Masa Lalu itu...Kamu

Masa Lalu itu...Kamu
Episode 29


__ADS_3

       “Apa?”. Betapa terkejutnya Runa saat Melda mengatakan bahwa ada seseorang yang akan membantu perusahaan Ayahnya. Jadi ia tak perlu menikah dengan Darta.


     “Siapa orangnya Mel?”


Saat ditanya seperti itu Melda menjadi bingung harus mengatakan apa. Karena kalau Runa tau ia pasti akan menolak menerima bantuan ini.


“Mel?”


     “Tapi Runa, maaf.. Orang itu tidak mau menyebutkan identitasnya, yang pasti dia sangat baik.”


     “Setidaknya aku bisa berterimakasih karena dia mau membantu perusahaan Ayah. Ini semua perlu dana yang cukup besar Mel, kenapa dia mau membantuku? Dia benar - benar orang yang sangat baik  semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan untuknya. Amin..”. Melda juga turut mengaminkan doanya Runa.


     “Ya sudah, sekarang cepat kamu pergi temui Darta. Batalkan pernikahan ini. Lagian aku rasa, rasa cinta dan sayang kamu itu pasti sudah mulai memudar kan karna sikap Darta selama ini ke kamu?”


Runa tengah berpikir kembali. Dulu ia dan Darta sama – sama saling mencintai. Apakah Darta akan mengabulkan


permintaannya ini begitu saja?


     “Runa! Apalagi sih yang kamu pikirkan? Jangan bilang kalau kamu masih mencintai pria itu?”

__ADS_1


 Runa diam.


     “Jangan sampai rasa cinta kamu yang begitu tulus ini dimanfaatkan Darta sebagai kelemahan kamu. Yakinkan hatimu sekali lagi untuk meninggalkan pria itu Runa...”


Runa mengangguk tersenyum. Lantas ia bergegas pergi menemui Darta. Kini hatinya benar – benar yakin untuk


meninggalkan pria itu. Namun apa yang ia lihat saat ia ingin meninggalkan kafe itu.


Ia seperti mengenali sosok pria disudut ruangan disana bersama seorang perempuan. Dan mereka terlihat begitu


romantis. Perlahan ia menuju meja disana dan mulai mengenali suara khas pria itu.


Seketika itu juga Runa merasa jijik terhadap apa yang pernah Darta perlakukan padanya. Sentuhan itu, kecupan itu!


Cinta dan apalah itu, semuanya hanya palsu.


 Dengan nada yang agak bergetar Runa memberanikan dirinya untuk bicara dengan Darta. “Ternyata keputusan aku enggak salah mengambil keputusan ini. pernikahan kita batal! Aku sudah tau niat busuk kamu dibelakangku!”


Darta meraih tangan Runa ketika Runa ingin pergi. “Runa, ini enggak seperti apa yang kamu lihat. Aku bisa jelaskan semua”. Dengan cepat pula Runa menarik tangannya dari cengkraman Darta. Ia tak ingin tangan kotor Darta itu menyentuhnya lagi.

__ADS_1


     “Enggak usah repot – repot menjelaskan semuanya Darta. Tadi kamu sudah menjelaskannya ke Shelly dan aku


sudah mendengar semuanya dari mulut kamu sendiri. Percuma kamu buang – buang tenaga”


 Darta terdiam di tempatnya berdiri. Sedangkan Runa melangkahkan kakinya keluar meninggalkan Darta.


 “Heh, cewe blagu!”.


Langkah Runa terhenti mendengar ucapan Darta. Namun ia tak membalikkan badannya.


     “Kalau kamu enggak menikah denganku, aku yakin perusahaan kalian pasti bakal hancur! Cuman aku yang bisa


menyelamatkannya!”


 Kini Runa berpaling menatap Darta.


    “Sayangnya, Tuhan sudah mengirimkan orang yang sangat mulia untuk itu. Bukan orang yang busuk seperti kamu, yang cuma bisa memanfaatkan ketulusan cinta seseorang!”.


Setelah berkata seperti itu Runa segera pergi dari tempat itu. Ia tak ingin menumpahkan airmatanya untuk pria yang tak pantas ia tangisi.

__ADS_1


 ***


__ADS_2