
Boas terjebak di sebuah goa rahasia milik Putri Shanam, di mana ia mengawetkan Ibunya dan saudara kembarnya.
Di planet ini ternyata diperbolehkan saudara kandung saling menikah, bahkan untuk menambah keturunan . Seorang ayah diizinkan meniduri anak perempuannya dengan sebuah ritual, semua ritual sudah dilakukan agar mendapat keturunan. Bahkan saat Boas datang ke planet ini, ia tidak menemukan satu pun anak-anak di planet Thimes, hanya ada orang dewasa dan orang tua yang jadi penghuninya saat itu.
Sudah lama tidak ada kelahiran di Planet Themis, suku Vian percaya karena banyak pelanggaran yang terjadi di sana, maka itu Dewa mereka marah dan tidak memberi keturunan pada wanita.
*
Saat terjebak dalam jeruji besi, Boas memikirkan cara keluar dari sana sebelum Putri Shanam menemukan mereka di tempat rahasia miliknya.
“Kita harus keluar dari sini Dos, sebelum wanita itu menemukan kita di sini”
“Baik Tuan, saya harus memikirkan cara keluar di sini” Singa bertampang garang itu melihat sekelilingnya. Namun tidak ada cara melepaskan mereka dari sana.
Pada saat ia melirik kanan kiri, seekor binatang pengerek tanah sedang melintas.
“Hei, binatang tanah, tolong bantu kami,” ucap dos menggunakan bahasa binatang, tetapi sepertinya hewan berkaki empat itu tidak mengerti apa yang dikatakan Dos, ia hanya berlalu tanpa menghiraukannya.
“Mungkin, bahasa hewan di planet ini, berbeda dengan bumi, coba lakukan alat komunikasi ini”
Ia melempar gelang translate yang diberikan Putri Shanam padanya, hewan tanah itu mendekatinya, tetapi justru ia mengigit dan memakan gelang itu dengan lahap.
“Ah! Bukan dimakan bodoh” teriak Boas marah,
“Kami butuh bantuamu untuk membuka ini, aduh … payah” Dos medengus kesal.
Hewan tanah itu bercicit, lalu melongos pergi.
“Andai kekuatanku bisa digunakan di sini, hanya satu jentikan tangan aku bisa melepaskan semuanya, dos apa kekuatan dari kuku tajam milikmu juga tidak bisa digunakan?”
“Tuan, saya tidak bisa menggunakan kekuatan di sini, nanti mahluk itu menemukan keberadaan kita di sini, yang bisa kita gunakan saat ini akal pikiran kita”
“Dos, pilih mana kita ditemukan apa kita akan tersiksa di sini, kelaparan dan kehausan?”
“Gini saja Tuan, tarik besinya dari sini dan aku tarik dari sebelah sana”
‘
“Satu, dua, tigaaa …”
__ADS_1
Tenaga Boas masih kuat, di bantu singa jantan peliharaanya, jeruji kerangkeng besi itu mampu ia renggang kan.
Saat mereka hampir berhasil, hewan tanah yang tadi tenyata datang lagi, gelang yang ia telan ternyata mampu mendengar suara Boas dan dos ia datang lagi.
“Apa yang bisa aku bantu Tuan singa?” Mungkin seperti itu pernyataan hewan pengerat itu, pada dos.
Dos menghentikan tangannya dengan napas yang tersengal-sengal, ia menatap hewan yang mirip seperti tikus tanah itu dengan penuh harap.
“Boleh kamu kembalikan cincin ini ke tangan wanita yang di dalam peti di sana”
Tikus pintar itu mengangguk, ia mengambilnya dari tangan Boas dan ia melompat ke tubuh wanita yang berbaring, setelah terpasang dengan perlahan alat jebakan itu kembali ke tepat semula,
“Oh, jadi cincin itu tidak bisa di ambil, kita harus menghilangkan jejak, agar Shanam tidak mencurigai kita”
“Kita harus cepat keluar dari sini Tuan, saya merasa ada orang yang datang ke sini”
Suara desiran angin semakin terasa dari pintu masuk, mereka berdua tidak punya waktu untuk keluar, dan untungnya hewan pengerat membawa mereka ke lubang dinding, dan di sana mereka bersembunyi melihat siapa yang datang.
Ternyata Shanam datang dengan lelaki yang ia pilih jadi suaminya, lelaki yang sengaja ia pilih itu ternyata tubuh itulah yang dipinjam iblis itu mendapatkan Shanam,
“Kita benar-benar tertipu dengan wanita ini,” ujar Boas merasa kesal.
Mereka ingin melakukan ritual pernikahan di dalam goa itu, tepatnya di hadapan ibunya.
“Tuan, apa yang akan kita lakukan?” tanya dos ikut terlihat bingung.
“Ini satu keberuntungan, kita bisa menggagalkan ritual pernikahan bodoh ini”
Boas keluar dan menutup pintu keluar, mereka akan menangkap mahluk itu,
“Hentikan ini”
Paaak …!
Boas menendang lelaki yang sedang melakukan ritual penyatuan tubuh itu, jika iblis itu berhasil menikahi dan melakukan hubungan badan, dan mendapatkan batu kristal maka kekuatannya akan semakin besar.
“Apa yang kalian lakukan di sini? dari mana kalian tahu tempat ini? Teriak Shanam dengan kemarahan.
“Kamu diperalat dengan iblis ini, dia tidak akan bisa menghidupkan ibu kamu, dia hanya ingin mengambil batu kristal itu dan menikahimu agar kekuatannya sempurna”
__ADS_1
Shanam tidak percaya, “Kamu yang menginginkan batu itu, dia tidak” Ia menatap Boas dengan bengis.
“Aku mengatakan kebenaran padamu, jika kamu tidak percayalah silahkan, tetapi yang ada di tubuh lelaki ini hanya awan gelap, ia hanya iblis tanpa wujud dan meminjam tubuh lelaki yang menikahimu”
Otak Shanam sudah di rusak dan di pengaruhi, ia tidak percaya, ia malah menyerang Boas dengan kemarahan, Boas awalnya tidak mau menyakiti seorang wanita, tetapi semua ini demi kebaikan mereka berdua.
Kalau ritual penyatuan tubuh mereka sampai terjadi, itu artinya iblis itu akan kuat dan ia akan bisa bebas berkeliaran di planet itu tanpa meminjam tubuh manusia di planet itu. dan akan dengan mudah iblis itu mendapatkan batu.
Hal itulah yang ia pikirkan, maka saat Putri Shanam marah dan menyerangnya dengan tombak, ia juga mencabut pedangnya maka pertarungan pun terjadi di goa tersembunyi itu.
“Hiaaak!”
Buuuk ….
Satu hujaman mengenai lengan Boas, ia membalas tidak tanggung-tangung, ia menusuk perut Putri Shanam hingga,
mundur sempoyongan.
“Hiaaak ….!”
Jaaap ….
Tubuh wanita itu sempoyongan dan tergeletak dengan pakaian pengantinnya, benar saja, ia sama dengan Boas, keturunan campuran antara planet Themes dan bumi, cairan merah membanjiri pakaian pengantinnya.
Mahluk yang bersemayam dalam tubuh lelaki itu berteriak marah melihat calon pengantinnya terluka, ia menyerang dos dengan tombak.
Dos melawan dengan cakaran juga auman kemarahan, melihat Shanam terluka parah, Boas bukannya menolong , tetapi membiarkan Putri Shanam terluka, ia membantu dos menangkap lelaki yang dimasukin ruh jahat itu.
“Dos, habisi lelaki ini ini,,” pinta Boas dengan tegas,
“Ta-tapi Tuan, yang punya tubuh ini tidak bersalah”
Boas tidak punya pilihan lain, untuk bisa menangkap mahluk itu, ia harus membakar lelaki pemilik tubuh , Boas menggosok-gosokkan dua batu di dalam goa, hingga muncul percikan api, ia menikam punggung lelaki hingga mengeluarkan cairan, api kecil itu menyambar tubuhnya hingga api berkobar membakar tubuh tinggi itu dengan lahap.
“Aaaah … aaah!”
Teriakan keluar dari lelaki dan ia ingin ingin berlari ke kolam pengawet mayat.
Boas mengorbankan tangannya ikut terbakar demi menahan agar api itu tidak padam, lalu ia mengambil botol minum dari pinggangnya, tidak lama kemudian awan hitam keluar dari tubuh yang hampir hangus itu, Boas mengarahkan botolnya dan memasukan mahluk jahat itu ke dalam botol, si iblis akhirnya berhasil dikunci dalam botol.
__ADS_1
Bersambung ….