
Sudah sebulan Aresya masih dalam masa pemulihan, sesuai yang dikatakan ketua Storbit, mereka akan melakukan ritual untuk menjaga Aresya dan calon bayinya, batu berwarna biru akan mengeluarkan sinar, dimana bulan berada di atas kepala, malam Jumat Kliwon.
Maka malam ini jiwa Aresya akan di jaga kembali, batu berwarna biru yang di jaga makhluk berwujud seekor burung besar dengan cakar kuku yang tajam dan sorot mata yang menatap penuh kewaspadaan.
Sosok binatang berbentuk burung itu, konon katanya mahluk penjaga keturunan Storbit, ia adalah binatang peliharaan sang guru Torak.
Ia akan datang jika seorang keturunannya memanggil dengan memberikan daranya sebagai tanda.
Malam itu, Marisa dan keturunan Stobit melakukan ritual membentuk perisai penjaga untuk melindungi tubuh Aresya. Agar tidak diganggu sosok mahluk bayangan gelap.
Para keturunan Storbit menyatukan kekuatan membentuk satu perisai pelindung untuk melindungi tubuh Aresya, melakukan ritual penjagaan akhirnya mereka berhasil melindungi raga Aresya dari sosok Si Bayangan Hitam.
Tugas mereka belum selesai, malam ini adalah puncaknya, mereka akan memindahkan penjaga Aresya kembali ke tubuhnya.
Apakah tubuhnya dapat menerima jiwa itu kembali, apakah jiwanya dapat memasuki raga Aresya?
*
Malam tiba para anggota Storbit yang berjumlah sekitar dua puluh orang. Datang dari berbagai daerah bahkan ada yang sudah merantau ke luar Negeri. Namun kali ini mereka berkumpul dengan mengunakan jubah berwarna hitam, tidak ada yang tahu orang yang seperti apa di balik jubah itu, sebelum mereka berhasil menjaga ritual tidak ada yang boleh membuka jubah mereka.
Tetapi jika kali ini mereka bisa menyelamatkan Aresya , maka ini jadi satu pencapain yang luar biasa untuk mereka.
Dalam satu ruangan sudah tersedia satu hidangan untuk menjamu para anggota, jika pekerjaan mereka berhasil malam ini … maka penutup kepala bisa dilepas dan sebuah pesta perayaan akan berlangsung.
Malam ini bulan tepat di atas kepala, terdengar sebuah gongongan seperti suara serigala terdengar entah dari mana,
Lilis yang belum terbiasa dengan ritual yang berbau supranatural itu terlihat bergelidig beberapa kali, karena mendengar suara-suara mistis di sekitar mereka.
Sebuah tirai besar tersingkap di ruang bawah tanah, tirai itu memperlihatkan bulan
__ADS_1
Namun tiba-tiba awan gelap menutupi sinar rembulan, para anggota Storbit semakin berpegangan tangan mengucapkan kalimat-kalimat mantra.
Seseorang dari mereka yang di yakini sebagai ketua mengangkat tombak runcing bermata tiga. Dengan cepat mengarahkan kearah bayangan hitam sebuah suara kemarahan terdengar dari sosok bayangan hitam dan dengan mengarahkan batu biru kearah bayangan hitam yang di yakini adalah Kadas mahluk jahat yang datang dari masa lalu.
Saat batu biru itu diarahkan kearah bayangan hitam sebuah cahaya berwarna putih berwujud burung besar terbang, dengan bringas mengejar si bayangan hitam, suara burung melengking memecah kegelapan malam, suara itu mampu membuat semua bulu-bulu dalam tubuh ikut berdiri.
Ia mengejar dan mencabik –cabik bayangan hitam itu mencengkeramnya, membawanya terbang ke udara, hingga semuanya kembali sunyi, bulan itu kembali memancarkan sinar rembulan yan indah.
Ketua storbit dengan cepat meletakkan batu berwarna biru itu kembali ke atas kepala Aresya mengarahkan tongkat bermata tiga dengan kekuatan yang ia miliki. Meletakkan kembali kekuatan Aresya dari batu
Mereka menunggu dengan membaca sebuh mantra yang di baca bersama-sama dan tangan saling berpegangan, batu berwarna biru itu akhirnya sinarnya padam.
Menuggu Aresya bereaksi, hingga akhirnya jari-jari tangan Aresya bergerak. Sebuah keberhasilan akhirnya terjadi, Aresya dan bayinya selamat, matanya terbuka mencoba menetralkan pandangannya yang kabur, hingga akhirnya terbuka sempurna.
“Aresya! Apa kamu bisa mendengarku?” tanya Ny. Marisa mendekatkan wajahnya kearah Aresya.
Matanya hanya berkedip menatap dengan lemah, tubuhnya belum bisa di gerakkan, hanya mata yang berkedip sebagai tanda jawaban.
Ia dipindahkan dari tempat ritual, memindahkannya kembali ke sebuah rungan di sana ada dua orang dokter sudah bersiap memberi pertolongan untuk Aresya.
Ia kembali menutup mata dalam kehidupan normal menurut dokter Aresya sengaja di buat tidak sadarkan diri beberapa saat, namun, dalam dunia mistis Aresya disebut jiwanya sedang dibungkus dan lindungi.
Aresya kembali tidur, namun menurut para tetua ia tidak apa-apa, hanya perlu menunggu beberapa hari. Karena jiwanya ingin mengenali raga yang sempat ia tinggalkan dan nyaman di dalam batu di jaga seekor mahluk pelindung, akhirnya mahluk yang mengincar Aresya dan saudara kembarnya malam itu sudah hilang.
Setelah mengadakan jamuan sekalian perayaan pada para anggota, untuk merayakan keberhasilan mereka untuk menjada Aresya. Ini pertama kalinya mereka berhasil menyelamatkan nyawa seorang setelah di beri tanda oleh mahluk jahat tersebut.
Mereka sudah beberapa kali gagal kali menyelamatkannya para wanita yang sudah diberi tanda termasuk ibu dari Davino yang gagal mereka selamatkan.
**
__ADS_1
Saat ini, Davino berada di Surabaya, ia menyibukkan dirinya bekerja setelah omanya berjanji akan menunjukkan Aresya padanya setelah ia berkerja dengan baik.
Ia ingin menunjukkan pada orang tua itu kalau ia juga bisa bekerja dengan baik, ia juga ingin katakan pada omanya ia juga layak jadi pemimpin.
Davino berada dalam sebuah kapal menatap laut, terbesit dalam ingatannya saat Aresya pernah naik kapal dengannya teman-temannya. Duduk di kapal yang sedang berlabuh menatap jauh kearah lautan hembusan angin laut membawanya masuk ke dalam angan yang membawanya masuk ke saat yang indah bersama Aresya di Singapura.
“Hai, Bro loe tumben ngajak gue ketemuan di kapal, ada apa?” Devan sudah berdiri di belakangnya.
“Iya, gue mau ngomong penting ama loe Dev,” ucap Davino berdiri dari kursi tempat ia menghabiskan waktu sejak tadi pagi.
Saat ia izin ke Surabaya pada Kirana tadi malam, setelah ia menyimpan buku-buku dan barang-barang kuno itu ke gudang, ia langsung menuju Surabaya ingin memantau pabrik kapal yang tadinya Aresya dan Devan yang akan mengerjakannya, namun, Davino ingin ikut bergabung.
“Iya ada apa, kenapa sampai bawa gue ke sini, kenapa kita tidak bicara di kantor,” ucap Devan .
Saat melihat wajah Devan seperti ia yakin ada hubungannya dengan Aresya, ia yakin Devan marah padanya pada saat ia datang menjemput Aresya di Taman Sentosa saat di Singapura. Davino belum menjelaskan apa yang terjadi pada Devan.
“Gue ingin menyelesaikan kesalahpahaman di antara kita sebelum kita membahas tentang pekerjaan,” ucap Davino, membalikkan tubuhnya menghadap kearah Devan.
Mengarahkan Devan agar duduk di sofa di dalam kapal sebagai sahabat, Devan ingin bicara nyaman.
“Iya ada apa?”
“Jangan seperti itulah, kita sudah kenal lama, jangan terlihat marah seperti itu,” ucap Davino.
“Justru itu, gue ini sahabat lu , tetapi, kenapa, mengkhianati gue, lu bilang tidak ada hubungan dengan Aresya , tapi kenapa lu mengambilnya saat gue ingin mendekatinya?” tanya Devan dengan mata menatap Davino
“Dia istri gue”
Tidak ingin salah paham dengan sahabatnya Davino akhirnya mengaku kalau Areya istrinya.
__ADS_1
Apakah Davino sudah jatuh cinta pada Aresya?
Bersambung