
“Iya tidak apa-apa, setelah aku jadi kekasihmu aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan paman lagi tetapi, SAYANG”
“Kamu terlalu banyak menonton drama Shena, itu tidak bagus belajarlah dengan baik, agar kamu mendapat masa depan yang baik dan mendapat pendamping hidup yang baik juga”
“Tidak mau, aku maunya ama Paman, orang yang bisa melindungi setiap saat,” ujar Shena, Boas terdiam.
“Kamu mau aku jadi kekasihmu hanya karena bisa melindungi mu?’
“Tidak, selama hidupku aku tidak pernah dekat dengan lelaki hanya paman yang aku kenal”
“Shena kamu hanya seorang keponakan bagiku, tidak lebih”
“Paman, ayo kita menikah”
Boas hampir saja terjatuh ke belakang saat gadis muda itu mengajaknya menikah.
‘Ada apa dengan semua wanita jaman sekarang, kenapa selalu mengajakku menikah. ?
Putri Shanam dari Planet Themis dan Putri Isabela dari kerajaan Trida lalu sekarang Shena.
Aku tidak ingin pernikahan maupun ikatan, aku hanya ingin menemukan batu kristal dan aku akan menghilang dari dunia ini’ Boas berucap dalam hati.
“Tuan Batu! Apakah kamu tidur?” Shena menggoyang-goyangkan tangannya naik turun, naik turun di depan wajah Boas.
“Tidak, saya tidak mau menikah dengan siapapun, jangan katakan itu lagi, kalau kamu mencoba menggoda saya seperti itu lagi, saya akan mengusir mu dan membuang mu di jalanan sana”
“Ha …! bukankah itu kejam ? aku pikir setelah melakukan perjalanan panjang akan bisa mengubah dirimu ternyata kamu masih seperti itu, baiklah aku tidak akan menganggu”
Boas diam ia menyesali kata-kata kasar yang ia katakan barusan
Shena menepati ucapannya, ia tidak menganggu Boas lagi, tetapi ia tetap menjadi bintang yang terang di rumah itu
Shena masih bersikap ceria dan melakukan banyak hal. Ini sudah hampir satu minggu ia tidak pernah bicara dengan Boas setelah ucapan kasar dari Boas hari itu.
Jika Boas ada Shena akan pergi, ingin berpapasan makan Shena akan memilih mundur.
Dengan alasan sakit, ia terpaksa meminta cuti kuliah agar ia bisa beristirahat di rumah, ia takut berangkat ke kampus maupun untuk bekerja di perusahaan milik Boas, sebab para hantu selalu menerornya, bahkan iblis yang mencari keberadaan Boas itu sempat ingin menghabisinya.
Pagi itu setelah satu minggu lebih tidak saling menyapa, Shena sedang bercanda di halaman dengan seekor doggy peliharaanya, ia berlari dan tidur-tidur an di rumput, Boas hanya bisa melihat dari jendela kamarnya menatap Shena dengan seuntai senyuman terukur jelas di bibirnya.
Boas merasa rindu ingin mengobrol dengan Shena, Boas pura-pura membaca buku dan duduk di pinggir kolam renang.
Boas yakin kalau Shena akan menyapanya dan mengajaknya bicara karena setiap kali ia memegang buku.
Tetapi kali ini, Shena tidak menghiraukannya ia malah asik bermain dengan kedua binatang berbulu lebat itu.
Apa dia menghiraukan ku, apa anak kecil ini tidak tahu kalau aku sudah berbuat banyak padanya?’ Boas membatin.
Kali ini ia bertingkah kekanak-kanakan, ia berpindah tempat dengan mendekati Shena yang mengajak kedua peliharaannya berlari mengeliling pohon , saat melihat Boas duduk di sana ia menjauh dan ia berpikir dari pada menganggu lelaki berwajah angkuh itu lebih baik menghindar.
Melihat Shena sengaja menghindar darinya ia mulai merasa marah mataya menatap tajam pada wanita yang ia jaga seumur hidupnya.
__ADS_1
“Shena! Kemari lah!”
Wanita berparas cantik berrambut panjang itu duduk kembali.
“Iya ada apa Paman”
“Iya aku, aku memang pamanmu, apa kamu menghindar dariku?”
“Iya,” jawab Shena dengan polos.
“Kenapa?”
“Aku pikir kita tidak usah dekat-dekat, karena akan sulit untukku, aku tidak bisa melupakan paman”
“Shena … dengar duduk di sini , mari kita bicara sebentar, aku pikir kamu sudah dewasa dan sudah saat kamu tahu kebenaranya.”
Boas menutup bukunya dan ia menatap shena dengan tatapan serius.
“Shena … dengar, saya bukan manusia biasa , saya manusia abadi yang dapat kutukan, lihat apa kamu masih ingat wajahku , waktu kamu masih kecil? wujudku tidak pernah berubah Shena, aku akan hidup tubuh dan rupa yang seperti ini, apa kamu mengerti itu?”
“Iya memang benar, itu artinya kamu awet muda tidak apa-apa bagiku,” ucap Shena.
“Hadeeh … bukan awet muda Shena, tetapi aneh, apa kamu mau nanti kamu sudah mendua dan bangkotan tetapi aku masih sama seperti ini?”
“Tidak apa bagiku, itu artinya kamu akan selalu bersamaku selama hidupku”
“Bagimu tidak apa, tetapi saya tidak mau, itu hal yang sangat menakutkan, melihat orang-orang yang kita cintai menua dan mati, kita di tinggalkan sendirian, bagiku itu hal yang menakutkan”
“Maksudnya …?”
“Iya paman menikah saja cintai seorang wanita kalau misalkan ia meninggalkan masih ada anaknya anak meninggalkan masih ada cucu dan begitu selajutnya, jadi Paman memiliki satu keluarga dan keturunan di dunia ini, jadi paman tidak kesepian,” ujar Shena terlihat sangat semangat saat membahas tentang pernikahan dengan Boas, ia berharap lelaki bermata garang itu menikah dengannya.
“Saya tida akan melakukan hal bodoh seperti itu Shena”
“Haaa,, apa Paman pikir pernikahan hal yang bodoh”
“Untuk saat ini, iya pernikahan momok yang menakutkan untuk saya”
Boas kembali membuka lembaran bukunya mengalihkan matanya ke buku yang ia baca tadi.
“Terus aku bagaimana donk …? aku tidak pernah menyukai lelaki lain aku hanya suka sama Paman seorang”
“Shena kamu masih muda, saya yakin pasti ada lelaki yang baik yang akan menerimamu”
“Tidak ah, aku tidak percaya pada lelaki lain, aku maunya sama Paman saja”
Boas terdiam, di ada rasa yang bergejolak dalam dadanya saat Shena mengungkap perasaan suka padanya tetapi, ia kembali mengunci perasaan itu dengan rapat.
*
“Saat malam tiba, Boas baru saja keluar dari kamar mandi, ia sengaja mandi larut malam agar ia bisa langsung tidur, dengan melilitkan handuk ke pinggang ia keluar dari kamar mandi, niatnya ingin mengambil alat cukur untuk mencukur rambut-rambut halus di dagunya.
__ADS_1
Tubuhnya tiba-tiba mundur saat ada Shena di kamarnya tepatnya di ranjangnya, tertidur pulas dengan pakaian tidur yang membuatnya menahan napas
Shena mengenakan lingerie hitam, bahkan wanita muda itu tidak memakai pengaman di bagian dadanya tetapi bagian bawah ia tutu dengan CD berwarna hitam
‘Apa yang dia lakukan? Apa di sudah gila? Apa dia mengujiku, aku seorang lelaki normal Shena, apa kamu ingin memancingku? Boas membatin geram, ia mendekati ranjang dan membangunkan Shena.
“Shena apa yang kamu lakukan di kamarku? Bangunlah kembali ke kamarmu ini sudah larut malam”
Boas mencoba mengangkat tubuh Shena ingin mendudukkannya.
“Tuan Batu, aku mencintaimu … kenapa kamu menolak ku, Ha?” Suaranya parau dan terputus-putus dengan kedua tangannya ia lingkarkan di leher Boas dengan tiba-tiba, lalu ia mendaratkan bibirnya di bibir lelaki yang sudah membesarkannya.
“Shena, kamu mabuk sadarlah apa yang kamu lakukan.” Boas mencoba melepaskan tangan Shena yang melingkar di lehernya.
“Paman ayo kita lakukan sekali, aku hanya ingin melepaskannya untuk Paman,hanya kamu yang berhak atas tubuh ini aku tidak ingin lelaki lain rengeknya dengan senduh.
Boas masih bertahan dengan sikapnya ia masih mampu menjaga nalurinya walau Shena sudah merenggut bibirnya dan menghisap dan sangat menikmatinya.
“Shena dengar kamu mabuk, kita akan bicarakan lagi besok,” ucap Boas mendorong dan memegang pundak Shena dengan kedua tangannya.
“Mereka menjadikanku taruhan Paman dan aku tidak mau, Sony meniduri ku Paman, aku membenci para lelaki nakal itu, aku hanya ingin Paman yang boleh menyentuh ku aku tidak ingin lelaki yang lain,” ucap shena.
“Sia-siapa yang akan melakukannya?”Boas terkejut dan ia tidak tahu harus berbuat apa dengan permintaan Shena.
“Shena dengar siapa yang akan melakukannya?”
“Teman satu kampus ku, mereka terus membuliku dan menjadikanku taruhan,
Ayo paman kita lakukan sekali saja …”
Boas terdiam, ia tidak tahu harus berbuat apa untuk membantu Shena, ia mematung dan membiarkan Shena menikmati tubuhnya sendirian dengan gerakan yang masih polos, tapi tubuhnya menambahkan kenikmatan seperti yang di katakan teman-temannya.
‘Shena tidak mau di sentuh lelaki lain selain aku, terus apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku melakukannya? Merusak bunga indah yang aku jaga selama ini, ia sudah seperti anak bagiku’ Boas membatin.
Tetapi, sentuhan-sentuhan hangat dari tangan Shena membangunkan bagian penting dalam tubuhnya, mahluk kecil itu bangun dan bergerak, setelah sudah hampir ratusan tahun seolah-olah mati suri.
Milik boas tidak pernah bangun bahkan saat ingin melakukannya pada Putri Shanam di planet Themis, saat itu miliknya tidak mau bangun, tetapi kali ini ia bergerak dan gerak di antara dua kakinya.
“Ah …” suara Boas lolos begitu saja , matanya melotot tajam saat a menyadari kalau tubuhnya sangat meres pon sentuhan tangan shena, sentuhan yang sudah mulai menyusuri bagian dada bidangnya.
‘Apa ini ? aku tidak bisa menolaknya’ ucap Boas mengepal tangannya mencoba bertahan ia diam, dan menutup matanya berharap Shena berhenti karena ia tidak mau menanggapinya.
Tetapi bukannya berhenti, Shena justru semakin liar kini, salah satu tangannya sudah berhasil memegang senjata miliknya.
“Shena!”
Pertahanan Boas runtuh, ia tidak bisa menolaknya lagi, ia memegang dagu Shena dan membalas permainan Shena dengan gaya yang berbeda, dan lebih posesif, ia menghisap madu dalam mulut Shena, memasukkan lidahnya dengan sangat dalam mengap sen semua deretan gigi dan menikmati bibir merah.
'Iya, kamu benar, hanya aku yang bisa menikmati tubuh ini, hanya kau yang berhak karena aku yang menjagamu selama ini,aku yang menjagamu dari kamu
kecil hingga tumbuh jadi wanita yang sangat cantik, iya kamu wanitaku, kamu milikku' Boas sibuk bermonolog dalam hatinya dan ia semakin rakus menikmati bibir cantik berwarna merah itu.
__ADS_1
Bersambung ...