
Saat gerbang neraka berguncang dan mempersiapkan pasukan untuk menyerang dunia, ia meminta batuan Raja iblis penguasa neraka yang tak lain suaminya sendiri, jika Ratu iblis ada di gerbang Neraka dengan kekuasaannya, maka Raja iblis ada di neraka dengan kekuasaan besarnya.
“Saya minta bantuan mu Raja, ketiga adikku dan dan calon anak-anak kita sudah di hancurkan Dewa itu,’ ujar Ratu iblis dengan mulutnya yang penuh dengan kebohongan, fitnah, dusta.
“Dewa menghancurkan anak-anakku, ada urusan apa Dewa ikut campur dengan urusan neraka?”
“Mereka takut kamu akan lebih hebat dari mereka, Raja”
Dengan bodohnya Raja Neraka percaya dengan mulut berbisa ratu, Raja Iblis murka ia mengumpulkan pasukan neraka untuk menyerang istana Dewa.
“Kita akan menghancurkan istana langit, siapkan pasukan besok kita akan kalahkan , istana penguasa itu dan kita akan gantikan mereka sebagai penguasa jagat raya,semua manusia dan alam akan berada dibawah kendali kita,” ujar Raja Neraka.
Seorang lelaki bertanduk dengan wajah menyeramkan.
Raja iblis sudah sangat lama ingin melakukan penyerangan ke istana yang membuangnya ke neraka.
Flash back
Seorang Dewa yang sangat kuat dan hebat yang bernama Cliftus, ia bahkan ia diberi kesempatan memegang empat kuasa sekaligus oleh Dewa tertinggi, diberi hak istimewa memegang batu kristal biru untuk mengendalikan empat elemen, Elemen air, api, udara, tanah.
Ia Dewa yang hebat dan kuat ada masanya, tetapi hal itu menjadikanya menjadi Dewa yang sombong dan angkuh.
Saat manusia saat itu banyak berdosa, ia ingin memusnahkan semuanya.
“Dewa, izinkan saya untuk menghancurkan dunia ini dengan kekuatanku, dan kita buat dunia yang baru dengan manusi-manusia yang baru yang tidak berdosa”
“Tidak Dewa Cliftus, dalam kitab para Dewa sudah di tuliskan, bahwa manusia di yang di ciptakan dan dijadikan penghuni dunia akan jatuh dalam dosa, tetapi akan menjadi tugas para Dewa untuk mengingatkan dan membawa ke jalan yang benar dan itulah tugas Dewa” ujar Dewa tertinggi pada Dewa tangguh itu.
“Tetapi saya bukanlah pembantu para manusia itu, berikan saya izin ketua”
“Tidak jika saya bilang tidak maka tidak”
“Baiklah, saya akan menghancurkan dunia itu tanpa izin dari Ketua”
Dewa Cliftus ingin mengubah dunia, karena ia pikir ia sudah memiliki batu dewa atau batu kristal biru, sifat sombong dan sifat angkuhnya membuat dewa tertinggi marah ia menangkap tubuh Dewa Cliftus saat ia bersiap menghancurkan dunia dengan kekuatan baru.
Tiba-tiba semua telapak tangan besar turun dari langit atau jurus tapak dewa, menangkap tubuh Dewa Cliftus dan mengambil batu kristal dan melempar tubuhnya dasar lembah yang di perahu
“Kamu kan menghuni tempat buangan ini semur hidupmu dan aku akan mengurungmu di sini selama-lamanya jika kamu ingin jadi seorang raja dan penguasa maka aku akan kabulkan , kamu akan menjadi raja neraka”
Jadi batu kristal biru itu awal di miliki seorang Dewa hebat yang kini menjadi raja iblis, ketamakannya membuatnya mendapat hukuman dari Dewa tertinggi.
Raja iblis menyerang istana Dewa, dengan begitu Sura akan turun ke dunia untuk menangkap Boas dan menghancurkan dunia, itulah yang di rencanakan iblis licik itu.
*
Saat Boas malam itu kembali ke hutan kota untuk memastikan kalau kepingan batu kristal ada di sana. Bayangan putih turun dari langit, Dewa angin mendatanginya.
“Kin, dengan kamu memilki kekuatan baru itu akan ada badai besar yang akan mengguncang dunia”
__ADS_1
“Apa maksud Dewa?”
“Ratu iblis meminta bantuan Raja Neraka untuk menangkap mu, yang kami khawatirkan keselamatan para manusia di dunia ini, orang-orang yang tidak tahu apa malah ikut merasakan penderitaan”
“lalu aku harua apa?”
“Ikutlah ke istana dewa dan berlindung di sana”
“Lelaki sejati tidak akan lari dari kenyataan, aku tetap di sini, kau hanya perlu menutup portal agar mereka tidak bisa datang ke dunia ini”
Boas menolak permintaan dewa angin yang akan membawanya ke istana Pra Dewa. Lalu ia pulang dengan buru-buru, melihat Efrant sedang duduk santai di pinggir kolam renang , saat ini ia sangat senang menikmati kehidupannya sebagai manusia karena lupa ingatan.
Boas berjalan menghampiri ,
‘Apa ia akan bersikap tenang, jika dia tahu kalau dia seorang dewa?
Ah menyebalkan, ia senang menikmati hidupnya saat ini, padahal ia tidak tahu kalau istana Dewa dan dunia ini dalam bahaya besar’ ujar Boas berjalan kearah Efran.
“Hei, Egdan, bagaimana dengan makan malamnya, apa kamu menikmatinya?”
Efran selalu memanggil Boas dengan nama belakangnya, walau Boas kadang tidak suka mendengarnya kalau pria ini yang menyebutnya.
“Apa kamu menikmatinya?” tanya Boas dengan tangan melipat di dada terlihat tidak senang melihat Dewa Api yang lupa ingatan itu.
“Menikmati ini?” ia menunjuk minuman gelas dingin yang di buatkan ardan untuknya.
“I-iya apa yang kamu maksud, menikmati hidup gratis di rumahmu?”
“Iya semuanya”
“Iya, aku akan mencari pekerjaan nanti dan aku akan keluar dari rumahmu ini”
“Bukan masalah itu, apa kamu akan bersikap tenang seperti ini jika kamu tahu siapa dirimu?|”
Efran langsung diam, wajahnya menunduk ragu lalu ia berkata lagi;
“Apa aku sangat jahat padamu di masa lalu? Maafkan saya Kawan, sungguh, saya tidak tahu kalau aku melakukan banyak kesalahan padamu”
“Bukan itu …. Ok baiklah ikut saya.”
Boas melirik kanan kiri memastikan tidak ada orang yang melihat ia melakukan aksi berpindah tempatnya
Dalam hitungan menit tubuh mereka sudah berada di satu tempat jauh dari rumah.
“Eh, apa ini bagaimana mungkin? Bagaimana kamu melakukannya, si-siapa kamu, apa kamu Dewa? Tanya Efran dengan gugup.
“Kamu yang seorang Dewa, saya hanya manusia yang kebetulan punya kekuatan”
“Saya Dewa, Dewa apaan ….?”
__ADS_1
Efran seolah-olah menertawakan dirinya sendiri saat di sebut Boas seorang dewa, ia tertawa terbahak-bahak.
“Ha … ha … ha ….”
Ia berhenti tiba-tiba bagai motor yang di rem, saat melihat mata Boas yang melotot tajam” Maaf,” ucapnya mengalihkan wajahnya.
“Berikan tanganmu padaku.” Boas memegang tangan Efran mengarahkan telapak tangannya ke rumput.
“Sekarang bakar rumputnya”
“Ha? Caranya!”
“Katakan rumput terkapar dengan konsentrasi,” ujar Boas mengajari.
“Rumput terbakar,’ ucapnya dengan tawa yang di tahan, tidak terjadi apa-apa ia semakin tertawa.
“Dasar Dewa gila.” Boas duduk membiarkannya tertawa.
“Kita hidup di dunia moderen saat ini Pak Egdan, mana ada kekuatan seperti itu,” ujarnya masih dengan nada tidak percaya.
“Ah … terserah kamulah Dewa Api, aku sudah bilang kamu itu, di hukum sama sepertiku
Bersambung
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.
Bantu share ya Kakak.
Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)
__ADS_1