Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Hukuman Berat Dari Dewa


__ADS_3

Boas dengan tubuh terluka, ia melanjutkan perjalanan untuk mengantarkan anak-anak ke kuil, walau hati masih kecewa pada Para Dewa yang membiarkan seorang anak mati, padahal ia sudah sangat berusaha menjaga dan menyelamatkan, tetapi Boas merasa kalau Dewa menguji hidupnya dengan sangat berat.


Ia membawa anak-anak masuk melalui sungai, perjalanan ke sana sangat terjal dan tidak bisa menempuh dengan kreta kuda, jadi ia mengendong sebagian anak untuk bisa turun.


Tetapi rintangan tidak berakhir sampai di situ, kali ini mereka semua terlihat lemas karena lapar?


Boas turun ke pinggir sungai, ia meminta anak-ana duduk diam agar ia dan Dos mencari makanan.


“Baiklah kami akan diam ,” ucap seorang lelaki mereka semua sangat penurut.


Dos mencari makanan di sekitar sungai, untuk anak-anak. Namun, tiba-tiba ia diam, wajahnya terlihat marah, mata itu melotot dengan tangan di rentangkan dan wajahnya menegang, ia menggabungkan dua batu di dalam dadanya dengan dada naik turun, ia menahan ada bagian dalam dadanya yang hampir meledak, ia tidak perduli dengan Dewa yang menyuruh membatasi menggunakan kekuatannya.


Lalu, Boas mengarahkan tangannya ke arah udara, ternyata ada banyak iblis yang mengintai dan mengikuti mereka, tidak tahu tepatnya dan di mana mereka di mulai.


Suara dentuman keras terdengar dari pinggir sungai, Boas mengarahkan kekuatan bola-bola api dari tangannya, ia menghancurkan tubuh para iblis yang mengikuti mereka berdua, ia marah dan mengejar semua mahluk bersayap dan wajah menyeramkan, kuping panjang bentuk mereka menyerupai kelelawar dan memiliki gigi taring panjang.


“Panggil ke sini pimpinan mu sekalian, aku akan menghancurkannya,” ujar Boas melepaskan seekor iblis terbang kearah istana.


“Tuan, apa mereka sudah lama mengikuti kita?”


“Tidak, tetapi mereka sudah di sini, mencoba mencari jalan dari sungai ini menuju kuil”


“Aku tidak perduli lagi, keselamatan anak-anak ini penting.” Dos berubah wujud menjadi singa yang bisa terbang lagi, ia meminta anak-anak naik ke punggungnya, tetapi ada masalah ke enam anak itu tidak buat di punggungnya hanya bisa empat orang anak.


Lalu ia mencengkram dua bocah lagi di kakinya dan ia terbang dari sisi sungai, terpaksa ia mencari jalan yang sangat tersembunyi untuk masuk ke sana, dari samping batu besar membawa anak masuk ke dalam kuil karena di dalam kuil lah mereka mendapat tempat yang paling tenang, karena ada orang -orang sakti yang akan melindungi mereka di sana,


Lalu Dos membawa mereka naik berjalan melalu jalur bawah tanah, sangat sulit memang, butuh tenaga besar untuk mengangkut mereka.


“Aku capek Paman, tidak bisakah kita berhenti sebentar?” ujar seorang anak saat Dos memintanya turun dari punggungnya dan memintanya berjalan sebentar, Dos merasa pasokan yang masuk ke paru-parunya sangat sedikit karena ia terbang dalam lubang yang punya sedikit cadangan udara yang masuk

__ADS_1


“Tidak, aku dan dia, akan melawan para iblis yang di luar tadi, mereka ingin, menemukan kuil, kalau itu sampai terjadi, akan berbahaya, dunia kalian ini akan hancur dan dikuasai mereka,” ujar Dos tidak main-main.


Dos, menaikan semuanya lagi ke punggungnya menerbangkannya sampai tiba di kuil ia merasa kehabisan oksigen dalam tubuhnya habis, terbang dalam satu ruangan yang tertutup.


Di tempat lain Boas menghajar semua iblis yang semakin bertambah banyak jumlahnya, kali ini ia menggunakan elemen api menghancurkan tubuh mereka yang punya sayap.


**


“Guru saya membawa anak-anak lagi kesini, tolong tutup semua pintu, para Iblis sepertinya sudah mulai mencari jalan di bawah tanah”


“Apa? Baiklah” Mereka semua tampak terkejut


Tiga orang lelaki berpakaian penjaga kuil suci berlari menurun tangga mereka semua menutup bawah tanah. Dos sekalian keluar.


Lalu ia kembali ke tepi sungai di mana Boas masih bertarung dengan puluhan iblis, melihat Dos datang dengan wujud singa bersayap mereka mundur, tetapi tidak ada kesempatan lari bagi Boas, ia mengejarnya dan membakarnya dengan benang merah.


Dos mengejar mereka semua dan membakar hingga hangus.


“ayo kita tuntaskan semua Dos agar kita bisa keluar dari desa ini, aku sudah muak tinggal di sini”


“Baik tuan”


“Ayo kita kembali ke kuil kita akan meminta kitab yang bisa menghanguskan para iblis ini”


Saat ia dalam kemarahan besar tidak ada yang mampu menghalangi jalanya, ia akan melakukan segalanya walau kadang itu melanggar aturan bahkan melanggar aturan.


Mereka kembali ke kuil untuk mengambil kitab yang bisa menghancurkan para iblis.


Saat tiba dalam kuil para penghuni kuil tidak setuju kalau Boas membawa kitab itu untuk menghancurkan iblis karena kitab itu akan menjadi timbal balik, jika kita tujuh ke tangan iblis hal itu akan menjadi bencana besar.

__ADS_1


Jika mantra itu di balik disan di ganti yang terjadi bukannya hancur, tetapi mereka akan semakin bertambah banyak dan pitu portal ke negeri neraka akan terbuka.


“Saya akan menghancurkan iblis busuk itu, sudah cukup mereka membuat manusia menderita dan sudah cukup mereka menjadikan manusia menjadi budak.” Boas berucap lantang dan sesekali tangannya menyisik pedang di tangannya , seolah-olah ia ingin mengatakan kalau pedang sudah siap untuk berperang.


“Baiklah, saya percaya padamu, kamu memiliki kekuatan yang hampir sama seperti yang di miliki Dewa,” ujar lelaki yang sudah sangat sepuh itu memberi sebuah kitab kuno pada Boas.


Sebuah kita yang kuno yang di percaya sudah ber-usia ribuan tahun yang memiliki kekuatan yang luar biasa jika jatuh ke tangan yang tepat.


Lelaki tua bukan tidak tanpa alasan memberikannya padanya ia bisa melihat kekuatan yang sangat besar jika dipadukan dengan batu yang tersimpan ditubuh Boas.


Kita itu akan terbuka jika orang yang membukanya punya keinginan yang kuat.


“Bagaimana aku membuka kunci kitab ini?” tanya Boas menatap bolak balik buku tebal yanga memilki desain dan ukiran yang sangat ikonik di setiap sisi buku terkunci seperti sebuah akar merekat .


“Jika kamu meletakkan tanda di tengah buku maka kamu akan menyatu dengannya,”ucapnya dengan menatap wajah Boas yang tidak sabar ingin menggunakannya.


“Baiklah ak-”


“Jangan lakukan di sini, sama saja kamu memberitahukan pada mereka kalau kami sini.


“Oh kamu benar, kami pergi,” ujar Boas masih terlihat tidak hormat dan terlihat angkuh.


Tetapi semua itu karena ia marah pada Dewa yang memberikan anak kecil itu kematian, jadi ia melampiaskan kemarahannya pada semua orang yang di temui nya.


tidak luput semua penghuni kuil suci itu. Boas sudah paham dengan Tuan yang sudah lama ia layani itu, jadi saat Boas bersikap pada orang tua yang ada dalam kui ia yang mewakili meminta maaf pada mereka.


Setelah mendapat sebuah kitab suci tanpa babibu, ia berjalan keluar , bahkan ia tidak menggunakan jalur bawah tanah ia menggunakan gerbang depan, gerbang yang sudah dimantrai untuk mengalihkan semua mata iblis.


Saat ia keluar dari gerbang dengan sendirinya perisai pelindung itu terbuka dan akhirnya, sebuah kuil megah tampak berdiri kokoh di atas gunung dan para iblis itu datang berkerumun dengan lengkingan suara, rombongan iblis datang menghampiri gunung berputar-putar di udara terbang mengitari bangunan kuil, memanggil pasukan iblis lainya untuk menyerang kuil.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2