
Davino masih marah pada Aresya karena penolakan malam itu, ia tidak menyapa maupun mengajaknya bicara, Aresya juga merasa sakit setiap kali adiknya merasa sakit, jika adeknya sakit dan posisi mereka saling berdekatan atau saling bersentuhan, ia juga akan mengalami sakit, ia memegang dadanya yang sakit, ia merasa susah untuk bernafas.
“Bertahanlah Ariyani, jika kamu sakit, aku juga sakit”
Aresya masih diam menahan rasa sakit di bagian dadanya, jika merasa sakit seperti itu, Aresya yakin adiknya merasakan lebih sakit darinya juga itulah resiko jadi anak kembar, kalau satu sakit yang satunya juga sakit.
Ia merasa sedih, karena pendonor hati untuk adiknya belum ada tepat, maka itu sampai saat itu, para dokter masih mencari pendonor hati untuk adiknya.
‘Apa dia baik-baik saja? Kenapa rasanya sangat sakit’ ucap Aresya pikirannya pada adiknya, Aresya mendadak sangat pendiam.
Melihat Aresya mengacuhkannya Davino merasa kepanasan
“Apa kamu akan menjawabnya jika aku bertanya kali ini?” tanya Davino sudah berdiri tepat di samping Aresya.
Aresya menoleh Davino, tatapan matanya masih datar, tidak ada yang lebih penting dari adiknya saat itu.
“Ya”
“Baiklah, kamu dari mana pergi tidak mengabari, aku panik mencari kamu, aku pikir kamu ditangkap para penjahat yang mengejar kita saat itu”
Aresya menghela napas, tidak mungkin baginya menutupi semuanya dari Davino selamanya.
“Aku mengunjungi adikku di rumah sakit”
“Adek? Maksudnya adik kamu dirawat di Singapura?” tanya Davino menatapnya dengan serius.
“Iya, dia adik kembaran ku”
“Apa, kembaran?”
“Ia kecelakaan satu tahun yang lalu dan oma membawanya ke sini”
“Tunggu, itu artinya kamu menerima tawaran itu demi adikmu yang ke-“
“Iya, aku menyetujui menjual diriku pada keluargamu agar adek kembaranku mendapat perlindungan.
“Perlindungan dari siapa?” Tanya Davino.
“Dari pemburu”
“Apa keluargamu juga memiliki kekuatan itu?” tanya Davino menatap dengan serius.
“Ya”
Tiba-tiba Aresya merasakan sakit di bagian dadanya.
__ADS_1
“Ah sakit” memegang bagian dada.
“Ada apa? apa yang terjadi?”
Davino memapah Aresya duduk di sofa memberinya minum.
“Jika ia sakit aku juga merasakan sakit, kalau kami bersentuhan”
Davino akhirnya tahu kenapa Aresya rela melakukan semuanya, ternyata untuk menyelamatkan adik kembarannya. Ia merasa malu, selama ini ia menuduh Aresya yang bukan-bukan, ia salah paham saat Aresya menyetujui permintaan omanya untuk menikah dan rela menjadi orang ketiga dalam rumah tangganya.
“Kenapa kamu tidak pernah bilang padaku, kalau semua itu kamu lakukan demi adikmu, kenapa kamu selama ini membiarkanku salah paham padamu”
“Saat itu, aku hanya ingin adekku selamat, tidak perduli dengan tanggapan kamu dan penolakan mu padaku. Aku sangat membenci kehidupan yang aku jalani selama ini, semua itu membuatku muak, selama ini aku berpura-pura menjadi lelaki untuk melindungi diri dan adikku, aku melakukan semua yang lelaki lakukan agar orang tahu, kalau di rumah kami ada seorang lelaki,aku bertindak sebagai pelindung untuk keluargaku, namun, kami akan berpindah-pindah tempat setiap kali ada orang mengetahui kalau kami punya kekuatan khusus aku dan saudaraku hidup dalam ketakutan karena kekuatan sialan itu”
“Lalu siapa mahluk yang ingin membunuhmu?”
“Seseorang yang sama seperti kita, aku lelah lari terus menerus”
“Mengejar keluargamu juga?”
“Adikku tidak lagi, karena dia sudah melepaskan mahkotanya”
Davino, semakin bingung mendengar cerita Aresya mendengar Aresya bercerita ia seakan mendengar cerita fiksi ia seakan-akan menonton Film Herry Potter.
“Melepaskan apa?” tanya Davino ia tidak paham .
“Menolong apa?” wajah Davino terlihat takut
“Hilangnya tanda tato ditanganku, itu artinya aku sudah tidak perawan lagi”
“Maksudmu, malam itu, kamu memberikannya padaku … itu artinya, kamu memanfaatkan juga, bukan karena aku suamimu?”
“Aku lapar boleh kita makan, dari pagi aku belum makan apa-apa,” ucap Aresya, mengalihkan pembicaraan.
“Aresya, kamu belum menjawab pertanyaan ku”
“Aku memberikannya malam itu karena kamu suamiku,” ujar Aresya berbohong, ia tidak ingin ribut dengan suaminya. Awalnya Davino sangat marah, Aresya terpaksa berbohong agar Davino diam.
“Aku lapar”
“Baiklah aku pesan ke kamar saja, tapi apa kamu tidak merasa sakit lagi?” tanya Davino ia menekan nomor telepon hotel memesan makan siang untuk di bawa kekamar mereka.
“Apa kamu kamu merasa sakit?”
“Sepertinya dia sudah tidur, maka itu aku tidak merasa sakit lagi.”
__ADS_1
Davino masih menatap Aresya, semua cerita hidup yang dialami Aresya membuatnya ia tidak tahu kalau wanita yang selama ini, ia perlakukan dengan kasar ternyata memiliki kisah kehidupan yang tidak biasa.
*
“Aresya apa aku boleh melihat adikmu?” tanya Davino, saat mereka selesai makan siang, lelaki bertubuh tinggi berwajah dingin itu, mulai tertarik dengan cerita Aresya.
“Tapi mau apa? Bukannya selama ini kamu sangat membenciku?” tanya Aresya.
“Aresya aku tidak membenci kamu, aku membenci cara kamu saat itu, pertama aku pikir kamu seorang lelaki jadi-jadian yang menikahiku, saat itu aku sangat membencimu, aku meminta maaf untuk itu, aku tidak tahu kalau ceritanya sebenarnya, maaf aku memukulimu saat itu, kedua aku pikir kamu membohongi keluargaku” itulah alasanku membenci kamu, tapi saat ini, aku ingin membantu, aku janji demi menebus kesalahan yang pernah aku lakukan untuk pada kamu, aku ingin melindungimu Aresya”
“Baiklah, kalau kamu ingin menemui adikku aku akan membawamu, tetapi bagaimana kalau oma mengetahui”
“Ia akan senang, jika aku membantumu”
Karena Davino penasaran dengan cerita hidup Aresya, ia ingin melihat adik Aresya, mendengar cerita itu ia belum yakin.
Untuk membuktikan ucapannya Aresya membawa Davino kerumah sakit.
Pengawasan yang di ceritakan Aresya benar adanya, saat ingin masuk ke ruangan Areyani mereka berdua di periksa dengan ketat, tidak perduli walau Aresya keluarganya.
Saat mereka tiba, Davino seakan melihat sosok Aresya yang berbaring dalam ranjang, walau rambutnya dipotong pendek namun wajah mereka berdua sangat mirip bak pinang di belah dua.
“Maaf pak, dia baru tidur sehabis minum obat” kata seorang dokter muda dalam bahasa Inggris.
“Tidak apa-apa Dok” jawab Davino, ia mengajak dokter mengobrol, Aresya tidak mengerti karena ia tidak paham bahasa Inggris.
Davino akhirnya percaya tentang semua cerita hidup Aresya.
Saat Davino jatuh cinta pada Aresya. Apakah cinta akan tumbuh di hati Aresya untuk Davino?
Bersambung ….
Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, kasih hadiah juga agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari
Baca juga karyaku yang lain ya.
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (Tamat)
__ADS_1
Bintang kecil untuk Faila (tamat)
Pariban Jadi Rokkap.