
Boas Egdan akan melakukan perjalanan ke segala penjuru dunia, bahkan di semua planet, semua itu ia lakukan, demi mendapatkan bagian batu kristal milik penasehatnya.
Saat ia masih seorang raja zaman dulu. Penasehat itu adalah sahabatnya sendiri, raganya masih berada di satu gua, duduk tanpa kepala, ia menunggu batunya dikumpulkan, barulah jiwanya akan tenang.
Kini Boas berada di satu planet, di mana salah satu potongan batu kristal itu konon katanya dibawa ke planet ini.
Ia bekerja keras untuk mendapatkannya, bahkan ia rela mengalami penyiksaan dari salah satu penghuni planet itu, karena di sini, ia tidak bisa menggunakan kemampuannya, ia melakukan apapun untuk membawa batu itu kembali ke bumi mengumpulkannya.
Satu bagian batu kristal sudah ia miliki, bahkan ia menyimpan batu itu dalam tubuhnya, tempat yang paling nyaman.
Kini misinya di planet Themis, ia harus bekerja membantu Putri Shanam mendapatkan Kepemimpinan Planet yang subur itu.
Saat dinobatkan sebagai seorang pemimpin baru saat itu,wanita yang bertubuh tinggi itu sudah melakukan gebrakan baru, tentu keberanian itu ia dapatkan dari Boas dan dos, singa jantan yang sangat pintar dan tentu saja kuat,
“Lakukan seperti yang aku ajarkan, aku yakin, kamu akan di terima ayahmu,” ujar Boas, saat Putri Shanam ragu untuk mengambil ali kepemimpinan planet.
“Mereka tidak akan menerimaku, karena wujudku sangat berbeda dengan penghuni Planet ini,” ujar Putri Shanam tidak percaya diri.
“Dengar, di duniaku ada ungkapan seperti ini; Kamu tidak aka tahu apapun hasilnya, kalau kamu tidak mencobanya, segala sesuatu itu harus dicoba, bukankah kamu bilang ingin membalaskan kematian tunanganmu pada Reang”
Saat mendengar nama tunangannya, Putri Shanam berdiri, ia akhirnya mau. Tujuan utamanya hanya ingin menyingkirkan Reang dan ayahnya yang sudah menuduh tunangannya sebagai penghianat, padahal ia tahu, Reang dan ayahnya tidak ingin tunangan Putri shanam jadi penerus kepemimpinan.
**
Reang mendapat hukuman dan karma atas perbuatan jahatnya selama ini.
Di depan matanya, ibu dan adek perempuannya tewas dihukum rajam, sementara ia dan ayahnya masih hidup walau terluka parah, tetapi Putri Shanam ingin menghabisi lelaki itu dengan tangannya sendiri.
Baik Boas, ia sudah pernah berjanji akan menghabis lelaki itu, dengan kemarahan berkata ingin memenggal kepala Reang.
Setelah jasad adek dan ibu Reang di letakkan di pohon terkutuk itu, lalu Reang dan ayahnya di masukkan ke dalam penjara khusus, sesuai permintaan Putri shanam pemimpin baru, sebuah penjara Batu di tengah hutan. Penjara yang sama saat dengan tunangannya di penjara sebelum dilenyapkan.
__ADS_1
“Aku ingin memberinya pelajaran,” ujar Boas, ia memegang gagang pedangnya saat Reang tida di penjara di hutan.
“Jangan, kotori tanganmu dengan lelaki busuk ini,” ujar Shanam.
“Tetapi aku sudah berjanji pada diriku ingin memenggal kepala lelaki ini”
“Dengar Tuan, kamu tamu di planet ini, saya tidak mau kamu terkena masalah Karena menghabisi mahluk planet, di sini hanya boleh di lakukan orang tertentu, seperti saya, jika kamu menghunuskan pedangmu padanya dan ada yang melihat maka aku akan dituduh bersekongkol dengan manusia bumi, maka aku akan dapat masalah dan kamu akan di masukkan air mendidih sebagai hukumannya, biarkan aku yang melakukanya untukmu, kamu hanya perlu melihat”
Dos setuju, ia mendekati tuannya dan ikut menenangkan Boas yang terlihat sangat emosi saat melihat Reang.
“Tenanglah Tuan, apa yang dikatakan Putri Shanam benar adanya, ingat tujuan utama kita di planet ini, kita mencari batu kristal lalu kita kembali, masalah planet ini biarlah jadi urusan Putri Shanam”
Binatang bersayap itu membawa Boas menjauh dari ruang penjara.
“Apa kalian berdua ingat penjara ini? Ini di mana dia kalian kurung sebelum kalian lenyapkan bukan?
Aku akan melakukan hal yang sama, pertama aku akan membiarkan kalian berdua kelaparan, lalu aku akan memotong tangan dan kakimu, terakhir aku ingin memenggal kepalamu, sesuai permintaan Boas, manusia bumi yang kamu siksa.” ujar Shanam dengan kemarahan.
Jika hati sudah dipenuhi dan amarah, maka terkadang tidak memikirkan tentang aturan dan norma.
“Tolong ampuni Reang, ini semua salahku,”ucapnya memohon.
“Oh,apa kamu mengampuninya saat ia memohon padamu, tidak kan? Kamu dan anakmu menyiksa dengan kejam, aku melihat semuanya, aku mengerti apa tujuan kalian menuduhnya, karena hal itulah ayahku jadi sakit, karena kamu melenyapkan pewarisnya, kamu memfitnah kakakku dan kamu menghabisinya!”
“Apa maksudnya Tuan, bukankah dia bilang yang dilenyapkan itu adalah tunangannya? lalu kenapa ia bilang sekarang Putra ayahnya?’ tanya dos, ikut merasa bingung.
“Aku juga bingung dos,” ujar Boas, ikut dibuat cerita
Apa yang di lakukan Reang pada tunangannya, dilakukan juga hal yang sama, ia tidak mengenal rasa kasihan pada lelaki yang sudah menghancurkan impiannya. Lelaki yang sudah banyak melakukan pelanggaran itu.
Di tengah-tengah penyiksaan itu, dengan suara melemah Reang memohon padanya lagi, jangan lakukan itu padaku, aku bersedia menjadi babumu seumur hidupku”
__ADS_1
“Seorang kesatria perang tidak akan meminta hal yang rendah seperti itu, seorang kesatria sejati, ia akan lebih baik memilih mati daripada seorang budak”
“Saya tidak ingin lenyap di dunia ini, peramal itu mengatakan aku akan menjadi seorang pemimpin di planet ini”
“Katakan pada peramal mu, kalau ramalannya tidak berguna,” ujar Shena dengan geram.
Jaaap ….
Tombak besi itu dihujamkan tepat di bagian perut.
Putri Shanam menghukum lelaki tua itu dengan sangat kejam, ia menyiksa anaknya, tepat di depan matanya, dan ia tidak bisa melakukan apa-apa, tidak ada siksaan yang lebih menyakitkan bagi seorang ayah, melihat anak dan istrinya di siksa sampai mati di hadapannya.
Aaah …!
Teriakan kesakitan terdengar sangat pilu dari dalam penjara berdinding batu besar itu.
“Putri Shanam, maafkan aku, saya melakukan itu karena aku mencintaimu, dan lelaki itu juga yang menyuruhku”
“Saya tidak akan mendengar alasan apapun lagi, mataku sudah dibutakan amarah yang sedang meluap di dalam dada ini”
“Aku berkata yang sebenarnya, mahluk bayangan hitam itulah yang sudah menyuruhku”
Saat mendengar hal itu, mata Boas melotot tajam, ia yakin yang dimaksud bayangan hitam adalah Kadas, budak iblis yang sudah menghasutnya juga.
“Apa dia ada di sini? bukankah, kamu bilang kalau mahluk itu tidak bisa masuk ke planet ini?’ tanya Boas merasa khawatir, ia takut batu kristal sudah di ambil.
“Setahuku begitu Tuan, mungkin ia sudah merasuki salah satu tubuh penghuni planet ini dan dia bersemayam di sana,” ujar dos.
*
“Dengar! Mahluk atau pun setan tidak bisa masuk ke dunia ini, kamu mau buat alasan? kecuali ….” Putri Shanam menghentikan kalimatnya.
__ADS_1
“Iya, selama ini, ia tinggal di salah satu tubuh penghuni Planet ini’
Bersambung …