Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Manusia VS Dewa


__ADS_3

Mendapat serangan mendadak Dewa Api, Boas terluka di bagian dada, mereka berdua sama-sama lelaki yang keras kepala, ia mengarahkan pedangnya, tetapi bukan untuk melawan Dewa Api, ada hal besar yang ia rencanakan untuk Dewa Api.


“Baiklah, jika kalian ingin bertarung, bertarunglah, lakukanlah secara gentelemen layaknya lelaki,” ujar Dewa tertinggi


“Kamu hanya manusia yang lemah, sangat muda mengalahkan mu, jika kamu tidak menggunakan batu kristal biru” ujar Dewa Api.


Ia tidak tahu kalau Boas memilki ilmu tapak Dewa yang diberikan seorang biksu suci saat mereka berada di kerajaan putri Isabela.


Tetapi Boas ingin melihat sekuat apa Dewa api, dengan kekuatan apinya.


“Walau kamu seorang Dewa, tetapi ketamakanmu dan perbuatan hina yang kamu lakukan membuatku tidak akan pernah menghargai mu sebagai Dewa, tidak ada Dewa yang berbuat seperti itu karena iri”


“Tutup mulutmu, saya hanya benci dan marah padamu, setelah semua yang kamu lakukan pada Torax, kamu masih mau menggunakan kekuatan batu itu, dan membuat kamu semakin kuat, hal itulah aku melakukan itu”


“Iya terimakasih atas pengakuan mu, semoga Dewa besar juga mendengar pengakuannya,” ucap Boas tersenyum licik.


Sudah sangat lama ia menunggu pertarungan seperti saat itu, karena Dewa Api selalu menyepelekannya.


“Iya, aku sangat sangat membenci manusia seperti kamu, yang punya sikap sombong angkuh, seakan-akan kami Para Dewa di bawah perintah mu”


“Itu tidak benar, saya tidak membenci semua Dewa, tetapi aku sangat membencimu”


“Ok, kalau kamu ingin mencoba kekuatanku dan kemarahan, kekuatan apiku maka rasakan ini’


Dasss ….!


Sebuah lidah api menyambar tubuh Boas, membakar tangan kanannya, ia menggeleparkan tangannya untuk memadamkan api di tangannya api.


Ia belum mengeluarkan jurus andalannya, ia hanya akan bertahan dan mempelajari kekuatan Dewa Api, Dewa api mengayunkan tongkat sakti miliknya, sebuah tongkat yang memilik tiga ujung tombak sepertI garpu, dari ujung tombak keluar api yang di sebut dengan api abadi, yang yakini bisa membakar isi dunia dengan tongkat saktinya.


Dengan cepat Boas menangkis serangan dari tongkat Dewa Api , ia membangunkan perisai perlindungan berlapis-lapis, hingga serangan api dari tongkat Dewa Api seolah tidak berguna

__ADS_1


Dewa Api semakin marah karena manusia yang ia sepelekan bisa menghindarinya dan seolah-olah tidak takut dengan serangannya.


Maka di sinilah, harga dirinya akan dipertaruhkan, karena semua Dewa melihat dan menonton mereka berdua, jika ia kalah dari seorang manusia maka ia akan kehilangan wibawanya pada semua Dewa yang ada di ruangan itu.


Menang saja ia akan merasa malu, karena tidak sepantasnya Dewa dan manusia bertarung, karena menurut Para Dewa langit, manusia di bawah kuasa Para Dewa, jadi tidak seimbang jika Manusia bertarung dengan mereka, mereka yakin apa yang di miliki manusia seperti kepintaran, kekuasaan dan kekuatan semuanya dari Dewa.


Jadi kalau Dewa Api akan kalah dari Boas, maka istana langit akan gempar. Namun, bukankah Para Dewa mengatakan kalau kesombongan awal dari kehancuran. Saat itu Dewa Api terlalu menyepelekan Boas.


“Hiaaak …!”


Ia mengeluarkan kekuatan besar elemen api dan menghancurkan perisai milik Boas. Namun lelaki itu sudah bisa membaca. Sebelum perisai miliknya hancur, ia terlebih dulu keluar dari bawah tanah.


Jika Boas marah, akan menambah kekuatannya. Namun jika Dewa Api marah, akan menguras energinya, dan hal itulah yang di lakukan Boas, ingin mempermalukan Dewa Api karena kesombongannya dan ingin melihat sampai mana kekuatan Dewa bertubuh kekar itu.


Kekuatan Boas masih jauh di bawah dewa api, ia hanya bisa menang jika ia menggunakan batu kristal biru, tetapi ia tidak menggunakannya kali ini, ia menempati janjinya kalau ia bisa menang mengalahkan Dewa tanpa batu ajaib itu.


“Kamu …!”


“Ayo Dewa, apa hanya itu kekuatanmu? Bukankah kamu salah satu dewa terkuat di sini”


Boas memancing ia marah.


‘Apa yang akan di lakukan anak ini?’ Dewa tertinggi bahkan tidak tahu apa yang akan direncakan Boas untuk Dewa Api.


Semua mata masih tertuju pada mereka berdua, tidak ada yang tahu apa yang akan di lakukan Boas pada Dewa pembencinya itu. Tetapi Dos yang sudah mengabdi pada Boas selama ratusan tahun, tahu apa yang ingin di rencanakan Tuanya. Ia ingat sebuah buku rahasia Dewa yang di baca Boas saat itu.


‘Apa kamu ingin melihat kelemahan Para Dewa Tuan?’ Dos berucap dalam hati.


“Berhentilah dan bertarung denganku kalau kamu memang sudah merasa kuat,” ujar Dewa mulai kehabisan kesabaran melihat Boas yang hanya bisa menghindari dan menangkis serangan.


Namun, Boas belum membalas ia makin merasa ia sedang dipermainkan, berpikir kalau Boas sengaja mempermalukannya di depan sesama para Dewa, terutama di hadapan Dewa tertinggi.

__ADS_1


Ia mengepal tongkatnya dengan kuat, ia sadar kalau ia hanya di permainkan seorang anak manusia.


“Aku pikir kekuatan Dewa Api itu besar, ternyata kekuatan Dos jauh lebih kuat.”


“Kamu …. Kamu ingin melihat aku marah?” ucap Dewa Api dengan kedua telapak tangan bergetar siap meledakkannya.


“Aku hanya ingin mengukur kekuatan dewa api yang selalu menganggap ku musuhnya, dan menganggap sampah, aku ingin tahu apa Dewa api lebih kuat dari Dos, apa bukan”


“Dia hanya binatang buangan di istana ini, sedangkan saya seorang Dewa yang bisa menghancurkan manusia sepertimu dengan hanya satu pukulan,” ujarnya dengan sombong.


Semua Dewa saling menatap saat Dewa Api sudah mulai melewati batas sebagai seorang Dewa , Boas hanya ingin mempermalukan Dewa api dengan begitu ia punya alasan melawan Dewa sombong itu.


“Oh, ayo tunjukkan kekuatanmu padaku Dewa penguasa api, apa apimu bisa membakar tubuh ini?’ Boas mendekatkan tubuhnya seolah-olah ia menantang.


“Haaa … kamu membuatku sangat marah anak manusia”


Tubuhnya membesar sebesar raksasa kekuatan sesungguhnya, ia perlihatkan,


‘Oh, jadi kekuatan yang miliki Dewa api?’ Boas membatin, ia tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun, tetapi ia sangat senang karena buku yang ia baca benar.


‘Jadi buku rahasia dewa yang aku baca benar, adanya’ Boas tersenyum kecil, ia membaca buku rahasia para Dewa saat ia berada di kuil suci di kerajaan Isabela.


“Kemari kamu anak manusia, kamu membuatku marah”


Ia ingin menyerangnya, baru saja ia ingin mengalahkan dengan jurus yang sudah ia pelajari. Namun, Dewa tertinggi berdiri dan menghentikan pertengkaran antara Boas dan Dewa api.


“Sudah cukup, kalian bukan bertarung secara lelaki tetapi malah saling merendahkan, itu bukan sikap yang diteladani Dewa” ujar Dewa tertinggi


Bersambung ….


Kasih bintang dan bantu review juga, beri komentar dan masukannya iya, baca juga ceritaku yang lain ya

__ADS_1


__ADS_2