Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Wanita Penghianat


__ADS_3

Terkadang, berpikir apa yang ia harapkan dapat di peroleh dengan mudah, atau gampang mendapatkan, tetapi sering sekali apa yang dipikirkan , tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.


Boas berpikir dengan segala usaha dan kerja kerasnya, ia sudah dekat dengan apa yang di cari, tetapi kenyataanya, dia di beri pilihan yang sulit, yakni; memberi keturunan bagi sang pemegang batu, hati menolak tetapi pikiran berkata, iya.


Jika antara otak dan hati saling bertolak belakang, maka hasilnya keraguan dan kebimbangan.


“Aku tidak bisa melakukan permintaanmu, maaf," ujarnya dengan setengah yakin.


“Kenapa? Apa aku tidak layak untuk kamu sentuh, apa kamu jijik kepadaku, karena fisik ku berbeda dengan manusia di duniamu?” tanya wanita itu menahan bendungan di matanya, jelas sekali ia merasa terluka karena Boas menolak menyentuhnya.


“Bukan,” ucap Boas dengan wajah datar.


“Lalu ….?”


“Aku berharap kamu cepat pulih, agar kita bisa menyelesaikan perjanjian yang kita lakukan”


“Apa kamu bukan lelaki normal?” tanya wanita itu lagi, dada Boas seakan terbakar mendengar kalimat merendahkan yang dilontarkan Shanam.


Tetapi ia tidak bisa bilang tidak, tetapi, memang kenyataanya juga, senjata miliknya seolah-olah kehilangan ke perkasa.


“Janji adalah hutang, setiap janji sebaiknya ditepati” Boas menghiraukan pertanyaan Shanam, ia tidak ingin membahas tentang keperkasaannya.


Shanam tidak mau menyerah. “Jadi benar, kalau kalau milikmu tidak berfungsi?” ucapnya lagi.


Boas sampai menghela napas panjang, ia sibuk mengobati lengannya yang terluka, apa kamu punya makanan yang bisa dimakan?” Ia malah balik bertanya.


Sadar permintaannya dihiraukan , Shanam merasa kesal dan kecewa, ia diam. Suasana akhirnya hening, tergurat rada dendam dan amarah di matanya.


Boas meninggalkan Shanam berbaring dengan tangan masih terikat di ranjang, Boas tidak ingin Shanam semakin marah padanya, maka itu, ia meninggalkannya, ia melihat sekeliling, hingga Boas menemukan satu pintu dengan kunci terbuat dari emas, masih tertancap di lobang pintu, ia yakin seseorang baru keluar dari sana dan lupa mengambil kuncinya.


Boas membukanya, matanya melotot sangat kaget karena itu pintu portal yang lain, ia yakin, Shanam bebas bepergian ke sana, pintu portal menuju dunianya, yang menuju tepat di salah satu taman hiburan.


“A-apa ini, jadi wanita ini berbohong lagi pada kami”


Boas keluar dan menemui dos yang berjaga di luar pesawat.


“Bagaimana, apa Tuan sudah menyelesaikannya?”


“Dos, ada hal yang lebih penting dari pada hal itu, ini.” Boas menunjukkan kunci emas di tangannya.

__ADS_1


“Apa ini? Maksudku kunci apa ini?”


“Wanita itu terlalu banyak melakukan kebohongan, dan ia hanya ingin memanfaatkan kita, ini pintu kunci portal yang lain menuju bumi, dia punya pintu sendiri, itu artinya dia bisa keluar masuk ke sana, dan mungkin ia menjual apa yang ada di planet nya ke bumi”


“Punya portal khusus?” berarti ada pintu lain, selain yang seratus tahun itu?”


Boas mengangguk,


“Iya juga menawarkan penawaran yang gila untukku”


Dos menatapnya dengan penasaran. “Apa itu Tuan?”


“Memberinya keturunan lalu, dia, akan, memberikan batu kristal”


“Benarkah? Kenapa langsung diterima, Tuan?”


“Wanita itu pembohong besar Dos, aku yakin ia juga tidak tahu kemana batu itu, maka itu kamu harus mencarinya agar kita bisa keluar dari Planet gila ini, aku penasaran, apa lagi yang ia bawa dari bumi ke planet ini, selain semua yang ia miliki sekarang”


Dos, masih terlihat kebingungan, “Ada apa Dos?”


“Jika kunci emas itu punya seri, itu artinya masih ada pintu yang lain selain ini. Pertanyaannya; siapa lagi yang memiliki kunci itu?”


Dos, terbang mencari batu, sementara Boas masuk lagi ke pesawat luar angkasa, yang di jadikan Shanam sebagai rumah rahasia, rumah yang ia sulap menjadi rumah modern di dalamnya.


Ternyata dengan adanya kunci portal itu, wanita ini bisa keluar masuk ke dunia dan ke planet nya,


“Apa yang ingin kamu ketahui tentang aku?”


“Semuanya, kamu wanita yang banyak berbohong, aku, penasaran apa lagi yang kamu sembunyikan lagi sekarang”


“Aku memberimu pilihan yang mudah tetapi kamu menolaknya, kau membuatku kecewa dan tersinggung”


“Dengar, Tuan Putri, saat itu kamu bilang jika aku membantumu mengalahkan Reang, maka kamu akan membantuku mendapatkan batu kristal”


“Aku berubah pikiran, aku ingin meminta imbalan yang nilainya sama, kamu memberiku keturunan”


“Tidak, aku tidak bisa”


“Maka kamu harus bersiap menerima hukuman dari aku dan aku pastikan kamu akan mati di sini,” ucap Shanam dengan marah.

__ADS_1


Boas tampak tenang, baginya ancaman seperti itu sudah hal biasa, baik saat ia menjadi seorang raja, maupun CEO di perusahaan penyedia jasa layanan internet di dunianya.


“Cepatlah pulih, aku sudah memberimu obat dari kotak obat, kamu menjadikan pesawat ini seperti sebuah rumah di duniaku, semua yang ada di sini dari duniaku, bahkan tidak ada dari planet ini”


“Iya, karena aku ingin mengubah planet ini menjadi hunian yang bisa dikunjungi manusia, dan aku berharap ada bangunan-bangunan bertingkat dan mall di sini”


Boas kaget, apa yang ia pikirkan tentang wanita itu benar, ia ingin menjual planet nya, ia mengkhianati bangsanya sendiri.


“Itu satu kesalahan Shanam, itu artinya kamu mengkhianati bangsamu sendiri, jangan mau melakukan perjanjian dengan manusia bumi, karena … mereka orang-orang yang maruk dan suka mengingkari janji.


Mereka akan memusnahkan isi planet ini nantinya, dan mengambil kekayaan alam dari sini”


“Aku tidak perduli, toh juga mereka juga tidak perduli padaku”


“Bagaimana dengan ayahmu? Apa kamu tidak kasihan?”


“Ayahku sebentar lagi akan mati, jadi, dia tidak akan melihat dan tidak akan tahu apa yang terjadi”


“Kamu, wanita yang kejam”


“Kejam mana sama mereka yang selalu mengucilkan ku? dan mereka semua pernah ingin melempari sampai mati, karena fisikku tidak sama dengan mereka, ibuku manusia dan ayahku penghuni Planet ini, aku tidak tahu bagaimana mereka jatuh cinta”


“Apa ibumu yang membawa batu itu ke sini?”


“Bukan, ayahnya”


Berarti benar, wanita itu keturunan dari sahabatku, aku beruntung bisa melihat cucu Torax secara langsung.


“Apa yang terjadi pada kakek mu?”


“Dia mati, tetapi dikuburkan di bumi, tetapi ibuku ingin menghidupkannya lagi, jika batu itu sudah aku temukan,” ucapnya tidak sadar.


Boas mengangguk, akhirnya ia paham kalau wanita itu juga tidak tahu kalau di mana batu itu di letakkan, tetapi ada satu hal yang jauh lebih penting.


Shanam melakukan kesalahan besar, ia ingin menjual planet yang kaya itu pada manusia didasari rasa sakit hati pada satu negaranya.


‘Tidak boleh seperti ini, aku harus menemukan kunci portal satu lagi agar agar akses ke sini tidak ada lagi’


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2