
Walau sebenarnya ia tidak ingin Boas menggagalkan kerajaannya tetapi ia tidak ingin memaksa, apalagi memaksa untuk menjodohkannya dengan Putri Isabela, bantuan yang di lakukan Boas dan Dos selama ini begitu berharga untuk mereka.
Jadi Boas menolak pembodohan dirinya dengan Putri Isabela dan ia juga menolak menjadi seorang raja.
‘Aku hanya butuh batu kristal untuk mendapatkan takdir hidupku,’ ujar Boas dalam hatinya.
Penolakan Boas menjadi seorang raja, mengangetkan semua orang termasuk Putri Isabela, ia merasa sangat malu pada kedua orangtuanya, saat perjamuan selesai ia langsung meninggalkan aula pertemuan kerajaan ia kembali ke kamar dan malu melihat semua orang dalam istana.
Saat malam tiba, putri Isabela meminta prajurit membawanya ke desa untuk menemui Boas.
*
“Ada apa Putri, kenapa malam-malam datang menemuiku, apa ada hal penting yang ingin Putri bicarakan denganku?” tanya Boas saat ia diminta menemui putri di samping rumah.
“A-a tidak, aku ingin bertemu dengan kamu, ada banyak hal yang membuat pikiranku terganggu ,” ucap sang Putri dengan gelagapan.
“Apa itu?” Boas menjatuhkan panggulnya di atas batu, ia terlihat sangat tenang, tidak ada perasaan yang berdebar saat melihat putri kerajaan, berwajah cantik itu.
“Kenapa? Maksudku … kenapa kamu menolak dijodohkan denganku”
“Oh, begini Putri, aku tidak mencintai siapapun”
“Tidak, walau aku tidak mengerti dengan apa yang sudah kamu alami dan masa yang kamu lalui, tetapi aku jatuh cinta padamu,” ujarnya dengan wajah menunduk.
“Putri, aku tidak bisa mencintaimu dan aku tidak bisa melakukan hal yang seperti itu.”
“Kalau kami tidak mau menjadi raja dan tidak mau tinggal di kerajaan ini , kamu boleh membawaku ke tempat asal mu, aku bersedia mengikuti mu kemanapun kamu pergi,” ujar Putri Isabela dengan tatapan sendu.
Boas terdiam, ia tidak menduga kalau wanita penerus kerajaan itu rela melepaskan semuanya demi mengikutinya.
“Jangan. Jangan lakukan hal itu, kerajaan ini membutuhkanmu dan rakyat membutuhkan orang sepertimu, kamu satu-satunya penerus yang dimiliki kerajaan ini”
__ADS_1
“Tapi bagaimana dengan perasaanku dengan cinta ini?”
“Kamu akan menemukan orang yang tulus mencintaimu dan bisa membantumu membangun kerajaan ini,” ujar Boas menolak Putri Isabela.
“Aku baru pertama kali merasakan hal ini-”
“Aku tidak punya waktu mendengarkan curhatan mu,” ujar Boas memotong kalimatnya, ia berdiri dan ingin meninggalkan sang putri yang dilanda perasaan patah hati, karena Boas menolaknya.
“Apa karena wanita itu?”
Boas terdiam, lalu ia membalikkan badannya, menatap Putri dengan tatapan datar.
“Pulanglah, ini sudah malam, nanti raja akan mencari mu Putri”
“Benarkan dugaan ku, apa dia sangat cantik?”
Boas menarik napas panjang, lalu ia berkata;
“Aku iri pada wanita itu,”ujar Putri menatap arah langit menatap langit cantik, bertabur bintang itu, untungnya langit sangat cantik malam itu, langit bisa menghibur hatinya yang terluka ia baru perta pertama kalinya merasakan patah hati.
Melihat Putri sedang sedih, Boas lagi-lagi menarik napas panjang dan kembali duduk di batu yang ia duduki tadi, ia bukan lelaki yang romantis, tetapi, saat ini ia hanya akan duduk jadi pendengar, mungkin bersikap jadi seorang pendengar, akan mengurangi rasa sedih yang dirasakan Putri Isabela atas sikap penolakannya.
“Ia masih anak-anak , aku menjaganya sejak ia masih memakai popok, ia menangis memanggil-manggil nama ibunya setiap malam. Tangisan itulah yang selalu membuatku terjaga sepanjang malam, dia sudah seperti putri bagiku jangan salah paham,” ucap Boas.
“Apa kamu tidak memiliki perasaan suka padanya?”
“Ia masih kecil dan bersikap layaknya anak-anak”
“Kamu belum menjawab pertanyaan ku,apa kamu tidak menyukainya?”
“Pulanglah, ini sudah terlalu malam,” ujar Boas menghiraukan pertanyaan Putri Isabel.
__ADS_1
“Aku akhirnya paham, kamu hanya merindukan wanita itu dan kamu mengobati rasa rindu itu dengan cara menatapku, kamu memanfaatkan ku kamu mempermainkan perasaanku, kamu membuatku salah paham,”
“Putri jangan menyalahkan ku, aku tidak pernah mengatakan kata cinta padamu”
“Tapi sikapmu dan perhatianmu padaku membuatku salah menduga, aku pikir kamu menyukai ku karena kamu selalu menatap ku dengan tatapan rindu dan tatapan hangat penuh cinta yang tidak pernah aku dapatkan dari siapapun.
Kenapa kamu melakukan itu padaku, harusnya kamu mengatakan dari awal kalau, kamu tidak pernah menyukai ku, jadi aku tidak membiarkan rasa cinta di hatiku tumbuh dengan begitu besar, aku tidak mengatakan hal yang memalukan pada raja dan ratu. Aku bilang pada mereka, kalau kamu mencintai-ku dan membujuk raja untuk melakukan pernikahan itu”
Boas menatap Putri Isabela dengan tatapan melembut, ia tidak ada maksud menyakiti perasaan wanita cantik itu, ia juga tidak tahu akan seperti ini jadinya
“Aku tidak pernah meminta maaf pada orang lain Putri, tetapi kali ini aku harus melakukan itu padamu, saya meminta maaf kalau aku menyakiti perasaanmu, tetapi aku berharap kamu tidak membencinya karena sikapku padamu” ucap Boas dengan tulus.
Ini pertama kalinya ia meminta maaf dengan tulus pada orang lain, langit terkejut dengan apa yang di lakukan Boas , tiba-tiba hujan turun dengan deras, padahal sudah hampir tujuh bulan tidak turun hujan, menyebabkan kekeringan di mana-mana.
Tetapi saat ia meminta maaf dengan tulus langit seakan terkejut hingga menumpahkan air dengan begitu deras dari perut langit.
Ia menarik tangan Putri membawanya masuk ke rumah penampungan anak-anak yatim piatu, di mana Boas dan Dos tinggal.
Ditempat lain di istana para Dewa.
“Apa yang terjadi, kenapa Dewa air tiba-tiba menurunkan hujan?” tanya Dewa angin.
“Langit begitu terkesan dengan ungkapan tulus dari nya hingga aku tidak bisa menolak untuk menurunkan hujan di sana,” jawab Dewa air.
“Saya berharap ada cinta yang mengubah sikap keras itu,” ujar Dewa tanah, Para Dewa masih melihat Boas dari cermin langit melihat dan mengawasinya setiap saat.
Sang putri juga akhirnya mau menerima penolakan yang dilakukan Boas padanya, setelah mendengar semua penuturan dan alasannya, Dos ikut membantu menjelaskan Boas tidak bisa menerimanya menjadi istrinya dan alasan mereka tidak bisa tinggal di istana.
Putri Isabela akhirnya bisa menerima keputusan Boas, ia tidak merasa sakit hati, itulah yang diharapkan Boas tidak ingin ada orang lain terluka dengan sikapnya.
Tetapi terkadang ia tidak tahu bagaimana cara bersikap manis dan baik pada seorang wanita, yang ia tahu hanya sikap angkuh, cuek, dingin, sikap itulah yang ia miliki dari dulu sampai saat itu, beruntung ada Dos yang selalu membantunya, termasuk saat menjelaskan pada putri Isabella saat itu.
__ADS_1
Bersambung ….