Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Jatuh cinta


__ADS_3

“Cepat, cepat tidak bisa lebih dipercepat lagi laju mobilnya”?


tanya Boas ia menjaga diri agar tidak sering menggunakan kekuatan yang di miliki karena Dewa melarangnya.


Maka itu ia tidak bisa menggunakan kekuatan teleportasi.


Tapi saat


”Tuan, Nona Shena tidak pernah keluar dari rumah belakangan ini” Pak Ardan menatap Boas dengan tatapan sopan.


“Kenapa?” Alisnya menyingit keatas.


“Karena ada mahluk jahat yang selalu menggangunya belakangan ini katanya.”


“Apa kamu pernah melihat makhluknya?”


“Tidak Tuan, saya tidak mendampingi Nona keluar, tetapi kedua pengawal yang tuan pekerjakan untuk menjaga Nona Shena bisa melihatnya”


“Apa iblis itu yang mengganggunya?”


“Iya”


Wajah Boas menegang seketika.


“Aku mengerti itu artinya dia dalam bahaya saat ini. Si ratu Iblis itu pasti sudah tahu kalau aku ada di sini dan mungkin ia sudah tahu kalau aku ….


Pinggirkan mobilnya!” Teriak Boa s sedikit mengangetkan supir yang menyetir mobil sport berwarna hitam itu.


“Ada apa Pak?”


Belum juga ia mendengar jawaban dari pertanyaannya ia sudah di buat pingsan. Boas menepuk pundaknya dan supir berkulit putih itu pun tidur sekejap.


“Nanti bangunkan dia” pinta Boas sebelum ia menghilang. “Susul aku di rumah sakit, aku punya firasat Shena dalam bahaya tidak biasanya jalanan macet parah seperti ini”


“Baik Tuan”


Hitungan detik kemudian tubuhnya sudah tiba di rumah sakit, apa yang dipikirkan Boas benar terjadi, terlambat sedikit saja ia datang ke rumah sakit Shena pasti sudah di bawa para iblis busuk yang selalu mengincar nya.


“Lepaskan dia atau kalian akan menyesal,” ujar Boas pada dua orang suster yang ingin membawa Shena, membawanya dalam kursi roda.


“Tidak akan, kamu pikir aku akan takut karena gertakan!” ucap suster yang tubuhnya sudah di masuki iblis.


Boas tidak mau ada keributan dalam rumah sakit, karena semua mata sudah menatap mereka dengan tatapan bingung saat ini.


Sementara dua orang dokter laki-laki yang juga gerombolan para iblis memerintahkan kedua suster untuk membawa keluar.


Situasi yang sangat sulit untuk Boas saat ini.


‘Bangun! Bangunlah Shena katakan kamu tidak apa-apa dan tidak perlu penganan khusus, aku tahu para mahluk bau busuk ini ingin membawamu untuk menekan ku’ ucap Boas dalam hatinya, matanya menatap Shena yang sedang tertidur pulas.


Mereka masih berdiri di koridor rumah sakit.

__ADS_1


“Aku adalah anggota keluarganya saya suaminya kenapa pihak rumah sakit ingin melakukan tindakan medis tanpa memberi tahu pihak keluarga?” tanya Boas ia berpikir lebih baik menggunakan.


“Kami sudah memberitahukan ke wali yang lain.” Sang Dokter berkilah.


“Pihak keluarga yang mana, saya satu-satunya keluarga yang di miliki wanita itu istri saya ,”


Boas berpura-pura mengaku jadi suami mengikuti permainan para iblis.


Semua orang berkerumun menonton mereka,


“A-a-itu tadi …. kami memberitahukan pada seorang lelaki walinya, salah seorang dari mereka berubah menjadi Pak Thomas, supir yang selalu mengantar Shena ke kampus.


“Saya yang menandatangani surat persetujuan nya,” ucapnya dengan wajah setengah takut.


Boas tidak ingin keadaan bertambah memburuk ia gunakan kekuatan ya untuk menghentikan waktu saat semuanya diam membisu kesempatan itu mengangkat tubuh Shena dari kursi roda dan tidak lupa juga ia mengganti pasien lain sebagai gantinya, agar tidak ada kekacauan yang terjadi,


Boas mengangkat tubuh Shena kembali ke rumahnya, pada hitungan per detik kemudian waktu berjalan normal, manusia di rumah sakit tidak ada yang mengetahuinya kalau Boas telah menghentikan waktu berputar beberapa menit.


Tetapi ke empat iblis yang berpura-pura menjadi petugas medis itu menyadari kalau Boas sudah melarikan Shena.


Saat mereka menoleh pasien di kursi roda pimpinan para mahluk itu tampak sangat marah.


“Ah dasar …! kita kehilangan lagi, kalau kita gagal kali ini ratu akan menghukum kita, cepat cari lelaki itu,” perintahnya dengan nada marah.


Bahkan pasien yang ada di kursi roda itu mereka abaikan dan mengejar Boas.


Sementara supir Boas masih terjebak di jalanan, ke empat iblis kehilangan jejak dari Boas, seperti yang sudah di ketahui rumah Boas tidak bisa di lihat para mahluk dan mereka tidak tahu di mana letaknya, karena lelaki berwajah tegas itu memasang perisai pelindung di seluruh area rumahnya, keluar dari rumah barulah terlihat.


*


Dengan mata mengintip-intip Shena bangun dan melirik kanan kiri.


“Apa iblis yang bau busuk itu sudah pergi?” tanya Shena menatap Boas.


“Saya tidak tahu yang pasti aku membawamu ke sini”


“Oh,kita sudah di rumah syukurlah” Ia menarik napas sangat lega, lalu shena ingin duduk tiba-tiba ia meringis memegang kepalanya.


“Aduh, aduh kepalaku sakit”


“Apa sangat sakit ? Boas memegang perban di kepalanya”


“Sakit lah, lagian kenapa kamu melempar ku dengan begitu kasar sih?”


“Kamu melakukan hal yang tidak biasa Shena”


“Aku hanya mengungkapkan rasa senang karena kamu sudah kembali hanya itu”


“Apa harus memelukku tubuhku dari belakang?”


“Iya itu ungkapan perasaan antara orang dewasa, dan aku hanya ingin mengatakan pada Paman kalau aku sudah dewasa sekarang”

__ADS_1


“Lalu ….?”


“Lalu kamu tidak boleh memanggilku lagi dengan sebutan anak kecil sebab umurku sudah dewasa dan aku sudah siap jadi pacar paman”


“Apa? Kekasih?”


“Iya, aku siap jadi istri Paman”


“kamu memanggilku Paman dan kamu mau pacarku maksudnya bagaimana?”


“Iya tidak apa-apa setelah aku jadi kekasihmu aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan paman lagi tetapi, SAYANG”


“Kamu terlalu banyak menonton drama Shena, itu tidak bagus belajarlah dengan baikan agar kamu mendapat masa depan yang baik dan mendapat pendamping hidup yang baik juga”


“Tidak mau, aku maunya ama Paman, orang yang bisa melindungi setiap saat,” ujar Shena, Boas terdiam.


“Kamu mau jadi kekasihku hanya karena aku bisa melindungi?’


“Tidak, selama hidupku aku tidak pernah dekat dengan lelaki, hanya paman yang aku kenal.


Paman, ayo menikah"


Boas hampir saja terjatuh ke belakang atas sikap posesif yang ditunjukkan Shena padanya.


"Shena jangan main-main dengan kata-kata seperti itu lagi, sampai kapanpun kamu hanya keponakan bagiku"


Bersambung ...


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


Bintang kecil untuk Faila (tamat)


Terima kasih sudah membaca karya karya saya.


__ADS_2