
“Dewa, Dewa!” ujar wanita itu bersujud di hadapan Dos.
“Aku bukan dewa Nyonya, tetapi saya dan Tuan saya di utus Para Dewa ke desa ini, untuk membantu warga desa melawan para iblis,” ujar Dos dengan tenang.
Mendengar itu dan melihat satu sinar seperti cahaya melingkar di atas kepala dos, itu tanda Para Dewa. Mereka semua bersujud dan menyembah Dos dengan tangisan. Karena ada harapan baru untuk mereka, setelah berbulan-bulan di hutan hanya memakan daun dan rumput yang di rebus, beruntung di dalam goa itu banyak air bersih, jadi mereka bertahan dengan hanya minum air dan kadang makan daun yang di rebus jika pasukan wanita itu bisa keluar.
Banyak yang sudah mati karena tidak bisa bertahan, tetapi kali ini kedatangan Boas dan Dos membuat harapan baru untuk mereka.
Dos, tidak bisa keluar untuk mencari makanan, karena di luar terjadi patroli, ratusan pasukan kerajaan diturunkan untuk mencari mereka, kini desa sudah terbakar tak bersisa lagi, tetapi pencarian untuk Dos dan Boas semakin di per lebar, para pasukan itu mulai menyusuri hutan bukit baik setiap pohon yang tinggi, tetapi tidak ada jejak mereka berdua. Lagi-lagi Boas menggunakan mantra untuk menyamakan ke keberadaan goa, padahal beberapa prajurit sudah berdiri di tepat pintu goa karena daun di sekitar bukit terlihat botak habis dipetik, jadi mereka yakin kalau orang yang bersembunyi di sekitar bukit.
Namun Boas sudah menyamakan penglihatannya , jadi mereka tidak bisa melihat pintu masuk.
Karena tidak menemukan orang di belakang desa di dekat bukit, para pasukan itu, ingin turun, tetapi saat mereka ingin kembali, suara tangisan dari dalam goa mengalihkan perhatian mereka.
Padahal Boas dan Dos sudah bersusah payah menyamarkan tempat itu, tetapi , seorang anak kecil yang kelaparan merengek dan menangis.
Dengan cepat Boas berlari dan menarik tubuh kedua pasukan itu ke dalam pintu masuk goa sebelum mereka memanggil pasukan yang lain.
“Ikat mereka berdua dan tutup matanya, sebelum ia memanggil pasukan yang lain karena dalam tubuh semua pasukan kerajaan sudah di kuasai para iblis”
Tetapi Dos melakukan cara yang lain, ia mengikat tubuh prajurit menggunakan benang merah perangkap iblis, lalu ia membuka tutup mata keduanya saat itulah tubuh itu menggelepar, lalu mahluk itu keluar dari tubuhnya hangus dan terbakar.
Kedua prajurit itu pingsan.
“Kita butuh prajurit ini untuk merebut istana,”ujar Putri Isabella.
“Terimakasih, sudah membuat mereka sadar, Dewa”
“Putri Isabella, saya uda bilang, saya bukan Dewa, tetapi kita akan berusaha menolong,” ujar Dos , menolak dipanggil Dewa.
*
Melihat orang-orang yang kelaparan Boas merasa perlu melakukan sesuatu, karena mereka masih terjebak dalam goa dan tidak bisa melakukan apa-apa.
__ADS_1
‘Ia sangat prihatin melihat orang-orang di dalam goa bahkan lebih memprihatinkan dari orang yang mereka temukan anak-anak di rumah penampungan beberapa bulan lalu’
“Apa kamu masih mengingat bagaimana dapur istanamu, apa di sana ada makanan?” tanya Boas menatap wanita berwajah cantik itu.
“Tentu saya ingat, tetapi ada apa?”
“Kita akan mengambil makanan ke sana lihat mereka semua kelaparan”
“Tetapi bagaimana caranya? Soalnya pintu ke istana dijaga ketat”
“Bawa seorang anak buahmu, bawa kain atau apapun untuk membawa makanan itu nanti kita akan jarah semua makanan.”
Ia menurut, walau kedua alisnya menyengit bingung, tetapi ia tidak punya pilihan lain selain menurut apa dikatakan Boas padanya.
Ia membawa karung kecil, dan mengajak seorang wanita berpakaian prajurit.
“Tapi tunggu … apa raja masih mengingat nanti?” tanya Boas menatap Putri Isabella dengan tatapan serius, tetapi wajah wanita muda itu tiba-tiba menurun dan terlihat sedih layu bagai daun tertimpa panas matahari.
“Baguslah, kalau Putri sudah tahu, aku pikir tadi kamu tidak tahu, aku takut saat aku membawamu ke istana saat raja dan ratu menyerang, kamu jadi kaget”
“Tidak aku lari dari istana setelah melihat semua yang terjadi”
“Baiklah pegang tanganku dan pegang tangan prajurit mu, kita akan masuk ke istana”
Putri Isabella menutup mata dan memikirkan dapur istana, tangan mereka saling berpegangan hitungan menit tubuh mereka sudah berada di dalam istana dapur.
Saat mereka tiba para pelayan di dapur sedang sibuk menyiapkan hidangan yang aneh untuk ratu dan raja, tentu saja itu bukan makanan yang diberikan untuk manusia.
Boas dengan cepat menghipnotis mereka semua sebelum melihat putri Isabella, Boas meniupkan serbuk bunga yang bisa membuat orang yang menghirup nya tertidur, saat tertidur.
“Lakukan dengan cepat ambil sebanyak-banyaknya,” ujar prajurit wanita itu memasukkan semua bahan makanan dengan cepat ke karung yang di bawa, ia memasukkan bahan makanan yang ,masih segar ke dalam semua karung yang ia bawa.
“Boleh aku masuk ke kamarku sebentar ada benda yang aku ingin ambil.”
__ADS_1
Putri Isabela ingin bergegas tetapi dengan cepat Boas menarik pakaian sang putri dengan sikap spontan, wanita itu menaikkan dahinya merasa tidak senang dengan sikap Boas yang menurutnya kurang sopan.
Tetapi saat keadaan seperti ini sikap hormat menghormati tidaklah penting, yang penting bagaimana caranya mereka bisa bebas dari pengaruh iblis yang mengambil istana dan merasuki hampir semua penghuni istana dan penduduk.
“Dengar … kita hanya punya waktu sepuluh menit sebelum iblis itu menyadari kedatangan kita sini, ia bisa mengendus aura tubuh kita”
Benar saja, ratu mengendus-endus hidungnya ke udara, ia bisa menyadari ada aroma manusia di istana.
“Sudah Tuan, saya sudah memasukkan semua,”ucap prajurit wanita, ia paling takut kalau bertemu dengan ratu ia takut ia rasuki iblis sama seperti teman-temannya.
“Pastikan, tidak meninggalkan jejak, karena ia sudah menyadari keberadaan kita,” ucap Boas.
Wanita bertubuh tinggi itu menoleh ke semua tempat, ia tidak menimbulkan kecurigaan .
Sang Ratu sudah turun, sebelum mereka pergi Boas membangunkan para pelayan itu kembali, jika serbuk bunga merah untuk menidurkan maka serbuk bunga biru untuk membangunkan mereka kembali, dengan meniupkan dan mereka terbangun.
Setelah merasa semua aman, Boas menjentikkan jari tangannya dan membawa karung persediaan makanan ke goa itu kembali.
Ratu iblis turun ke dapur, tetapi beruntung jendela dalam dapur istana terbuka dan meniupkan sisa-sisa serbuk yang di ditiupkan Boas.
Matanya menyisir semua sisi dapur, tetapi tidak ada yang mencurigakan, karena para pelayanan melakukan pekerjaan mereka masing-masing dan tidak ada yang menunjukkan hal yang mencurigakan.
*
Boas dan sang putri tiba di dalam goa lagi, wajah mereka semua tampak bergembira karena Putri berhasil membawa makanan ke goa.
“Kita akan masak dan menyajikan makanan untuk kalian, jadi tenang dan bersabarlah,” ujar Boas memberi pengarahan pada semua orang yang ada di dalam tempat persembunyian itu.
Boas terpaksa mengajak sang putri kerajaan mencuri makanan di istana, untuk menyelamatkan semua orang yang kelaparan dalam tempat persembunyian.
Berhasilkah Boas dan Dos membawa mereka ke kuil suci? Ikuti terus ceritanya iya.
Bersambung ….
__ADS_1