai melongo  kerena Egdan yang sangat ini sangat berbeda dengan Egdan dua tahun lalu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2