
Boas Egdan di kehidupan masa kini , ia menempati tubuh seorang lelaki yang bernama Egdan Clark, ia seharusnya sudah meninggalkan dunia ini akibat kecelakaan. Tetapi, Sang penguasa mengisi raganya dengan roh seorang lelaki yang pintar dari masa lalu.
Perlakukan tidak adil dan mengalami perundungan selama hidupnya, membuat sang pemilik kehidupan membuat raganya tetap hidup, untuk mengingatkan orang-orang yang pernah menyakitinya.
Setelah membuat dobrakan besar di perusahaan ayahnya satu bulan yang lalu, ia membuat peraturan baru, sesuai yang di inginkan ayahnya. Kini Egdan menjadi direktur baru di perusahaannya, apa yang inginkan ayahnya diterapkan dan diwujudkan di perusahaan.
Akhirnya Simon dan istrinya bisa bernapas lega, karena putra satu-satu seolah-olah terlahir kembali ke dunia
Egdan hidup dengan sikap ramah baik dan suka menolong, sangat berbeda dengan kehidupannya di masa lalu
Kantor berjalan normal dan berjalan baik saat ia yang memimpin perusaan.
“Biden, kamu masuk ke ruangan saya,” memanggil asistennya untuk datang ke ruangannya”
“Iya Pak, ada apa?” Biden merasakan sikap yang sangat berbeda, Biden yang dulu bergantung padanya dan selalu mendengar apa yang ia katakan, tetapi saat ini, Egdan sikapnya sangat berbeda .
“Duduklah, mari kita duduk santai, aku ingin bertanya banyak hal untukmu.” Egdan duduk di sofa di ruangannya.
“Iya tanyakan saja Pak, apapun yang saya tahu, akan saya jawab”
“Sudah berapa lama saya menikah sebelum kecelakaan?”
“Satu tahun”
“Apa kami tidak punya anak?”
“ Tidak, karena … itu saya gak ingat.” Biden terlihat tidak ingin membahasnya.
“Apa ada masalah?|”
“Tidak Pak, sebaiknya tanyakan saja pada istri bapak”
“Karena itulah, saat di rumah hatiku seolah-olah menolak bersamanya ada bagan dalam tubuhku yang merasa nyaman”
“Sepanjang saya melihat tuan dan dia selama ini, kalian berdua saling mencintai”
Egdan melihat foto lama dirinya terpajang di rak buku milik ayahnya. Ruangan yang ia pakai saat itu, milik ayahnya, makannya ruangan direktur yang ia pindahkan dari ruangan. Sebuah foto lama egdan terlihat sangat culun dengan penampilannya.
“Apa penampilanku sejelak itu tadinya?”
“Iya Pak”
“Saya tidak suka kaca mata, bantu saya untuk mencari dokter untuk pengobatan mataku”
“Baik Pak”
Lalu Biden berdiri ingin meninggalkan egdan.
“Kamu mau kemana? saya belum selesai bicara”
“Baik Pak”
Wajahnya terlihat tidak senang saat Egdan memerintahnya.
“Saya ingin kamu membawa saya ke butik, saya tidak suka dengan gaya penampilan yang dulu, carikan saya desainer khusus, baik Pak, saya akan meminta supir untuk mengeluarkan mobil”
__ADS_1
“Biden, saya sudah bilang ke kamu, Kamu, bukan supir”
Egdan menatap tajam membuat lelaki itu tidak berkutik, ia selalu terlihat kaget dengan sikap Egdan padanya belakangan ini.
Kriiing …!
Saat mengobrol dengan Biden sebuah panggilan telepon masuk dari Clara ibunya,
“Iya Bu”
“Nak. Egdan ayahmu meng mengkhawatirkan, jangan terlalu capek nak, lakukan semuanya secara perlahan”
“Baik Bu”
“Nak, pulanglah lebih cepat ibu akan memasak makanan kesukaanmu”
“Baiklah Bu, aku akan pulang lebih cepat nanti”
Egdan menutup teleponnya dan Biden masih menunggu perintah selanjutnya dari atasannya.
“Pak, apa ada lagi yang bapak inginkan?” tanya Biden menahan suaranya.
“Kamu tunggu sebentar lagi, kamu harus sabar,” ujar Egdan dengan mata sibuk menatap layar ponselnya, menscrol layar ponselnya naik turun,
“Baik Pak” suara terdengar lemah ada kekesalan diwajahnya.Egdan membaca banyak buku dan belajar banyak dari internet, bagaimana seharusnya sikap bawahan terhadap atasannya. Karena saat ia pertama sekali bertemu dengan Biden yang sudah hampir lima tahun bersama Egdan.
Namun, ia kurang suka dengan sikap yang di lakukan Biden padanya, menurutnya itu terlalu berani,karena Biden sering memerintahkan.
“Baiklah kamu boleh keluarkan mobilnya”
“Baik Pak”
Setelah mengawasi gerak-gerik Biden, Egdan menekan telepon ke ruangan sekretarisnya.
“Iya pak”
“Kamu ke ruangan saya”
“Baik Pak”
Menit kemudian wanita bertubuh semampai itu sudah berdiri di di depan meja Egdan.
“Berikan aku data-data semua pegawai,” ujar Egdan tanpa menoleh ke sekretarisnya, tangan sibuk menandatangani berkas yang menumpuk di atas mejanya.
“Semuanya Pak …?”
“Sekretaris Rose, jika saya bilang semua pegawai iya semuanya termasuk kamu tanpa terkecuali,” ujar egdan meletakkan pena yang di pegang kedua siku menopang atas meja dan menopang dagunya, lalu matanya menatap sekretaris bertubuh bak seorang model itu dengan tatapan hangat.
“Baik, tapi Pak, bapak banyak berubah, tapi saya suka dengan bapak seperti saat ini, bapak berwibawa dan layak menjadi seoang pemimpin, dulu bapak tidak seperti ini, dulu bapak penakut dan sering di remehkan semua karyawan dan bapak selalu berlindung pada pak Biden”
“Apa aku separah itu dulu?”
“Iya pak. Dulu Pak Simon selalu kasihan sama bapak saat bicara”
“Memang ada apa denganku”
__ADS_1
“Begini iya Pak,” Rose menarik kursi di depan meja Egdan, “Bapak kalau gugup, takut akan bicara gagap”
“Apa tergagap …? saya tidak tahu akan hal itu”
“Bukan hanya itu, dari seorang pelajar tingkat menengah, kuliah, hingga kerja bapak itu korban bulyan”
“Apa aku serendah itu?”
“Sangat memprihatinkan” ujar sang sekretaris
“Apa kantor punya cctv?”
“Tentu Pak, ada apa dengan cctv Pak, kalau bapak ingin melihat apa yang saya katakan, nanti akan saya berikan pada bapak rekamannya”
Rose keluar dari ruangannya, tetapi setengah jam kemudian ia sudah datang dengan data yang di minta Egdan ia sekretaris yang pintar dan cepat dalam bekerja.
“Ini Pak, berkas yang bapak minta saya, ini rekaman yang saya katakan pak”
“Baiklah, kamu boleh keluar” Kedua alis wanita terangkat dan ia bertanya lagi” Apa bapak tidak membutuhkan saya untuk menjelaskan tentang vidio itu?”
“Tidak perlu, biarkan saya melihatnya,” ujarnya dengan ramah ia tersenyum kecil pada Rose.
“Baiklah pak”
Lalu ia menutup pintu ruangan Bosnya. Ia masih berdiri di balik daun pintu ruangan bosnya’
‘Ia pasti terkejut dengan isi semua rekaman yang aku berikan’ ujar Rose meninggalkan ruangan bosnya dan duduk kembali ke kursinya.
Tidak butuh lama, Egdan memasukkan kepingan kaset ke laptopnya dan melihat semua isi rekaman, matanya terlihat sangat marah.
Bersambung
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.
Bantu share ya Kakak.
Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
Bintang kecil untuk Faila (tamat)