Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Cemburu Membawa Petaka


__ADS_3

Boas membawa Efran tiba di rumah dengan kekuatan telepotasinya, ternyata tangannya Efran terluka terkena percikan racun Ratu Iblis yang menyerang mereka


“Aooo tanganku sakit, kalau aku seorang Dewa mana mungkin tanganku bisa terluka seperti ini.”


Efran membasuh tangannya yang melepuh .


“Kamu Dewa yang di hukum Tuan Efran , jadi … tidak sama dengan Dewa biasannya”


“Tapi … Batu apa yang diminta iblis busuk itu, sepertinya ia sangat marah”


“Batu yang sangat kuat, yang mampu menghancurkan kerajaannya dan karena batu itu jugalah kamu berakhir di sini.”


Boas menatap Efran dengan tatapan menuduh.


“Maksudnya ….?”


“Kamu Dewa yang menginginkan batu kristal itu juga”


Mendengar hal itu mata Boas semakin bingung, belum juga julukan Dewa yang dikutuk hilang dari pikirannya, kini ia juga harus mendengar sebutan yang tidak bagus yakni Dewa Maruk.


‘Seburuk itukah aku di masa lalu?’ tanya Efran dalam hati.


“Sangat disayangkan jika seorang berbuat jahat seperti itu.”


Efran seolah-olah mengatai orang lain padahal jelas-jelas ia mengomentari dirinya sendiri.


“Katakan itu untuk dirimu sendiri Dewa api”


Boas menyodorkan kotak obat untuk Efran, menghormati tangannya yang terkena racun.


Dewa api benar-benar di hukum menjadi manusia merasakan apa yang dirasakan manusia, merasakan sakit jika ia sakit, merasakan lapar, haus, sedih dan rasa senang.


“Lalu bagaimana kita mendapatkan bagian batu yang hilang itu, ayo kita cari , agar aku bisa menjadi Dewa kembali”


‘Ah, kamu masih baru mendapat hukuman sudah mulai tidak tahan, bagaimana aku yang sudah sampai lumutan ini’ Boas membatin.


“Kita, akan mencarinya Dewa Api tenanglah, jangan melakukan hal-ha yang aneh dengan kekuatanmu untuk saat ini agar Iblis tidak menemukan keberadaan kita, aku menutupi dengan perisai.


“Apa lagi perisai?” Efran menyengitkan alis matanya.


“Pelindung, sejenis tameng perlindungan yang aku pasang agar rumah ini tidak terlihat”


“Oh, jadi iblis tidak akan mengejar kita sampai di sini?”


“Tidak, asalkan kamu tidak mengundangnya dengan kekuatan mantra mu”


“Mantra apa lagi …? aku tidak akan bisa melakukan itu, aku tidak sehebat itu”


“Baiklah, aku tidak ingin dunia ini hancur dan orang-orang yang tidak tahu apa-apa ikut hancur, Begini … yang di inginkan iblis itu”

__ADS_1


“Lalu?”


“Aku akan mengiringnya ke istana Para Dewa di sana telah terjadi perang”


“Apa yang bisa aku bantu?”


“Tolong jaga rumah ini, kalau Shena bangun katakan aku ada urusan”


“Baiklah”


Boas keluar dari rumah, tetapi iblis itu tidak main-main dengan perkataanya, saat ia keluar dari rumah ternyata rumah penduduk tidak jauh dari tempat tinggalnya di bakar habis oleh Sura. Ia ingin melihat rumah Boas yang selama ini belum bisa ia tembus dengan matanya.


“ Hei Iblis bau busuk ! apa kamu mau mengambil ini ?


Boas menunjukkan batu kristal biru, hal yang sangat berbahaya ia lakukan , ketiga batu itu ia keluarkan dari tubuhnya agar Sura terpancing dan mengikutinya.


Mata iblis itu terbebelalak dengan muka ingin menguasai batu berharga tersebut, dengan cepat ia berpaling dan mengejar Boas. Meninggalkan rumah-rumah yang bakar.


“Berikan itu padaku! Kalau tidak, akan aku bakar semua rumah-rumah mereka’


“Baiklah, kenapa kamu tidak mengambilnya sendiri dan mencoba mengejar ku, ini lihat ketiga batu sangat luar biasa”


Dengan kekuatan kecepatan, Sura terbang dan sudah di depan Boas, untung saja ia bisa menghindar dan terbang menuju istana Dewa.


Piuuh … untung aku bisa menghindar kalau tidak aku akan menyesal seumur hidup’ ujar Boas dalam hati.


Bagaimana tidak, batu kristal yang menentukan hidupnya dan masa depannya hampir saja lenyap, ia hampir kehilangan batu berharga itu padahal ia sudah mencarinya dengan seluruh hidupnya.


Teriak sura dengan marah.


“Yang sudah jatuh ke tanganku, akan menjadi milikku” Boas menuju Istana Para Dewa.


**


Sementara di istana Dewa, Raja Iblis tampak marah pada Para Dewa. Karena diadu domba si ratu iblis yang mengatakan Para Dewa ingin menguasai istana neraka dan telah melenyapkan calon anak-anaknya.


“Katakan Para Dewa kita akan bertarung di mana dan mulai dari mana, jangan kalian pikir setelah Dewa membuang-ku ke istana neraka bawah tanah aku akan lemah, justru aku semakin kuat,” ujarnya dengan sombong.


Istana langit sudah di kepung dengan pasukannya hampir ribuan, banyaknya bahkan karena pasukan yang banyak itu awan gelap , tubuh Para mahluk yang mengepung istana Langit menutupi matahari.


Dewa tertinggi bisa saja melenyapkannya dengan satu jentikan tangan. Namun, semua yang terjadi hari itu sudah tertulis di kitab langit, maka ia akan melakukan semuanya dengan takdir yang sudah di catat.


Jika ia menuruti Raja Iblis berperang maka yang kena dampak manusia yang di muka bumi, maka itu Raja tertinggi memilih bernegosiasi menjelaskan semua yang telah terjadi bahwa ia sudah ditipu Sura Ratu Iblis.


“Dengar, Para Dewa, mahluk yang taat pada aturan langit, kami Para Dewa tidak akan turun ke istana neraka hanya untuk melakukan itu, tugas kami di langit sangat banyak.”


Dewa api yang datang menghadapnya.


“apa kamu pikir ratuku akan berbohong?”

__ADS_1


“Iya, Ratu mu telah menipumu”


Tidak lama kemudian Boas tiba dan di belakangnya tampak ratu iblis dan pasukannya.


“Lihat ….”


“Ratu, apa ini? Apa yang kamu katakan itu bukan kebenaran, kenapa kamu menyuruhku menyerang istana Dewa ?


sedangkan kamu turun ke dunia dan bersenang-senang dengan anak manusia ini, apa kamu ingin melakukan penghianatan seperti itu lagi”


Mendengar Raja marah pada ratunya, Boas ingin membalaskan dendamnya pada Iblis Sura, hal yang sama juga terjadi saat ia masih raja, Sura Menuduh istrinya berselingkuh dengan Torax sahabatnya, sebenarnya awal dari petaka itu dari yang terluka, karena cemburu pada istrinya yang dituduh berselingkuh dengan sahabatnya, maka kebencian itu muncul dan dengan mudahnya ia terperdaya.


Menghabisi istrinya dan menyuruh Kadas untuk menghabisi Torax sahabatnya.


“Dewa tolong saya, Sura terus saja menggodaku untuk membuat telur-telur baru lagi, katanya raja neraka tidak bisa melakukanya”


“Apa raja neraka murka ? ia melepaskan pedangnya pada Sura , ia menggelepar dalam bentuk ular, Para Iblis akan bisa lenyap selamanya jika terkena pedang api milik raja neraka.


“Raja itu tidak benar, jangan dengarkan akan akan manusia itu saya me_"


“Hiaaak"


Belum juga Ratu iblis menyelesaikan kalimatnya, satu hujaman keras menembus bagian dada si Ratu iblis,


rasa cemburu yang sudah terpendam lama akhirnya meluap, dan ratu yang sudah lama membuat kekacauan di dunia baik di istana langitnya akhirnya ia lenyap selamanya.


Bersambung .....


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2