
Boas dan Tivani menggunakan portal waktu, mereka berdua kembali ke masa lalu. Tetapi Tivani seolah-olah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, karena wanita dengan nama shena itu tidak mirip dengannya.
“Aku belum percaya tunjukkan padaku, lebih banyak lagi,” ujar Tivani, ia masih menggunakan gaun pengantin.
“Baiklah, aku akan menjelaskan siapa dirimu, aku akan membawamu melintasi banyak dimensi waktu,” ujar Boas Egdan.
Lalu Boas membawa Tivani, di mana di masa lalu, Tivani orang yang selalu membuatnya kesal karena selalu memanggilnya dengan sebutan ‘tuan batu’
“Kamu diam dan lihat apa yang kamu lakukan di masa lalu dan bagaimana sikapmu padaku,” ujar Boas Egdan.
**
Masa lalu di mana Shena dan Boas Egdan bersama . Boas dan Tivani bisa melihat dengan kejadian masa lalu tersebut.
Diwaktu dulu, saat Boas membawa Shena ke rumah sakit.
“Tuan Batu? Apa yang kamu lakukan ….?” tanya Shena, saat Boas melepaskan infus di tangannya dan mengangkat tubuh wanita muda itu, membawanya ke dalam kamar mandi dengan satu tiupan Shena tertidur dalam gendongannya. Karena tidak ingin Shena melihat apa yang ia lakukan, setelah Shena tertidur pulas membawanya ke rumah Boas.
Lalu meletakkannya di atas ranjang.
“Tuan Boas apa yang akan saya lakukan dengan Nona muda ini?” tanya Rohen, lelaki tua orang yang bertanggung jawab untuk rumah Boas dengan segala pekerja untuk Boas.
Boas membalikkan badannya menatap Shena yang tertidur pulas, lalu ia membangunkan Shena dengan kekuatannya, satu tiupan kecil ke kupingnya, gadis muda berambut panjang itu tertidur karena kekuatan dari jari tangannya.
“Hai anak kecil, bangunlah, sudah cukup segitu waktu untuk tidur,” ujar Boas menggoyang-goyangkan pundaknya dengan pelan.
Tidak lama kemudian kelopak mata berbulu panjang lentik itu terbuka secara perlahan-lahan, lalu ia melirik langit-langit kamar, semua terasa asing, matanya menyusuri semua sudut ruangan berharap menemukan untuk menjawab pertanyaan di benaknya, matanya masih sibuk meneliti di mana keberadaan tubuhnya saat itu, kesadarannya belum pulih, ia beberapa kali mengucek kelopak matanya untuk memperjelas penglihatannya.
‘Aku di mana ini?’ tanya Shena dalam benaknya.
“Kamu di rumahku bagunlah“ jawab Boas, seolah-olah tahu apa yang dipikirkan Shena.
Mata bermanik Abu-abu itu menatap Boas, bola mata menyerupai mata kucing itu, menatap Boas dengan bingung, karena seingatnya mereka tadi ada di rumah sakit.
__ADS_1
“Kapan kita ke sini?” tanya Shena dengan kedua alis menyengit.
“Tadi kamu pingsan Shena, saat saya membawa berlari”
“Kenapa aku pingsan apa aku terbentur, apa aku melihat mahluk menyeramkan lagi?”
“Iya, kepalamu terbentur pintu kamar mandi,” kilah Boas mencari alasan.
“Aiiis … ckckk. Kamu lelaki yang ceroboh Tuan Batu, kamu tidak tahu, kalau kepalaku adalah aset berharga untukku,” ujar Shena menggeleng-geleng.
“Sudah hentikan ocehanmu, turunlah dan ayo kita makan,” ujar Boas, bersikap cuek mendengar Shena menyebutnya ceroboh, baginya Shena hanya gadis kecil yang suka mengoceh.
“Eh, tapi tunggu, ke palaku tidak sampai pendarahan, kan, kalau sampai itu terjadi masa depanku akan hancur,” ujar Shena bibirnya bicara seenaknya.
”Ha?” Boas menatap wanita mendesis kecil.
“Lah, benar Tuan Batu … Kamu tidak tahu, bagi seorang pelajar seperti aku, kepalaku yang berisi otak jenius ini, sangat berharga, kalau misalkan; aku lupa ingatan karena benturan yang kamu sebabkan, terus aku tidak bisa menyelesaikan sekolahku kalau, tidak, aku jadi idiot, kalau semua itu terjadi kamu harus bertanggung jawab seumur hidup padaku”
“Ini, bocah, itu sudah au lakukan sejak ibumu meninggal bodoh …” ujar Boas, tidak menanggapi bibir cerewet Shena.
“Baiklah, otak jeniusmu tidak pendarahan,kan, karena benturannya pelan,” ujar Boas dengan sikap malas, ia paling tidak suka basa-basi apalagi bercanda. Lelaki bermata amber seperti mata serigala itu lebih menikmati kesunyian dan ketenangan, maka di rumah Boas yang mirip istana itu, selalu sepi bagai kuburan, karena Boas menyukai hal hening.
“Oh …. itu lebih aneh lagi Tuan Batu! Kenapa kepalaku hanya terbentur pelan, tetapi bisa langsung pingsan?” tanya Shena pertanyaan itu seketika membuat kepala Boas berdenging tiba-tiba merasa pusing.
“Hadeeeh … anak kecil bisakah kamu berhenti mengoceh, kepalaku jadi sakit jadinya, apa perlu saya mengantarmu kembali ke rumah sakit itu, agar iblis-iblis itu menggigit mu?”
“Iblis, oh tidak … aku tidak mau kembali ke sana, baiklah lupakan tentang otak jeniusku, tadi katanya kita mau makan, ayo” Shena bangun dari ranjang dan ia mulai menunjukkan rasa kekagumannya pada istana milik Boas. “Wow rumah ini sangat besar dan megah apa ini rumahmu, Tuan Batu? Terlambat kamu membawaku ke rumahmu padahal kita sudah sangat lama saling mengenal”
Boas mengacuhkan ocehan Shena ia sibuk dengan ponsel di tangannya. Kali ini wanita muda yang berpakaian lusuh itu berlari ke arah kolam renang kalimat--kalimat tidak berhenti keluar dari mulutnya , Wah ada kolam renang juga, Wah Tuan Batu bolehkah aku berenang!” teriaknya dari depan pintu.
Semua pekerja itu hanya tersenyum kecil melihat tingkah norak Shena, wajah mereka tampak bingung karena tuan besar baru pertama kali membawa wanita dalam istananya. Namun, sayang wanita yang ia bawa kali ini bukanlah wanita cantik yang berkelas, wanita yang sederajat dengan sang bos yang dibawa hanyalah anak remaja yang lusuh dan cerewet bahkan sikap norak dan tingkah polosnya tidak jarang mengundang tawa para pekerja di rumah Boas karena jumlahnya hampir dua puluh orang.Tetapi kelakukan tamu sang majikan membuat mereka tersenyum
**
__ADS_1
Flas on
Tivani melirik wajah Boas Egdan, lalu ia berkata;
“Apa dari dulu sudah kaya?”
“Ya,” jawab Boas.
“Lalu kenapa wanita yang bernama Shena itu begitu miskin?”
Boas menghela napas panjang, sebenarnya mengingat kejadian-kejadian hari itu, hatinya iku sedih.
“Shena, aku dulu di kutuk jadi manusi abadi”
Walau sudah dibawa ke portal masa lalu, bahkan dalam dunia yang mereka lihat Boas bahkan menggunakan kekuatannya untuk melawan iblis. Namun, Tivani, seolah tidak percaya, ia terus saja tertawa menggeleng.
Ia meminta pada Boas Egdan, untuk membawa di mana waktu terakhir, bertemu sebelum demi mendapatkan orang yang dicintainya Boas Egdan bahkan melanggar aturan langit
Bersambung
Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari
Baca juga karyaku yang lain ya.
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (on going)
__ADS_1
Bintang kecil untuk Faila (tamat)