
‘Aduh apa yang harus aku lakukan? ia tidak mau bangun’ Boas membatin kesal.
Sudah hampir sepuluh menit ia membujuk tongkat miliknya untuk bangun, tetapi tidak berhasil, dengan wajah kecewa ia mendekati kaki Shanam, dengan hati-hati ia membuka kaki itu lebar, lalu ia menemukan lubang goa yang lembab di bawah sana.
Dengan napas ter je dah, ia memasukkan satu jari ke liang yang dipenuhi rumput-rumput lebat itu, satu jari masuk belum terasa , tubuh wanita itu hanya merespon sedikit mengerang kecil, dan tubuhnya hanya bergerak sedikit.
"Ah, gila kenapa punyaku tidak bisa diajak kerja sama, ayolah beri ia sekali," ujar Boas bicara pada dedek juniornya, tetapi sayang ia tidak merespon ada apa dengan planet ini, kenapa milikku di buat loyo sejak berada di sini, apa mungkin semua pria di planet ini merasakan hal sama, maka itu mereka semua mandul?"
Kening sudah dibanjiri keringat, detak jantungnya semakin berdetak dengan kencang, rongga dada terasa sempit, bahkan hanya untuk menarik napas saja ia merasa susah, karena rasa sesak yang sudah mendominasi, gugup malu,merasa lelaki yang impoten.
Lalu untuk usaha terakhir terbesit dalam pikiran, ia tidak mampu melakukannya, maka ia harus melakukannya dengan cara yang sedikit lebih memalukan,
ia semakin merasa gugup panik takut, hingga ia memasukkan tiga jari besarnya sekaligus.
“Aaah sakit …!”
Teriak Shanam kaget, seiring dengan cairan merah mengotori seprai dalam ranjang,
“A-a-apa yang kamu lakukan?” tanya Shanam dengan wajah pucat karena luka di perut, tetapi ia juga menerima luka robek di bagian intinya.
“Maaf,” ujar Boas mundur dan membersihkan bercak di tangannya.
“Maaf kamu bilang? tetapi kamu menyentuhnya dan menyakitiku!”
“Itu demi kebaikanmu, sebelum iblis itu melakukan ritual nya, aku menggagalkannya dengan cara merobek milikmu”
“Tidak bisakah kamu melakukannya dengan pelan, ta-ta-tapi kenapa kamu menggunakan jarimu, kenapa kita tidak melakukannya dengan layaknya hubungan badan
yang normal, kenapa harus pakai jari-jari tanganmu?”
Boas diam, tidak ada hal yang lebih memalukan mengatakan kalau burung miliknya tidak mau bangun, ia merasa wajahnya panas. Boas tidak menjawab pertanyaan Shanam, ia memilih diam dan mengganti pakaian miliknya, ia mengambilnya dari lemari milih Shanam.
“Hei, kamu belum menjawab pertanyaan ku, dan kamu juga memakai milik orang lain dengan sembarangan, kamu pencuri”
“Pencuri lebih baik dari seorang pendusta seperti kamu”
“Dusta apa, Oh tentang pernikahanku yang mendadak”
“Aku tidak perduli dengan siapa kamu menikah dan dengan siapa kamu menyerahkan tubuhmu, Aku hanya perduli pada batu kristal ku, kamu bilang kalau ibumu meninggal saat melahirkan mu, dia mati karena sudah tua, manusia bumi lebih pendek umurnya dari kalian, tetapi aku manusia abadi”
“Apa maksudnya?”
__ADS_1
Boas akhirnya menceritakan semua kisah perjalanan hidupnya pada Shanam,
“Iya, dia ibuku. Aku punya harapan besar untuk menghidupkan mereka berdua, tetapi harapan itu sirna saat kamu mendatangi tempat itu”
“Harusnya kamu senang, aku datang menyelamatkanmu , karena dengan begitu kamu tidak ditiduri iblis yang meminjam wujud bangsamu”
“Terus apa bedanya dengan kamu, memasukkan jari-jarimu ke milikku tanpa meminta izin” seringai Shanam menatap Boas dengan tatapan sinis, tatapan yang dipadukan dengan tatapan intimidasi.
“Aku sudah bilang aku ingin membatalkan ritual iblis itu”
“Apa kamu seorang lelaki yang normal?”
Mendengar itu tiba-tiba Boas merasa bagian dadanya seolah dipukul dengan benda tumpul, jantungnya tida berdegup kencang.
Duuug ….
Istirahatlah, agar kamu pulih, percaya lah iblis itu sudah tidak menginginkan tubuhmu lagi, karena aku sudah mengambil apa yang di inginkan”
“Kamu tidak mengingikannya, tetapi kamu merusak dan menyakiti mahkota berharga milikku, kamu harus bertanggung jawab,”ujar Shanam menuntut pertangungjawaban padanya, inilah yang tidak ia sukai, sebuah ke terikatan atau imbalan.
“Maaf, aku tidak ingin melakukannya denganmu, hanya keadaan terpaksa aku melakukanya”
“Tidurlah denganku dan berikan aku keturunan , maka aku akan memberikan batu itu padamu”
Satu penawaran yang sederhana dan tentu mengiurkan bagi seorang pria, tetapi, justru permintaan itu membuat boas merasa tersiksa.
“Aku tidak bisa melakukannya,” ucapnya dengan lemah.
“Kenapa? Kamu bilang batu kristal itu barang yang paling berharga untuk mu, bagiku yang berharga kakak ku dan ibuku, aku hanya ingin menghidupkan mereka kembali, agar aku bisa melanjutkan pernikahan kami’
”Kamu salah, orang sudah mati tidak bisa dihidupkan oleh seorang iblis, kecuali jika dilakukan Dewa, kenapa kamu tidak meminta pada Dewa mu?
Ia mungkin bisa menghidupkannya, meminta pada iblis adalah salah, nanti tubuh mereka hidup, tetapi jiwa atau roh ia yang menjalankan.
Apa kamu mau hanya tubuhnya yang bergerak seperti mayat hidup tetapi pikirannya isinya iblis?”
Shanam mencoba mencerna apa yang dikatakan lelaki yang bersikap acuh itu.
“Kalau begitu, tidurlah bersamaku berikan aku keturunan dan aku akan memberikan batu kristal itu padamu, aku sudah tidak membutuhkannya lagi, karena … mereka tidak bisa di hidupkan lagi seperti katamu,” ujar Shanam dengan tatapan memburu.
Boas merasa tercekat, ia tidak mampu menjawab permintaan wanita. Lidahnya terasa kaku dan pikirannya semakin buntu, belum lagi rasa sakit di lengannya yang ditombak wanita itu juga.
__ADS_1
“Tidurlah agar lukamu pulih.” Boas lagi-lagi tidak menjawab.
“Aku tidak akan menahan mu di planet ini, setelah aku hamil, kamu boleh membawa batu kristal itu,” ujar Shanam, menjadi seperti pembicaraan yang serius
Boas diam, ada perasaan bergejolak di dalam dadanya sangat mendengar tawaran Putri Shanam.
‘Apa ia serius?’ Boas membatin.
“Aku tidak bisa tidur dengan wanita yang tidak aku cintai”
“Munafik!” Shanam mendengus kecil.
“Aku tidak ingin membahas hal yang lain, aku terluka,” kilah Boas mencari alasan.
“Aku tidak memaksamu untuk menikahi ku, karena semua orang sudah mengetahui kalau saya sudah menikah, walau kalian sudah membakar suamiku tadi”
“Kamu menikah dengan mahluk, Payah” Boas kesal.
"Baik, aku katakan sekali lagi, tidur denganku,maka batu kristal yang kamu cari, akan aku berikan.
Bersambung …
Bantu dukung iya gaes kasih bintang yang sebanyak-banyaknya jika kalian suka cerita ini agar bisa masuk rank, terimakasih.
Bersambung ….
Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, kasih hadiah juga agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari
Baca juga karyaku yang lain ya.
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (on going)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)
__ADS_1