
Cinta akan selalu membawa warna yang berbeda, dan bisa menghampiri siapapun, tidak perlu ia sudah tua ataupun muda.
Boas sepertinya mulai berdamai dengan dirinya dan mencoba membuka hatinya untuk membuka hatinya.
“Baiklah, aku akan mencobanya setidaknya sekali ini saja,” ujarnya pelan ia berdiri di depan kaca melihat penampilannya, memakai setelan jas membuatnya tampak gagah dan berwibawa malam itu
Saat meneliti penampilannya tiba-tiba kamarnya diketuk seseorang
“Masuk”
“Apa kamu ingin kencan?”
Ia tidak mengalihkan matanya pada yang empunya suara ia hanya, ia sudah hapal siapa pemilik suara.
“Itu bukan urusanmu, keluar dari kamarku”
“Boleh aku ikut?’
Boas membalikkan tubuhnya menatap Efran yang bersandar santai di dinding lemari pakaian milik Boas, matanya menatap penampilannya dengan tatapan kagum.
“Dengar … aku dan dia ingin makan malam berdua, terus kamu mau ngapain di sana? Kamu di rumah saja”
“Tetapi kata Dewa, aku harus mengikuti kemana pun kamu pergi”
“Tetapi tidak untuk kencankan ku, kamu tetap di rumah, aku tidak mau menghancurkan hubunganku dengan Shena untuk kedua kalinya”
“Ha? Apa aku pernah melakukan hal buruk seperti itu?”
“Bahkan lebih buruk dari itu, lalu untuk apa kamu di sini kalau tidak melakukan hal buruk’ ucap boas dengan sikap acuh.
“Hal buruk apa yang aku lakukan, kenapa saat aku bertanya kamu tidak memberitahukannya, lalu sekarang kamu mengatakannya lagi”
“Dengar, aku tidak ingin kencan pertamaku dengan Shena gagal hanya kerena menceritakan masalahmu, aku mau pergi tetaplah anak baik di rumah jangan keluar dari rumah, karena kamu tidak ingat apa yang kamu telah perbuatan di masa lalu”
Efran tiba-tiba langsung diam, saat Boas menyebutnya jahat di masa lalu .
“keluar dari kamarku, pergi sana ke kamarmu dan cobalah untuk mengingat sesuatu di sana”
Boas mengusirnya dari kamarnya.
Efran hanya diam dan otaknya dipaksa bekerja keras untuk mengingat apa yang telah ia perbuat dan hal buruk apa yang dilakukan.
*
__ADS_1
Sementara Boas berdiri dengan gagah menunggu Shena di ruang tamu, sesekali ia menari napas pendek dari hidungnya dan hembuskan secara perlahan, sebagai ritual untuk mengurangi rasa gugup yang bergelayut di dalam pikirannya.
Boas bahkan tidak tahu cara bagaimana untuk berkencan, karena di jamannya dulu tidak pernah melakukan hal itu, sudah ada khusus yang akan memilih wanita yang akan menemani tidurnya, tetapi walau seperti itu Raja Pedro atau tidak banyak memiliki selir.
Saat larut dalam lamunan, Shena turun dengan berpenampilan sangat cantik, gaun malam berwarna memperlihatkan pundaknya dan bagian dada yang rendah memperlihatkan keindahan seorang wanita.
Mata Boas menatap tanpa bisa berkedip
“ Ayo, kenapa menatapku seperti itu? Apakah aku aneh?”
“Tidak, kamu sangat cantik , aku sampai gugup” Boas merentangkan tangannya meminta tangan shena.
Wajah cantik itu tersenyum manis, mengulurkan telapak tangannya pada Boas, genggaman hangat penuh cinta, Kini anak kecil lima tahun itu sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang sangat cantik.
Dulu Boas mengingat bagaimana ia menggenggam telapak tangan mungil dengan tangisan pilu mencari ibunya. Kini tangan kecil itu saudah menjadi tangan dewasa yang mampu menghancurkan gunung es dalam dirinya.
Dulu Boas berpikir hanya akan menjaganya tanpa perlu melibatkan hatinya, tetapi semua itu justru kebalikannya, kini ia merasa seakan-akan melayang dalam alam mimpi saat tangannya memegang lembut jemari Shena.
Saat duduk di dalam mobil, Boas masih belum terbiasa dengan keadaan mereka, Shena kamu sangat cantik aku tidak bisa berkata-kata
“Aku cantik hanya untuk kamu, aku harap kencan malam ini menyenangkan, karena kencan pertamaku, aku bagai seorang gadis dewasa yang terkurung di kandang emas selama ini, selama kamu pergi aku jarang keluar dan jarang melihat keadaan luar rumah”
‘Ini juga kencan pertamaku Shena, jangan khawatir’ Boas membatin,
Boas sengaja tidak membawa supir, karena ia tidak mau acara berdua mereka terganggu, satu tangan masih menggenggam tangan Shena dengan erat.
“Aku hanya ingin melihat pantai di malam hari, melihat pantai membuatku sangat tenang,”
“Hal yang sama juga aku rasakan Shena”
Tetapi saat mobil mulai meninggalkan rumah, suasana tidak enak sudah mulai di rasakan Boas
‘Oh, jangan sekarang para iblis busuk, tidak biasa kalian melihatku tenang sebentar’ jangan kalian rusak kencan pertamaku’ Boas membatin, ia mulai terlihat marah dan melepaskan genggaman tangannya dari Shena.
“Apa ada hal menganggu pikiranmu?” tanya Shena, ia juga melihat mahluk menyeramkan itu.
“Aku minta maaf, sepertinya kencan kita ada kendala sedikit”
“aku tahu, mereka sangat bau”
“Kamu melihat mereka?” Boas akhirnya menghentikan mobi meminggirkannya di bahu jalan.
“Iya, Para mahluk inilah yang selalu meneror saat kamu pergi, maka itu aku tidak pernah berani keluar dari rumah”
__ADS_1
“Oh, jadi mereka juga mengganggumu, baiklah sekali maaf kalau malam ini kita gagal lagi”
Boas mulai merasa marah dan geram karena para iblis masih
mengincarnya, apalagi sampai menganggu Shena
“Shena, Maaf jika makan malam kita terganggu lagi,” Ucap Boas menjentikkan Jarinya wanita cantik bergaun merah
itupun tertidur.
Boas meletakkan kepala Shena di jok mobil, lalu ia membawa mobilnya ke tempat yang jauh dari keramaian, jika ia nanti menghajar para mahluk berbau busuk itu tidak jadi tontonan orang.
Boas berhenti di pinggir hutan kota, hutan yang gelap yang biasa pintu masuk para mahluk asing itu datang,
“Keluarlah, kamu pikir aku tidak tahu kalau kalian mengikuti dari tadi”
Mereka semua keluar dengan jumlah yang sangat banyak, bahkan lebih banyak dari biasanya, bau mereka semakin tidak tertahankan bagai bau bangkai tikus busuk.
Boas beberapa kali menahan napas dan ingin muntah saat mereka semua menampakkan diri.
“Selamat malam Raja Pedro, sepertinya malam ini kamu tampak bahagia dengan wanita muda itu”
“Itu bukan urusanmu, katakan padaku Sura, Ratu Iblis, sampai kapanpun, kamu tidak akan mendapatkan batu kristal ini, ingat itu’ ujar Boas dengan yakin.
“Habisi dia dengan wanitanya dan dapatkan batu itu, Ratu sangat membutuhkannya karena sebentar lagi purnama ke tujuh”
“Oh, Ratumu belum menyerah untuk menghidupkan telur-telurnya jangan harap”
Boas membentuk bola besar dan memasukkan Shena kedalamnya , bola perisai itu tidak dapat disentuh.
Boas tidak ingin main-main, ia menggabungkan kekuatannya dengan kekuatan baru, sebuah cahaya besar tiba-tiba ada di tangan Boas dan dari tubuhnya keluar sebuah bayangan burung Phoenix, burung penjaga batu milik Torak.
“Chiaaakkk”
Suara lengkingan menghempaskan semua iblis hingga hancur, mata Boas terbelalak kaget saat burung penjaga batu milik sahabatnya muncul.
Saat semua iblis itu terhempas dan lenyap dan Boas terdiam karena kaget ia tidak pernah menduga peliharaan milik sahabatnya akan membantunya.
Saat ia diam, cahaya biru yang keluar dari tubuh dan tangannya redup bayangan burung Phoenix raksasa itupun menghilang.
“Apa yang terjadi, kenapa dia bisa muncul apakah keempat batu itu ada di di dekat sini.”
Boas melihat setiap pohon dan sekelilingnya, ia sangat yakin kalau batu itu ada dekat dengannya, karena ia bisa merasakan kekuatan batu itu menyatu sempurna.
__ADS_1
Dimana batu kristal satu bagian lagi?
Bersambung...