Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Kembalinya Ingatan Masa Lalu


__ADS_3

Rekaman yang dikirim orang suruhannya membuat egdan tersenyum kecil, Biden bertemu diam-diam dengan istrinya, bukan hanya istrinya tetapi ada beberapa orang mantan karyawan yang egdan pecat karena kinerja mereka  tidak bagus.


“Akhirnya kamu menunjukkan siapa dirimu sayang dari dulu aku sudah curiga,di saat semua orang memperlakukanku tidak baik. Tapi kenapa kamu   masih bertahan dengan pria seperti, dari awal aku sudah curiga kalau kamu memang hanya menginginkan hartaku. Ok, mari kita lihat sampai di mana permainan kalian,” ujar Egdan tersenyum kecil dengan hati yang terluka.


Kelly istrinya  punya hubungan khusus dengan asistennya, ia curiga saat asisten rumah tangganya tidak sengaja ia dengar menyebut  seperti ini;


“Apa Biden masih mau menemui Nono Kelly jika tuan sudah bangun?”


“Apa bedanya saat ia sehat juga ia sudah diselingkuhi,” timpal seorang wanita bertubuh gemuk.


“Aku kasihan sebenarnya sama keluarga  Pak Simon, mereka kaya raya tetapi bodoh dan bisa mudah dibohongi.


“Iya betul Pak Simon tidak tegas dan Ibu Clara terlalu baik dan mudah di percaya orang, sampai pembantunya tidak dia tahu kalau sudah mencuri banyak darinya”


“Aku sih senang dia seperti itu terus, jadi aku bisa mengambil barang-barangnya tanpa ia sadari,” ujar yang terlihat lebih mudah.


Pertama kali mendengar hal itu Egdan menangis, saat mendengar kedua orang tuanya disebut bodoh dan bisa di bohongin, ia sangat kasihan pada  kedua orang tuanya, hingga ia memecat semua asisten rumah tangganya dengan tuduhan telah mencuri di rumahnya.


Namun sebelum mereka semua di pecat, ia terlebih dahulu mengaku kehilangan ponsel mahal miliknya dan menuduh kalau mereka yang mencuri.


“Walau ibuku bodoh dan tidak melihat yang kalian lakukan selama ini, tetapi ketahuilah ada mata yang mengawasi kalian dai surga sana dan tahu apa yang sudah anda perbuat pada wanita tua itu,” ujar Egdan.


Ia bersih-bersih pada semua orang yang bekerja untuk keluarganya, ia mengganti semuanya, tetapi Egdan tidak ingin kedua orang tua itu banyak pikiran maka apapun yang terjadi tidak diberitahukan pada mereka berdua.


*


Saat Egdan keluar dari toilet membasuh wajahnya tiba-tiba ia kembali bertemu dengan Dr. Tivani.


“Pak Egdan apakah bapak  punya janji di si nini juga?”


“Iya Dok, saya baru bertemu dengan klien tapi saya sudah selesai”


“Oh, saya ingin bertemu dengan tunangan ku  di sini”


“Apa  kita bisa bicara  sebentar Dok?”


“Bicara tentang apa? Saya tidak ingin Pak Egdan salah paham lagi nantinya”


“Haaa? Maksudnya?”


“Iya aku mau bilang kalau saya sudah punya tunangan dan bapak sendiri sudah punya istri, aku takut karena bapak lupa ingatan jadi lupa semuanya”


“Apa aku pernah melakukan hal yang memalukan?” Egdan menatap Dr. Tivani dengan tatapan serius.


“Iya”


“Karena hal itulah, saya ingin orang yang mengenalku di masa lalu bicara jujur  padaku tanpa menutupi satupun kekuranganku dan kebodohan ku, aku hanya tidak ingin jadi bahan tertawaan”


Melihat wajah memelas dari Egdan, tiba-tiba ia merasa kasihan, kerena sesungguhnya wanita itu orang yang lemah lembut.


“Baiklah, mari duduk di sini” Ia menunjuk satu kursi.


“Apa Dokter mau minum sesuatu?” tanya Egdan  pandangan mata keduanya saling bertemu tetapi tetapi tidak sengaja Tivani merasakan sesuatu sekilas saat menatap langsung ke dalam mata Egdan.

__ADS_1


“Iya,” ujar dokter Tivani mengalihkan tatapan matanya, jantungnya berdetak hebat bagai gendang di palu.


Ada apa denganku, kenapa jantung berdetak saat melihatnya padahal sebelumnya  tidak perah seperti ini’ Dokter Tivani membatin.


“Aku ingin meminta tolong pada Dokter apakah benar kalau dokter sudah mengenalku dari dulu?”


“Iya, karena ayahku sahabat ayah kamu”


“Apaaa?”


“Kenapa teriak, orang-orang pada melihat ke sini”


“Apa ini ada hubungannya dengan mimpiku?”


“sudah deh kamu memulainya lagi, aku sudah bilang kalau kamu sudah punya istri kenapa  kamu tidak bersamanya”


“Tapi dia selingkuh pada orang lain dan dia hanya memanfaatkan ku”


“Iya, itu yang aku bilang dulu padamu, tetapi kamu malah menuduhku cemburuan  sok ikut campurlah. Maka rasakan sekarang”


“Benarkah? Apa kita punya hubungan baik dulu. Kenapa kamu tidak bilang saat di rumah sakit waktu itu”


“Hadeeeh, kamu baru di suruh mengangkat kardus makanan ringannya saja curiganya sudah minta ampun”


“Tapi Maaf. Tapi bisakah kamu menolongku yang bodoh ini lagi, kasihan kedua orang tua itu selalu di sepelekan orang”


“Paman Simon orang yang baik, tetapi terkadang karena kebaikannya dia banyak di manfaatkan orang lain”


Hubungan keduanya langsung mencair dan akrap, ternyata Dr Tivani sudah mengenal Egdan sudah lama. Namun, dulu kalau Tivani menasehati Egdan tentang istrinya ia tidak percaya malah marah-marah pada Dr. Tivani.


Saat mengobrol Ponsel milik  Egdan berdering.


“Halo nak, kamu di mana ? Ibu sudah ada di sini  dengan Biden dan istrimu” suara ibunya di telepon.


“Aku  minta maaf Bu, aku  masih ada ke perluan  penting ibu makan malam dengan mereka saja dulu”


“Oh itu sedikit mengecewakan ibu”


“Maaf Bu, mungkin lain kali”


Egdan melewatkan makan malam dengan keluarganya.


“Apa kamu membatalkan makan malam dengan keluargamu gara-gara ngobrol denganku?”


“Iya lebih  tepatnya saya ingin memata-matai mereka”


“Haaa …! maksudnya?” Tivani menoleh kanan kiri  dan ia mengikuti jari telunjuk Egdan keluarganya  makan malam di restauran  di sebrang jalan di samping hotel di mana mereka berada.


“Mereka makan di sana”


“Oh, apa kamu ingin memata-matai istrimu dengan asisten mu?”


“Iya”

__ADS_1


Dr. Tivani  ikut mengawasi  keluarganya .


“Apa perlu kita memesan makanan di restauran itu juga?”


“Apa kamu ingin membantuku?”


“Iya Boleh, kebetulan tunangan ku tidak jadi datang karena ada operasi mendadak”


“Ok”


Mereka berdua akan menyebrangi jalanan, kebetulan saat itu jalanan ramai tidak senagaja Egdan memegang tangan Tivani. Namun saat  mereka berdua bersentuhan sebuah penglihatan muncul dalam ingatan Egdan tentang seorang gadis cantik bernama Shena di masa lalu.


“Aku akan selalu mencintaimu tuan batu sampai kapanpun, aku akan mencintaimu!” teriaknya dengan tawa renyah .


”Shena akan selalu mencintaimu Boas!” teriaknya lagi dengan suara lantang.


“Pak Egdan, Pak Egdan! Bapak tidak apa-apa, kita hampir mati gara-gara kamu tiba-tiba berhenti dan bengong di tengah jalan,” ujar Tivani setelah menyeret Egdan ke pinggir jalan.


Egdan Bengong matanya menatap Tivani dengan tatapan dalam.


“Siapa kamu sebenarnya?”


“Saya Dr. Tivani apa kamu tidak apa-apa?”


“Shena”


Ingatan Egdan kembali, tetapi sayang itu ingatan tentang masa lalunya, ia mengingat seorang gadis muda bernama Shena yang rela menyerahkan hidupnya karena cintanya padanya.


Bersambung ...


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TAMAT)


-Manusia Titisan Dewa(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (TAMAT)

__ADS_1


Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2