
“King, ini istana Para Dewa, bersikaplah hormat dan hargai para Dewa,” ucap dewa tanah
Ia berdiri memegang bujur sakti di tangannya, sepertinya ia siap memberi pelajaran pada Boas kalau ia macam-macam.
“Baiklah, kalau Dewa api ingin bertarung denganku, maka ke marilah kita keluar dari istana dan kita bertarung di darat”
Boas menantang sang Dewa.
Hal itu ditanggapi tawa kecil seperti sebuah ledek kan dari para Dewa yang ada di istana, karena dalam istana itu ada banyak Dewa, tetapi ada lima dewa tertinggi.
Dewa kehidupan yang dipegang Dewa tertinggi, dibawahnya ada empat elemen yang dipegang empat Dewa juga yakni;
Dewa angin, Dewa air, Dewa tanah
Dewa api dan di bawa keempat Dewa ini ada jajaran lagi, seperti; Dewa asmara, dewa keadilan dan dewa kebijaksanaan dan lain-lainya.
Mata mereka semua menatap Boas dengan tatapan terkejut
“Selama ribuan tahun baru kali ini ada anak manusia yang berani menentang Dewa untuk bertarung,
Dulu Pernah seseorang yang berani melawan Dewa dan mengajak bertarung, lalu pertarungan terjadi tetapi anak manusia yang sombong itu kalah, dia dihukum di neraka yang abadi .
Apa kamu ingin seperti itu, King? apa kamu tidak tahu kalau kesombongan itu awal kehancuran?”
“Saya tahu, sangat tahu, tetapi Dewa api kenapa turun ke dunia ? dan ia mencampuri kehidupan ku?”
“Harusnya kamu senang, Boas Egdan, kalau aku menyatakan perasaanmu”
“Berhenti mengurus si kehidupan ku, aku tahu kamu tidak pernah suka denganku, tetapi tidak seharusnya Dewa bersikap rendah seperti itu”
“Hentikan, kalian berdua tidak menghargai saya sebagai Dewa penguasa di sini”
Buaaam …
Sebuah hantaman besar menggelegar menghentikan perdebatan antara anak manusia dan seorang Dewa langit.
Suasana hening dan diam, Dewa api menanduk tetapi Boas anak manusia yang sangat pembangkang.
__ADS_1
Ia masih berdiri dan mata menatap Dewa dengan tatapan menajam, mata itu bagai menyala seperti serigala yang siap menerkam tangannya bahkan tangannya bergetar menahan luapan emosinya.
“King, katakan apa yang terjadi?”
“Dia ….
“Boas menunjuk Dewa api dengan sorot mata yang semakin menyala.
“Ia menjadikan ku lelaki perusak, karena dia, aku jadi lelaki yang sangat bejat merusak seorang wanita yang masih belia yang sudah aku anggap seperti anakku sendiri”
“Apa maksudnya?” Dewa tertinggi menatap mereka bergantian
“Apa yang ter lewatkan olehku, saya selalu mengawasi dari sini, kalau saya tidak sibuk mengurus manusia lain. Lalu, apa ada hal yang saya tidak diketahui?”
Dos, tiba-tiba maju, ia tahu dan melihat apa yang sudah diperbuat Dewa Api pada Boas majikannya, tetapi posisinya sebagai seekor binatang buangan di istana Dewa, ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk memberitahukan Boas.
“Izinkan saya yang menjelaskannya Dewa”
“Baik Dos, jelaskan”
“Dewa api malam itu turun ke dunia dan ia mengendalikan tubuh Shena, gadis muda yang sudah dijaga dan dirawat Tuan Boas selama ini, karena tubuhnya di pengaruhi dan dibuat mabuk, Nona muda itu menggoda Tuan dan hal itu terjadi”
“Membantu katamu? dia membenci ku dan menuduh ku manusia hina”
“Kalau kamu tidak mau malam itu kenapa kamu tidak menolak saja?
Dewa Api menyalahkan Boas.
“Kamu Dewa yang sangat memalukan, apa kamu masih pantas disebut Dewa, hal permintaanku bukanlah urusanmu, itu urusan Dewa Asmara kenapa jadi kamu yang ikut campur”
“Aku hanya ingin membantu anak manusia, aku kasihan dengan hidupmu yang menyedihkan itu, kamu selalu kesepian,” ujar Dewa api dengan seringai seperti sebuah ejekan lagi.
“Itu bukan urusanmu, aku bisa menjaga hatiku dan perasaan ku dan nafsuku, tetapi kamu menghancurkan segalanya, sekarang dia sangat membenciku”
“Aku hanya membantu karena kasihan camkan itu anak manusia,” ujar Dewa Api tidak mau di salahkan.
“Kamu Dewa yang sangat terkutuk, aku tidak pernah meminta bantuanmu, aku tidak pernah mau melakukan hal menjijikkan seperti itu, kalau kamu tidak memasuki rumahku seperti pencuri, kamu tidak pantas disebut Dewa, kamu mengerti!”
__ADS_1
Teriak Boas dengan kemarahan, ia tidak perduli dengan tatapan semua Dewa padanya.
Ia sangat marah saat Dewa api terang-terangan mengaku, kalau ia melakukannya dengan mengatakan ingin membantu, tetapi yang di lakukan bukanlah membantu, melainkan menghancurkan hidupnya, ia tahu kehidupan Boas tidak akan bisa setenang seperti dulu lagi, ia akan bertanggung jawab pada kehidupan Shena dan tuduhan yang diberikan Shena padanya akan terus melekat di dalam dirinya.
“Kalian berdua berhenti!”
perintah Dewa tertinggi padanya.
“Ketua, izinkan saya bicara, saya hanya membantu setelah melihat anak manusia ini kesepian sepanjang hidupnya, kami memutuskan membantunya menemukan cintanya, karena kami pikir karena hanya cinta yang bisa mengendalikannya”
“Haaa, di kendalikan memangnya saya melakukan hal buruk apa, adakah saya merusak hidup orang lain atau saya menyakiti orang lain?
Saya justru menolong banyak orang, tuduhan seperti apa ini, apa kalian bekerja sama menghukum saya lagi?”
“Dengar kamu manusia sombong dan angkuh, makanya saya dan dewa yang lain tidak suka,” ucap Dewa api.
“Apa? Jadi yang lain bekerja sama melakukan ini padaku?” Mata Boas menatap semakin marah.
“Kamu sombong karena kamu memiliki baru kristal itu, jadi kamu menganggap dirimu seperti dewa”
“Dengar Dewa Api, Saya tidak pernah berpikir seperti itu, saya tidak akan pernah semarah saat ini jika kamu tidak mengusik gadis mudah itu”
“Dia juga senang aku menyatukan kalian, dengan begitu ia merasa bisa dekat denganmu,” ujar Dewa Api.
“Hentikan, fitnahan itu sangat memalukan”
“Hentikan semua, Bawa gadis muda itu ke istana Dewa, dia juga akan kita sidang , dan dari sana kita tahu apa dia senang apa tidak dan kita bisa memutuskan siapa yang salah dan siapa yang benar”
Dewa memerintahkan Dos terbang ke rumah Boas untuk menjemput Shena ia akan di bawa ke istana para Dewa, tetapi memang kondisi Shena saat itu sedang sakit karena benturan di kepalanya saat ia di bawa terbang Dos sengaja membuatnya pingsan , ia tidak ingin wanita muda itu mengetahui perdebatan antara Dewa dan Boas.
Saat tiba Dos meletakkannya ia tertidur dengan wajah yang sangat pucat dan suhu tubuhnya panas.
“Dia, lagi sakit Dewa. Tubuhnya panas tinggi,” ujar Dos meletakkan tubuh Shena.
Melihat kondisi Shena, Boas semakin marah, ingin rasanya ia berteriak meluap kan emosi nya.
Tangannya bergetar dengan pedangnya masih di genggam kuat,pundaknya terlihat naik turun, kemarahan pada Dewa api semakin membara.
__ADS_1
Bersambung ….