Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Menolak Menikah


__ADS_3

“Iya, tetapi itu karena ada mahluk asing mengendalikan tubuhmu, apa kamu minum-minum malam itu?”


“Iya, aku hanya minum sedikit dan aku menyimpannya lagi di lemari”


“Ia malam itu kamu datang dengan mulut berbau alkohol”


“Jadi ini semua kesalahanku?”


Shena menutup mulutnya karena tidak percaya dengan apa yang didengar.


“Bukan Shena …. Aku tidak menyalahkan mu, aku tahu ada mahluk lain yang mengendalikan tubuhmu karena itulah ada kejadian seperti itu,” ujar Boas menenangkan Shena yang terlihat sedih.


Shena masih duduk diam, ia tidak tahu harus bilang apa, kenyataan kalau ia kehilangan mahkotanya dengan cara yang ia tidak tahu bagaimana


‘Aku memang mencintai Boas, tetapi bukan cara murahan seperti ini’ ujar Shena tiba-tiba jadi murung, setelah tahu kenyataan kalau ia yamg datang ke kamar Boas untuk menggodanya.


“Itu sangat memalukan,” ujarnya menunduk.


“Shena, aku sudah bilang itu bukan keinginanmu, ada yang mengendalikan tubuhmu”


“Apa kamu juga ada yang mengendalikan?”


Boas terlihat gugup ,Shena memang ada yang mengendalikannya, tetapi Boas tidak ada yang mengendalikan, tetapi ia tidak bisa menahan diri malam itu.


“Tidak”


“Saat kamu datang ke kamarku aku beberapa kali menolak mu Shena, tetapi kamu terus memaksaku melakukannya, iy-a-aku tidak bisa menahan diri,” ujar Boas berkata gugup.


Suasana jadi hening, Boas diam Shena tiba-tiba merasa semakin sungkan pada Boas, ia tidak pernah menduga akan berakhir seperti ini, Ia menghormati Boas sebagai orang tua yang membesarkannya, ia memang mencintainya, tetapi aku ingin menikah dengannya, bukan cara murahan seperti ini’ Shena tenggelam dalam pikirannya yang berkecamuk.


“Kamu tidak apa-apa Shena?” Boas mendekat, dan memegang dagunya , melihat mata yang berkaca-kaca itu.


”Maaf,” ucap Boas mengusap buliran air yang menetes dari matanya.


“Aku, ingin ke kamar mandi tidak tahan lagi”


Boas kembali mengangkatnya ke kamar mandi membantunya memegang infus


“Baiklah, lakukan di sini aku akan berdiri di sampingmu”


Shena melorotkan celananya kembali dan ia jongkok di kloset ingin mengeluarkan ampas yang ia tahan hampir satu harian


“Iiihhh … sakit”


Ia memegang telapak tangan Boas dengan kuat sampai ia menuntaskan air ampas dari perutnya, ia sampai berkeringat menahan rasa perih yang ia rasakan di bagian bawahnya.


“Tahan sebentar lagi, kata dokter luka dalamnya akan mengering”


“Bagaimana kamu melakukannya kenapa sampai terluka parah seperti ini?’


Boas batuk kecil, tidak ingin membahas kerakusannya malam itu, padahal Shena masih suci belum pernah di sentuh


“Aku melakukannya dengan kalap”

__ADS_1


“Dasar rakus,” umpat Shena menarik tisu dan ia berdiri.


“Apa? Aku tidak rakus Shena, tapi itu sikap alami pria”


“Tapi aku kesakitan Tuan Batu”


“Maaf untuk itu,” ujar Boas dengan wajah dingin sebagai ciri khasnya.


Shena berdiri ingin kembali ke ranjang, tetapi lelaki bertubuh kekar itu langsung mengangkatnya, menggendong tubuhnya kembali ranjang , menarik selimut menyelimuti tubuh shena


Wanita muda itu semakin menjepit bagian pahanya, rasanya ia tidak ingi ke kamar mandi lagi dan tidak ingin mengerakkan kakinya.


“Apa kamu butuh sesuatu?” tanya Boas mendudukkan panggulnya kembali di kursi di samping Shena.


“Tapi apa kamu benar-benar tidak tahu siapa yang melakukanya padaku?”


“Kalau saya tahu, saya udah mengejarnya dan menyuruhnya meminta maaf padamu shena”


“Apa kamu haru bicara formal padaku harus iya pakai kata ‘saya’. Tidak bisa bicara santai dan normal begitu, dengan apa yang kamu lakukan ini kamu tidak seperti dulu lagi padaku”


“Maksudnya?” tanya Boas pura-pura bego.


“Iya, kamu harus menikahi ku bagaimana kalau aku hami?”


“Shena, bisa kita jangan bicarakan itu dulu?”


“Harus dong, kalau kita menundanya, yang ada nanti perutku membesar dan hamil tanpa ada suami, kan, memalukan”


“Shena, saya meminta maaf saya tidak ingin menjanjikan sesuatu yang tidak bisa aku lakukan”


“Jadi kamu ingin mengatakan kalau kamu tidak mau bertanggung jawab?”


“Shena aku akan bertanggung jawab, tetapi bukan dengan menikah”


“Terus kamu harus bertanggung jawab dengan cara apa, kamu pikir hanya bisa menampungku di rumahmu itu sudah bertanggung jawab, tidak akan ada laki-laki yang mau sama Tuan Batu karena kamu sudah mencuri mahkotaku”


“Shena, Shena ….!Berhenti membahas itu, kepalaku sakit, aku tidak pernah menginginkan hal ini, bagiku kamu sudah seperti putriku sendiri, saya yang lebih gila untuk al ini.”


Suara Boas meninggi memenuhi ruangan


Wajah Shena memerah ketakutan, ia tidak menduga permintaanya membuat Boas marah besar.


“Kamu membentakku?”


“Iya anak kecil diam lah, kepalaku sedang pusing!” Bentak Boas ia merasa


Shena menangis ia duduk memeluk lutut kakinya.


“Ibu aku takut,” bisiknya dengan suara pelan, tetapi Boas bisa mendengarnya sanga jelas.


Tiba-tiba diluar hujan dan angin terdengar sangat kencang , seakan-akan langit marah besar dan meluapkan semua kemarahannya, angin semakin besar bagai badai.


Boas mendekatinya mencoba menenangkan Shena yang menangis.

__ADS_1


“Shena sudah jangan menangis lagi, denga-”


“Jangan sentuh aku jangan dekat-dekat aku ini wanita yang kotor dan hina,”


ucapnya sambil berdiri.


“Shena, saya hanya-


“Aku benci kamu


Duaaar ….!


Langit seolah-olah ikut marah saat Shena marah,


“Shena, kemarilah kamu masih sakit.”


Boas mendekatinya dan mencoba memenangkannya.


“Tidak, aku tidak mau jadi beban mu lagi, lebih baik aku pergi,” ujar Shena dengan kemarahan.


Ia membuka pintu dan berlari ke luar gedung rumah sakit, Boas yang panik berlari mengejarnya.


“Shena!” Boas berlari, dengan cepat ia menarik tubuhnya shena. Ia hampir saja di hantam mobil yang melintas dari arah samping, tubuh keduanya ter pental di samping jalanan di bawah guyuran derasnya hujan, Ia memeluk erat tubuh Shena yang masih berontak.


Boas merasakan sakit di bagian sikut tangannya yang terbentur batu, ia meringis kesakitan dengan kedua tangan masih memeluk pinggang ramping Shena dari belakang, tetapi samar-samar ia melihat ada sosok bayangan gelap di atas gedung rumah sakit, mereka masih di ikuti mahluk iblis yang menginginkan batu di tubuh Boas. Mampukah Boas menghindari kejaran iblis . Ikuti terus iya ...


Bersambung ....


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)

__ADS_1


__ADS_2