Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Dibantu Utusan Dewa


__ADS_3

“Kemarilah mendekat”ucapnya dengan tegas layaknya seorang komandan perang.


Wanita yang berpakaian prajurit itu menuntun mereka mendekat pada sosok yang dipanggil Putri, Boas mendekat dan matanya melotot.


“Shena ….?”


Ucapnya dengan suara parau, tiba-tiba detak jantungnya berdetak bagai gendang yang sedang bertalu-talu, tiba- tiba pikirannya tertuju pada gadis mudah yang ia lindungi sejak dari kecil, dan kini anak kecil itu sudah tumbuh jadi gadis remaja yang cantik dan selalu bersikap ceria, yang selalu membuatnya pusing, tetapi Boas melakukan apapun untuk selalu melindunginya.


Wanita muda itu saat ini tinggal di rumahnya, mengambil alih semuanya selama Boas pergi, namanya Shena Pudma.


‘Shena, apa ini dia, apa mataku yang rusak atau pikiranku yang error? ‘ Boas membatin, masih dengan mata melotot.


Boas tidak pernah merasakan jantungnya berdetak cepat saat memikirkan seseorang, tetapi saat Dewa menyuruhnya membuka hati, pikirannya hanya tertuju pada Shena .


“Tuan, apa kamu mengenalnya?” tanya Dos penasaran.


“Bu-bukankah ini sangat aneh? Mengapa wajah mereka sangat mirip,” ucap Boas mengucek matanya, untuk memperjelas penglihatan lensa matanya.


“Apa Anda mengenal saya?” tanya wanita bermata abu-abu itu menatap tidak senang, pada mereka berdua.


“Oh, tidak, saya hanya salah berucap, wajah Nona sangat mirip dengan seseorang yang aku kenal”


“iyaaa … saya juga semakin melihatnya, semakin mirip dengan gadis mudah di rumah Tuan, Shena gadis cantik yang selalu terlihat ceria,”ujar Dos membenarkan ucapan tuanya, kalau wanita yang berada dalam ruangan itu sangat mirip dengan Shena.


“Aku benar, kan, Dos. Dia mirip dengannya,”bisik Boas dengan pelan , karena wanita muda yang mirip dengan shena itu, mulai menunjukkan wajah kurang bersahabat pada mereka karena mereka berbisik-bisik.


Lalu ia mendekat dan merentangkan tangannya, pada Boas dan ia berkata.


“ Perkenalkan namaku Putri Isabella”


“Oh, saya Egdan dan ini rekan saya Dos,”

__ADS_1


Balas Boas balas memperkenalkan diri. Sesuatu yang salah jika mereka seorang biksu suci tidak akan menerima uluran tangan seorang wanita, jika biksu asli akan membalasnya dengan kedua tangan menyatu dan diletakkan di dada.


Tetapi saat ia menerima jabatan tangan putri Iabella dan balik memperkenalkan, saat itulah Putri Isabella menarik pedangnya dan mengarahkan tepat di leher Boas.


“Siapa kalian sebenarnya, apa kalian mata-mata dari kerajaan?” ia menekan pedang di leher Boas.


“Eh, tenang, tenang. Kami berdua memang bukan biksu, tetapi kami di pihak biksu di pihak masyarakat juga”


“iya, iya kami utusan Dewa,”ujar Dos berusaha berucap jujur, tetapi di tanggapi berbeda oleh wanita berwajah cantik itu.


“Dasar pembohong, tangkap mereka dan ikat” pinta wanita itu dengan tegas.


Tiga orang prajurit wanita berwajah tegas menyeret mereka berdua dan mengikat tangan mereka berdua dan mendorong tubuh itu hingga terduduk di lantai goa.


“Apa yang sudah kamu lakukan, itu bisa membahayakan semua orang!” bentaknya pada wanita itu dengan satu tamparan melayang di wajahnya.


Wanita yang membawa mereka langsung bersujud di kaki Tuan Putri dengan wajah takut dan penuh penyesalan.


“Benang suci biksu?”


Putri Isabella mendekati Boas dan Dos, dengan kasar, ia lagi-lagi mengarahkan pedangnya dan melukai leher Boas.


“Sekarang bicaralah jujur, sebelum aku marah dan memotong tubuhmu dan menjadikannya santapan hari ini,” ucapnya dengan kemarahan.


“Tidak ada artinya marah-marah Nona, sebaiknya dengar dulu penjelasan kami,”ujar Boas mencoba menenangkan sang pemimpin pasukan itu.


“Saya tidak punya banyak waktu, jadi katakan dengan cepat”


“Baiklah,kami sudah pergi ke kuil suci dan kami baru keluar dari sana, karena ada banyak iblis mengincar di sana”


Saat mereka menyebut kuil suci semua orang dalam goa itu terkejut menatap mereka berdua dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


Seperti yang dikatakan biksu, tidak ada yang bisa masuk ke sana dengan sembarangan, kecuali mereka memiliki kekuatan yang hebat


“Kenapa masih berbohong! Sekarang katakan yang sebenarnya. Kalian merampok para Biksu, bukan? Karena tidak ada orang biasa yang bisa sampai ke dalam kuil”


“Kami tidak berbohong Nona, saya dan Tuanku adalah utusan dewa yang akan membantu desa yang di kuasai para iblis”


Putri Isabella tidak percaya.


Dos tidak mau membuang-buang waktunya berdebat panjang dengan putri raja itu, karena sesungguhnya wanita itu terlihat ketakutan, tetapi dituntut kuat demi orang-orang memilih mengikuti dan percaya padanya.


Dos berubah menjadi singa jantan yang bersayap, bahkan diakui sebagai jelmaan Dewa. Putri Isabella mundur dengan wajah terkejut, bukan hanya ia yang terkejut, bahkan seorang wanita tua menganggap Dos sebagai Dewa, karena ia beberapa kali melihat dalam mimpi Dewa menunggangi seekor singa bersayap.


“Dewa, Dewa!” ujar wanita itu bersujud di hadapan Dos.


“Aku bukan dewa Nyonya, tetapi saya dan Tuan saya di utus Para Dewa ke desa ini, untuk membantu warga desa melawan para iblis”ujar Dos dengan tenang.


Mendengar itu dan melihat satu sinar seperti cahaya melingkar di atas kepala dos, itu tanda Para Dewa.


Mereka semua bersujud dan menyembah Dos dengan tangisan. Karena ada harapan baru untuk mereka, setelah berbulan-bulan di hutan hanya memakan daun dan rumput yang di rebus, beruntung di dalam goa itu banyak air bersih, jadi mereka bertahan dengan hanya minum air dan kadang makan daun yang di rebus jika pasukan wanita itu bisa keluar.


Banyak yang sudah mati karena tidak bisa bertahan, tetapi kali ini kedatangan Boas dan Dos membuat harapan baru untuk mereka.


"Maafkan saya Dewa, jika saya melakukan sikap kurang sopan, saya hanya mencoba bertahan hidup dan berusaha menjaga mereka semua,"ujar Putri Isabella dengan kepala masih menunduk di tanah.


"Dengar .... Saya bukan Dewa, tetapi saya akan mencoba membantu, sebisa saya dan kemampuan saya, tentu berkat bantuan para Dewa yang hebat," ujar Dos.


"Sebaiknya, kamu memanggil satu binatang lagi Dos, mereka semua tampak kelaparan," ujar Boas.


"Baik Tuan,"ucap Dos dengan patuh.


Mereka terlihat bingung, karena, Dos menyebut Tuan dan bersikap hormat pada Boas, mau tidak mau mereka menganggap Boas sebagai Dewa juga.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2