Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Shena Dijadikan Tawanan


__ADS_3

“Iya saya yakin dengan kata-kataku,” ujar Kadas.


Mulutnya penuh racun sama halnya saat menghancurkan hidup Boas saat masih raja.


Maka kali ini, mulut beracun itu juga ia gunakan untuk membalas iblis yang sudah memanfaatkannya dan menyiksanya, bahkan mengambil jantungnya karena dianggap gagal melaksanakan tugas.


Kini iblis betina itu sudah lenyap, maka Kadas yang akan mencari batu kristal sendiri tanpa perintah dari seorang iblis betina.


“Harusnya tidak, karena hari kepunahan dunia ini masih lama lama, sesuai catatan yang aku baca, tetapi saya tidak tahu juga apa yang sedang terjadi saat ini”


*


Di tengah keriuhan yang terjadi Boas mencari Shena, rumah yang ia tinggali sudah hancur bahkan rata dengan tanah, bukan hanya rumah yang di huni Boas bahkan semua gedung dan bangunan di kota itu hancur tidak tersisa.


“Apa mereka masih hidup?” tanya Dos ikut panik.


Karena sehari di istana Dewa bisa berbulan-bulan di dunia


“Kita harus mencari akses keruang bawah tanah Dos.”


Boas panik ia mencoba menyingkirkan puing batu yang menutup jalan menuju ke ruang bawah tanah.


Tiba-tiba kedua Dewa muncul.


“Serahkan padaku, King,” ucap Dewa Tanah, ia menyingkirkan tumbukan batu dan menemukan jalan keluar dan kedua Dewa itu melindungi Boas menggunakan mantra pelindung agar para iblis tidak melihat Boas saat menyelamatkan Shena.


Saat ia turun ke ruangan bawah tanah, beruntung mereka semua selamat karena membawa pasokan makanan ke ruang bawah tanah.


“Tuan!”


Ardan yang melihat terlebih dahulu mendengar ada suara Boas, Shena berlari dan tanpa sungkan ia memeluk Boas dengan haru.


“Aku pikir kami akan mati di sini dan aku pikir tidak melihatmu lagi,”


“Tidak apa-apa, kita akan keluar dari sini, syukurlah kalian semua selamat”


“Bagaimana dengan kami Tuan?”


“Tetaplah di sini, di sini lebih aman, di luar sana semua hancur tidak tersisa sama sekali, aku hanya ingin membawa Shena karena yang mereka incar dia.


Saat semuanya hancur di terjang badai, terlebih kota yang Boas tinggali hancur diterjang badai topan yang besar, setelah sebelumnya sudah dibuat terbakar hampir semua,


Jelas sekali yang mereka incar adalah Boas dan Shena


“Tetaplah di sini, diluar sangat hancur dan berbahaya, bagaimana persediaan makanan, apa masih ada?”


“Tuan, masih cukup beberapa bulan lagi, karena sebelum kejadian, kami sudah membawanya ke ruang bawah tanah”


“Bagus, tetaplah di sini”


Saat mereka sedang mengobrol kedua Dewa yang ditugaskan turun kedua Dunia, tiba-tiba muncul diantara mereka.


Mata semua pegawai Boas terlihat terkejut serta kaget

__ADS_1


“Jangan takut kami adalah Dewa yang di utus untuk membantu manusia”


Efran atau Dewa Api, terlihat diam, karen ia memang tidak tahu dan tidak kenal, kedua mantan rekannya.


“Kami datang ingin membawa Dewa api, kembali ke langit karena permintaan Dewa tertinggi”


“Siapa yang kalian maksud dengan Dewa Api?” Efran menatap keduanya bergantian.


“Kamu, Kamu Dewa Api”


Efran menatap Boas, karena sebelumnya ia beberapa kali menertawakan, saat Boas menyebutnya seorang Dewa saat ini ia dipanggil seorang Dewa.


“Dewa tertinggi menyuruh kami membawa Dewa Api kembali ke istana”


“Baiklah, kalau saya Dewa Api, apa yang terjadi kenapa saya berada di dunia ini?”


“Kamu dihukum di dunia ini, tetapi sepertinya Dewa tertinggi ingin mengurangi hukuman yang kamu terima’


Efran hanya diam, memikirkan semua yang dikatakan Boas, apa yang dikatakan Boas sama persis dengan dikatakan Dewa.


“Baiklah , saya bersedia di bawa ke istana Dewa,” ucap Efran.


Tetapi melihat kebingungan yang di rasakan semua orang karena kehadiran ke dua Dewa itu, akhirnya di buat matra untuk menghilangkan ingatan untuk melupakan kejadian itu.


*


Sementara di luar tampak iblis terbang di istana menatap semua kekacauan yang ia sebabkan


Dengan berani Boas keluar dari rumah dan ia siap berperang melawan iblis dan tiba-tiba Kadas datang


“Aku yang akan menghadapinya Raja, aku ingin membalaskan sakit hati ini”


“Harusnya aku yang bicara seperti itu, mahluk bodoh, kalau saja kamu tidak mengunakan sihirmu untuk mempengaruhiku aku tidak akan mau dan tidak akan percaya padamu”


“Jangan salahkan aku, salahkan si Ratu Iblis yang sudah memanfaatkan, jika saat itu aku bisa melenyapkannya, maka kali ini pun aku bisa melenyapkan mu, berikan batu kristal biru itu padaku”


“Jangan harap!”


Dengan kemarahan ia dan Dos sudah tidak sabar ingin menangkap makhluk yang bernama Kadas, yang sudah merusak hidupnya di masa lalu.


Tetapi saat mereka sedang mengobrol ternyata ia sudah memerintahkan pasukannya masuk ke ruang bawah tanah dan menyandera Shena.


*


“Bagaimana kalau begini King?”


“Shena ….”


Ia membawa Shena, ternyata ia juga menghabisi semua orang yang sudah bekerja pada Boas.


Ada Ardan lelaki tua yang sudah bekerja padanya dari turun temurun dan pada generasi ini akan terputus karena Ardan meninggal tanpa menunjuk keluarganya yang akan menggantikan untuk jadi kepala pelayan di rumah Boas.


Ada Liem yang sudah bekerja padanya bahkan dari dia masih anak-anak hingga saat ini menjadi kakek..

__ADS_1


“Apa yang sudah kamu perbuat ini?”


Boas berteriak, ia sangat sedih karena kepergian semua orang orangnya


“Ha … ha … ha … Bagaimana rasanya lagi Yang Mulia? Apa masih sama rasa dengan kehilangan istri dan sahabatmu?


“Tenanglah Tuan, dia sengaja memancing kemarahan untuk mendapatkan batu, jika Tuan marah, dia berharap Tuan mengeluarkan batu dan dia akan merebutnya, lihatlah sekeliling kita ia sudah memasang perangkap dengan si Raja iblis”


Boas mencoba mengendalikan diri agar ia tidak masuk ke perangkap Kadas untuk kedua kalinya. Jika ia gagal lagi saat ini maka itu akan jadi akhir dari segalanya untuk hidupnya.


“Tertawa lah sepuasnya Kadas, karena sebentar lagi waktumu sudah habis”


Lelaki berjenggot panjang itu , terdiam karena Boas tidak terpengaruh sama sekali.


‘Apa dia sudah berubah, bukan seperti dulu lagi’ Kadas membatin merasa kesal karena ia gagal


Kadas memberikan Shena pada raja iblis


“Dengar! Tuan Egdan, aku dengar wanita ini, orang yang kamu cintai, bagaimana rasanya jika aku membawanya”


“Kamu akan menyesal, lepaskan dia!”


“Ha … ha .. apa kamu marah? Tuan Egdan?”


Boas sudah menunjukkan kemarahannya, ia hampir meledak karena Shene di tawan para iblis, tetapi beruntung Dos selalu ada di sampingnya, membujuknya agar Boas tidak terbawa emosi seperti yang diinginkan iblis.


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)

__ADS_1


__ADS_2