Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Surattan Takdir


__ADS_3

Masalah pekerjaan bisa diatasi dengan baik, sudah dua minggu sejak Egdan memasukkan istrinya ke penjara dengan tuduhan penipuan dan  percobaan   ingin menghilangkan nyawa Egdan.


Egdan tidak perduli dengan tatapan semua orang padanya  karena ia memenjarakan istrinya sendiri. Namun semua  diam saat Egdan membuat gebrakan besar.


Bahkan ia bisa menguasai saham perusahaan milik ayahnya sebesar delapan puluh persen, jadi tidak ada lagi yang berani  mengusik kepemimpinannya.


Saat ia meminta Dewa untuk tidak mempertemukannya dengan Dr. Tivani hal itu berhasil, saat ia ingin kontrol mata ke dokter yang merawatnya bukan Dr. Tivani lagi, ia sudah dipindahkan ke luar kota.


‘Aku yang meminta untuk menjauhkan dia dariku tetapi kenapa malah aku yang merindukannya lagi, ini tidak adil aku tidak mau menderita sendirian.


                                                              *


Egdan melakukan tugas dengan baik, sebagai pemilik tubuh itu Egdan  melakukan apa yang selayaknya di lakukan olehnya; Mengurus orang tuanya, mengurus perusahaan dan mengurus diri sendiri.


Pagi itu  untuk mendapatkan tubuh sehat ia olah raga, ia berlari mengelilingi danau di taman di samping rumah mereka, sebuah danau buatan yang sangat sejuk yang di tumbuhi banyak pohon-pohon hijau


Saat berlari kecil ia berpapasan dengan Tivani dengan tunangannya, bahkan Tiba-tiba ia merasa marah dan cemburu saat lelaki itu menggenggam tangan Tivani,


“Pak Egdan apa kabar, lama tidak bertemu”


Matanya menatap tajam pada lelaki di samping Tivani,


“Iya, aku lagi sibuk”


“Oh, ini calon suamiku” Tivani memperkenalkan lelaki yang  jadi tunangannya.


“Haik, Hai saya Leo”


“Iya,” ucap Egdan menghiraukan uluran tangan Leo, jelas sekali ada rasa cemburu  di matanya.


Mereka berdua saling melirik,


‘Ada apa dengan orang ini, apa salahnya menyapa  dengan baik-baik’ ucap Tivani dalam benaknya.


“Sayang, ayo sepertinya  Pak Egdan nya lagi sibuk, kita pulang saja,” ujar Vani merangkul lengan Leon dengan erat.


‘Harusnya aku yang di sana, apa kamu masih mengingat kalau kita punya hubungan? bahkan kita hampir punya anak’ Egdan  membatin ia marah saat ada orang lain memegang tangan Tivani.


Dalam penglihatan Egdan saat ini, Tivani hadir sebagai Shena wanita yang pernah hadir dalam hidupnya. Tivani dan tunangannya melanjutkan lari pagi.


“Apa ada masalah lagi dia dengan kamu, perasaan dari dulu hubungan kalian berdua tidak pernah akur, dialah yang marah ke kamu kamulah yang marah dengannya , begitu saja terus,” protes Leo dengan nada bercanda.


“Entahlah, mungkin di  kehidupan dulu aku punya masalah denganku”


Jika mereka berdua bercanda  terlihat senang , Namun , tidak begitu dengan Egdan, ia duduk tidak bersemangat di tepi danau menatap  kosong ke arah danau yang tenang itu.

__ADS_1


‘Bagaimana kalau dulu aku memilih Shena dari pada batu itu,  mungkin saat itu aku sudah melihat bagaimana wajah anakku dari Shena. Tapi saat itu aku di hadapkan dengan pilihan yang sulit.


‘Aku terlalu lelah menjadi manusia yang abadi itulah sebabnya kau memilih batu kristal dari pada Shena, bahkan aku  menunggu waktu yang tepat untuk aku terlahir kembali. Tetap apa ini? Aku bertemu dengannya lagi di waktu yang tidak tepat’


Saat ia duduk sebuah bayangan putih turun dari langit dan duduk di sampingnya  Dewa kehidupan itu muncul  lagi.


“Jangan  marah, saya sudah melakukan apa yang  seharusnya aku lakukan, tetapi ada bagian dari dirimu yang tidak bisa kami kendalikan,” ujar lelaki berjubah putih.


“Lalu apa yang aku harus lakukan?”


“Hadapi kenyataan hidup lakukan yang terbaik, semua akan berlalu kamu akan menua. Tubuh yang kamu pakai saat ini adalah identitas jadi dirimu, jalani hidup dengan hukum berguna di dunia”


“Biarkan Shena dengan kehidupannya, ia sudah bahagia dengan orang yang ia cintai, jangan melakukan hal yang melanggar hukum ala dan hukum  dunia”


“Baiklah, jangan khawatir”


“Kamu sudah melakukan hal baik dengan membantu orang tua itu untuk mempertahankan apa yang menjadi miliknya dan kamu juga menghukum para manusia nakal itu”


“Baik, aku akan mencoba melupakannya dan mencari wanita yang lain”


“Iya, cobalah membuka hati untuk wanita yang lain, habiskan sisa hidupmu  dengan baik di dunia ini”


                           *


Setelah beberapa bulan Shena di pindahkan ke luar kota, saat ini justru Shena membuka praktek dokter bersama tunangannya tidak jauh dari kantor Egdan.


Bahkan jendela kaca ruangan Egdan  terlihat jelas kalau Dr Tivani sedang merawat pasien.


“Bagaimana aku melupakanmu Shena kalau setiap saat kamu berada di depan mataku, takdir hidupku sungguh memilukan selalu mengalami hukuman yang berat, di masa lalu aku di hukum bahkan saat ini sepertinya aku juga mendapat hukuman.”


Saat ia sedang melamun, tiba-tiba gelas di atas mejanya tumpah ke berkas dia atas meja dengan cepat ia membereskan, ia tidak sengaja menyenggol gelas berisi kopi panas dan tidak sengaja ia tergelincir karena menginjak  pulpen lalu tubuhnya terhempas dan lengannya terluka terkena pecahan gelas.


Mendengar suara  gaduh di ruangan  atasannya Rose sang sekretaris mengetuk pintu.


“Pak Egdan apa bapak baik-baik saja?”


Tok … Tok ….!


“Masuklah Rose tolong bantu saya”


Ia masuk dan matanya melotot panik karena Egdan memegang lengannya yang terluka dan banyak mengeluarkan cairan merah.


“Pak  Egdan apa yang bisa aku bantu Pak?”


“Tolong panggilkan Sean, agar membawaku ke dokter”

__ADS_1


Dengan sikap buru-buru Rose menelepon Sean, ia adalah asisten baru untuk Egdan setelah memenjarakan Biden lelaki yang mengkhianati dirinya dan kelurga, bahkan yang lebih gilanya istrinya ikut bekerja sama mengkhianati.


Tidak lama kemudian Sean datang ia seorang anak muda bertubuh tinggi besar. “Ada apa Bu?”


“Tolong bantu bawa  Pak Egdan ke klinik di samping kantor”


Egdan tidak bisa membantah, tangannya terasa sangat sakit sampai-sampai ia tidak bisa mengucapkan kalimat.


Saat tiba di klinik saat itu kebetulan lagi sepi  dam Leo sedang ada pekerjaan di luar kota jadi di klinik hanya ada Dr. Tivani dan dua perawat.


“Apa yang terjadi?” Tivani dengan sigap memotong lengan kemeja di mana lengan Egdan.


“Bapak tergelincir di ruangannya Dok, saat dia terjatuh ada beling  di lantai dan melukai lengannya.” Sean menjelaskan dengan panjang lebar dan Dr. Tivani menjahit lengannya yang robek.


Saat hati ingin menjauh tetapi takdir selalu mempertemukan, maka saat ini Egdan hanya bisa menatap wajah Tivani dengan diam-diam ada rasa sakit dalam hatinya saat mata mereka berdua saling bertemu.


‘Aku minta maaf Shena, aku minta maaf karena aku menyakitimu di masa lalu’ujarnya dengan mata berkaca-kaca.


  Bersambung..


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TAMAT)


-Manusia Titisan Dewa(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (TAMAT)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)

__ADS_1


__ADS_2