Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Aku Merenggut Kesucianmu


__ADS_3

“Aku yang terlalu bersemangat juga Dok,” ucap Boas tidak mau Shena di permalukan.


“Baiklah ikut saya Pak Boas”


Ia kembali memeriksa Shena setelah memakai sarung tangan ia meminta ke dua perawat dan dokter meninggalkan kamar Shena.


“Biarkan saya yang melakukanya kalian boleh keluar,” ucap dokter senior, ia tahu ketegangan dan rasa gugup di wajah Boas, dokter berpikir akan lebih enak jika ia melakukannya sendiri.


Setelah meletakkan tubuh Shena di kursi periksa, kursi yang mirip dipersiapkan untu orang melahirkan normal. Dokter memeriksa bagian bawah Shena.


Boas menahan napas gugup, saat dokter memasukkan satu jari tangannya ke dalam lubang milik Shena.


“Selaput bagian dalamnya robek terlalu lebar”


“Iya Dok”


“Berapa ronde sampai dia pingsan seperti itu?” dokter menatap Boas dengan tatapan menyelidiki.


“Haaa?”


“Jangan khawatir ini rahasia kita dan sekaligus ingin tahu juga apa yang terjadi”


“Aku melakukannya tiga kali, Dok”


“Haaa? sangat bersemangat sekali Pak Boas, wajar dia mengalami hal itu, gadis mudah yang masih suci butuh pemanasan yang lumayan lama dan butuh pelumas juga untuk membantunya masuk”


“Iya dok, tetapi apa akan baik-baik saja ,Dok?”


“Iya, tapi mungkin ia akan mengalami sedikit trauma karena rasa sakit yang ia alami”


“Apa yang harus di lakukan untuk menghentikan cairan itu”


“jangan khawatir, kami sudah memberinya obat untuk menghentikannya, tetapi butuh waktu untuk dia siuman,.


Bisa tolong bantu pindahkan Pak Boas ke ranjang ini,” ucap dokter meminta Boas mengangkat tubuh Shena ke ranjang setelah memeriksa bagian intinya yang terluka


Mengangkat tubuh Shena ke ranjang, Dokter berpikir kalau Shena istrinya Bas terlihat dari perhatian dan cara Boas memperlakukan Shena dengan sangat baik.


“Baiklah, Pak Boas saja yang ganti pakaiannya yang kotor, itu akan lebih baik, karena Bapak suaminya”


‘Ha, suami? Baiklah’ aku tidak yakin dengan hal itu’ Boas membatin. Tetapi ia melakukan apa yang dikatakan dokter , Boas mengganti pakaian Shena dengan pakaian rumah sakit karena pakaian Shena sudah kotor.


“Pak Boas saya tinggal dulu, bila ada keperluan tekan tombol putihnya saya akan datang”


“Baik Dok”


*


Boas duduk di samping ranjang Shena, matanya penuh kewaspadaan , ia merasa ada sosok yang mengawasi mereka berdua


Tidak ingin Shena ditemukan Para Iblis, ia mengunci kamarnya dengan perisai pelindung, dengan begitu jika ada iblis yang mengincar Shena, iblis tidak akan menemukan nya.


Boas kembali mengepalkan tangannya dengan kuat, karena ia tahu malam pana tadi malam bukan karena kemauan Shena, ada kekuatan yang mengendalikan tubuhnya.

__ADS_1


Siapa kalian yang mengerjaiku, iblis manapun kalian aku akan memberimu pelajaran. Awas saja tunggulah’ ujar Boas dalam hati.


Saat ia duduk menunggu Shena , tiba-tiba Shena terbangun dengan mata sangat sayu dan wajah memucat ia menatap Boas .


“Kita di mana?”


“Shena kamu sudah bangun, saya membawamu kerumah sakit”


Shena ingin duduk, dengan sikap sigap dan penuh perhatian Boas memapahnya duduk,


“Apa kata dokter, kenapa denganku?


“Nanti saya jelaskan, kalau kamu sudah merasa sehat, jangan banyak bergerak dulu.” Boas membantunya berbaring kembali.


“Tapi aku ingin kekamar mandi lagi, bagaimana ini … aku takut,”


ucap Shena memegang bawah pusarnya.


“Tadi Dokter sudah memberi beberapa suntikan, saya harap itu berhasil Shena”


“Apa Paman yakin tidak akan perih lagi?”


“Saya tidak tahu pastinya Shena, tapi tunggu sebentar, saya panggil dokter dulu”


Menekan tombol berwarna putih di sisi ranjang Shena, tidak lama kemudian dokter senior itu kembali datang .


“Selamat siang Nona Shena, baguslah kalau anda sudah bangun”


“Dok, aku ingin ke kamar mandi tapi apa, itu akan sakit lagi, apa akan perih lagi?” tanya Shena dengan wajah menegang, rasa perih yang amat sakit itu membuatnya ketakutan.


“Usiaku 19 tahun, Dok”


“Oh ….” Dokter menatap Boas dengan tatapan kaget.


”Oh, kamu sembilan belas, iya, bukan dua puluh”


Wajah Boas memerah menahan malu, ia malu karena jawabannya tentang usia Shena dengan pengakuan gadis muda itu.


“ Nona muda dengan berat hati aku katakan, rasa perihnya akan masih sama karena luka di dalamnya belum kering,” ujar Dokter menatap Shena dengan senyuman kecil,


“Aku ingin ke kamar mandi tapi aku takut, Dok”


“Kita bisa mengeluarkannya melalui selang, kita akan memasukkan selang ke dalam, sakit sih tetap, tetapi tidak sesakit malam itu”


Boas mengalihkan matanya saat dokter itu melirik nya,


“Memasukkan selang lagi, oh tidak usah Dokter, membayangkan ya saja sudah membuatku sangat takut,”ujar Shena.


*


Shena berbaring kembali, ia menahan ingin ke kamar mandi, dengan waktu lama, ia menahan tidak minum dan tidak makan, agar ia tidak ingin pipis.


Untuk beberapa jam ia masih kuat, tetapi setelah dua jam kemudian ia mulai gelisah.

__ADS_1


“Pinggangku sangat sakit, karena kurang minum,” keluhnya kemudian ia seperti anak kecil yang mengadu ke ayahnya.


“Kan, saya sudah bilang, sakitnya hanya sebentar Shena, setelah itu keluar kamu akan merasa lengah, dari pada kamu menahannya, kamu akan banyak penyakit di tubuhmu nantinya, bibirmu juga sudah mulai kering ,” ujar Boas yang setia mendampingi dari tadi.


Walau ia mengalami sakit kepala, karena mulut cerewet Shena tidak berhenti mengoceh, walau ia sedang sakit tetapi mulut itu tetap tidak ada remnya.


“Baiklah aku akan minum, aku merasa kerongkongan ku kering’ tetapi kamu belum menjawab pertanyaan ku tentang apa yang terjadi.


“Shena, baiklah saya akan katakan apa yang terjadi, kita berdua sedang di kendalikan kekuatan asing malam itu”


“Terus siapa yang melakukannya apa iblis atau orang asing?” tanya Shena dengan mata berkaca-kaca.


“Shena aku yang melakukannya, maaf, kamu boleh marah padaku, tetapi semua itu bukan keinginanku, maupun keinginanmu, yang saya ingat malam itu kamu datang ke kamarku dan semuanya tidak bisa saya kendalikan”


“Aku yang datang ke kamarmu?” tanya Shena dengan mata melotot.


“Maksudnya aku yang menggoda, Paman?”


“Iya, tetapi itu karena ada mahluk asing mengendalikan tubuhmu, apa kamu minum-minum malam itu?”


“Iya, aku hanya minum sedikit dan aku menyimpannya lagi di lemari”


“Ia malam itu kamu datang dengan mulut berbuah alkohol”


“Jadi ini semua kesalahanku?” Shena menutup mulutnya karena tidak percaya dengan apa yang didengar.


“Bukan Shena …. Aku tidak menyalahkan mu, aku tahu ada mahluk lain yang mengendalikan tubuhmu karena itulah ada kejadian seperti itu,” ujar Boas menenangkan Shena yang terlihat sedih.


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2