Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Bersatu Kembali (TAMAT)


__ADS_3

Tivani masih penasaran bagaimana ia  dan Boas Egdan menghilang dari kehidupan saat menjadi Aresya dan Davino.


Rumah Davino Erlangga.


Saat Areyani datang membawa anak.


Satu harian Davino hanya tidur di kamarnya, tidak keluar, ia tidak memperdulikan kehadiran Areyani dan putranya, ia kecewa karena bukan Aresya yang datang.


Namun Davino tidak memperdulikan kehadiran Areyani tidak mau keluar dari kamarnya,


ia menuduh orang yang melakukan itu pada Aresya adalah omahnya. Davino menuduh omanya  penyebab Aresya  meninggalkannya.


Tok… Tok …


Suara pintu membangunkannya dari lamunan dan dari kesedihannya.


“Siapa?”


“Ini Oma, buka pintunya, Nak.”


“Ada apa Oma, aku lagi tidur, nanti aku turun”


“Sapalah anak dan Areyani”


“Tidak usah, katakan pada mereka aku belum siap, jangan memaksaku”


“Baiklah, Nak,” jawab Ny. Marisa menghela napas ia juga tahu ia kalau ia salah, lebih berpikir tidak memaksa Davino.


Saat Areyani di bawah untuk tinggal di rumah keluarga Elangga.  Davino memutuskan meninggalkan rumah keluarganya, ia merasa omanya tidak bisa menghargainya.


*


“Aku mau bilang kebenaranya pada kalian biar tidak ada kesalahpahaman, aku bukan Aresya.”


“Apa?” Adi menatap  sebentar lalu tertawa kecil, ia pikir Aresya bercanda.


Namun, Lilis menatap dengan dalam, ia  menyadari sesuatu, kalau yang di hadapannya saat ini bukanlah Aresya sering bersama Aresya semasa hidup, ia bisa mengenalinya.


“Apa kamu Areyani?” tanya Lilis menatap dengan serius.


“Ya”

__ADS_1


“A-a-apa maksudnya, apa Resya punya kembaran?”


“Iya aku kembaran Aresya,” jawab Areyani dengan tatapan sedih.


“Dia kecelakaan satu tahun setelah melahirkan, dia terjatuh dari lantai satu, kepalanya terluka dan tidak terselamatkan,” ujar Ny. Marisa.


Ia menyembunyikan tentang kecelakaan yang terjadi pada Aresya, tidak mungkin  baginya  bercerita kalau Aresya  bertarung dengan mahluk jahat yang datang dari masa lalu yang  keluarganya dan mengincarnya dirinya.  


Anak-anak buahnya tidak ada yang tahu tentang kekuatan yang di miliki Aresya, hanya Lilis yang tahu  kalau Aresya dan keluarga Erlangga memiliki kelebihan memiliki kekuatan layaknya orang-orang super.


Ny. Marisa dan semua keluarga menyembunyikan semua itu,  mereka  hidup biasa, layaknya orang  biasa.


“Apa Aresya di makamkan di sini?” tanya Adi sama seperti Davino tidak percaya kalau belum melihat kuburannya.


“Kakak dimakamkan sangat jauh,” ucap Areyani.


Adi hanya mengangguk kecil dalam hatinya tidak ada yang tahu  kalau ia menangis sedih, tidak ada yang tahu kalau ia mencintai diam-diam majikanya,bahkan foto Aresya dalam dompetnya masih tersimpan rapi.


Sikap Aresya yang memperlakukannya dengan baik,membuat lelaki pemilik tato di wajah itu merasa nyaman dan merasa di hargai. Hanya Aresya  wanita yang ia kenal tidak merasa takut padanya.


Aresya  mendonorkan hatinya untuk Areyani, bukan hanya hatinya bahkan ia juga memberikan  anak dan suaminya untuk Areyani, bahkan seluruh hidupnya ia berikan untuk kembarannya.


“Dari dulu, aku dan kamu saat menderita hidup dalam tekanan dan di kejar Iblis, tetapi kali ini aku akan memberikan kmu kehidupan yang indah,” ujar Aresya saat itu, lalu ia memutuskan memberikan hatinya untuk sang adik.


Tetapi sayang Davino tidak menerima Areyani sebagai pengganti Aresya, baginya wanita itu satu-satunya di hidupnya, Davino juga berjanji  ia tidak akan memiliki wanita lagi sampai sisa hidupnya, ia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Aresya, ia juga sangat menyesal karena pernah menyakiti Aresya dulu.


“Setelah Aresya meninggal dan kembali ke kehidupan dulu lagi, aku juga mengalami kecelakaan, aku meninggal. Tapi  dewa lagi-lagi mempermainkan hidupku, aku ke kembali ke portal waktu dulu. Aku dan kamu sama-sama lupa ingatan. Tetapi saat itu ingatanku pulih dan aku menyadari kalau dr. Tivani  istriku, karena itu aku berani mengejar mu dan aku tidak akan melepaskan mi.


“Aku tidak mengingatnya,” ujar Tivani.


“Shena, maafkan aku. Tolong batalkan pernikahan kalian dan menikah denganku”


Awalnya Tivani ragu, tetapi setelah  Boas menceritakan semua kejahatan kekasih Tivani dan memberikan buktinya ia, membatalkan pernikahan.


Boia juga membersihkan perusahaannya dari orang-orang jahat, mereka semua mendapat hukuman.


Kini ia dan Shena akan menikah.


Egdan melihat  Shena mengenakan gaun pengantin berwarna putih itu, wanita itu sangat cantik ia seperti seorang bidadari langit,  tersenyum ke arah kaca. Egdan tersenyum  menatap Shena,  air matanya tiba-tiba meluncur bebas menyusuri pipinya, ‘


“Terimakasih Shena, karena kamu mau memaafkan ku”

__ADS_1


“Apa kamu menangis karena aku sangat cantik, sabarlah aku akan jadi milikmu,” ujar lelaki  itu. Shena mendaratkan bibirnya di bibir Boas.


Kini melihat wanita yang dicintainya berdiri dihadapannya.


Saat ia menatap Shena, air matanya kembali  menetes  deras ada rindu yang sangat melanda hatinya saat ini.


“Apa kamu baik-baik saja?” Shena menepuk pundak Egdan.


“Aku  baik,” ucap Egdan mengusap sudut matanya.


“Ada apa?”


“Baiklah, arahkan wajahmu ke wajah Shena,” ujar sang juru foto


Beberapa jepretan terdengar riuh dari lensa kamera yang diarahkan pada mereka berdua dan beberapa pose sudah mereka berdua lakukan sesuai anjuran sang fotografer. Tivani tidak bisa mengelak lagi  ia bagai sapi yang di cocok hidungnya, yang menuruti semua yang di lakukan sang desainer.


Tiba-tiba Tivani menatapnya dengan tatapan penuh cinta, lalu ia berkata;


“Aku sudah mengingat semuanya,” ujar Tivani.


“Benarkah, kamu mengingat kita?”


“Tapi aku mengingat saat aku sebagai Shena, yang lainnya tidak”


“Tidak apa-apa, kita jalani hidupku kita sebagai Shena”


“Bagaimana dengan ibu angkat mu dan perusahaan?” Tanya Shena.


“Aku sudah meminta orang untuk membereskan semuanya, bagiku penting bagiku bukan masalah itu. Tapi aku mengejar kamu sampai berapa kali kehidupan, karena aku mencinta mu. Shena, aku mencintaimu,” ujar Boas dengan semangat


“Ayo katakan sekali lagi,” ujar Shena.


“Aku mencintaimu Shena, aku tidak perduli harta duniawi, aku hanya butuh kamu di sisiku”


Egdan terdiam, pikirannya melayang mengingat wanita yang menikah dengannya adalah Shena


“Shena, aku mencintaimu, maafkan aku,” ucap Egdan lagi.


“Aku juga, kamu sudah berapa kali ucapkan itu”


|

__ADS_1


Tivani  tertawa bahagia, akhirnya lelaki yang ia cinta menikah dengannya, walau harus melewati  tiga dimensi kehidupan,


                                Tamat.


__ADS_2