
Sudah beberapa hari ini Runa tak pernah mendapat pesan atau panggilan dari Abay. Biasanya anak itu selalu meramaikan ponsel Runa. Untuk sekedar mengirimi emoticon atau hanya say hello. Tapi kenapa sekarang tak ada lagi. Runa tak ingin berfikir yang macam - macam, mungkin Abay sibuk dengan pekerjaannya. Runa berinisiatif untuk mengirimi Abay pesan singkat. Untuk beberapa saat tak juga ada balasannya. Runa mencoba untuk menelpon Abay tapi nomornya tidak aktif.
Sampai malam pun Runa mencoba untuk menghubungi Abay tapi nomornya tetap tak bisa dihubungi. Runa tak ingin curiga. Mungkin Abay ada dinas diluar kota dan tak sempat mengabarinya. Mungkin besok ia akan tanyakan langsung ke kantornya Abay.
Pagi - pagi sekali Runa bersiap. Ia akan ke kantornya Abay terlebih dahulu pagi ini. Walaupun terdengar aneh tapi ia tetap harus mencari tau kenapa Abay tak bisa dihubungi beberapa hari ini. Abay tak mungkin menghindari dirinya kan? Atas sebab dan alasan apa kalau sampai Abay benar - benar meninggalkannya. Disaat ia sudah merasa Tuhan mempersatukan dirinya kembali dengan pria yang sangat ia cintai dari dulu sampai saat ini.
"Permisi Mbak. Apa saya bisa bertemu dengan Pak Bayu Ranggasa?" kata Runa masih dengan nafas tersengal ke sekretaris saat tiba dikantornya Abay.
"Maaf Bu. Tapi Pak Bayu sudah tidak memimpin perusahaan ini lagi."
"Maksudnya?". Perasaan Runa sudah mulai tak enak.
"Iya, beberapa hari yang lalu beliau mengundurkan diri dari perusahaan ini.."
"Mengundurkan diri? Tapi kenapa?"
"Maaf untuk itu saya juga kurang tau Bu..".
"Apa kamu sekarang tau Pak Bayu kemana? Soalnya dari kemarin saya hubungi tapi enggak bisa.."
Sekretaris cantik itu menggeleng. Ia tak tahu apa - apa. Runa menjadi bingung apa yang terjadi sebenarnya dengan Abay. Nomornya tak bisa dihubungi bahkan ia juga mengundurkan diri dari perusahaan ini. Mungkin Runa akan ke rumahnya langsung. Semoga ia menemukan jawabannya disana.
__ADS_1
Sesampainya dirumah Abay pun Runa tak bisa menemukan jawaban apa - apa.
Pagarnya digembok tak ada satu orangpun disana. Runa mencoba menghubungi ke ponsel Abay berkali - kali tapi tetap sama nomornya tak bisa dihubungi. Siapa lagi orang yang bisa ia hubungi dan menanyakan keberadaan Abay saat ini. Mayra. Ya Mayra pasti tau dimana Abay. Dia kan kerabat Abay. Segera Runa menghubungi Mayra.
Nomornya aktif. Tapi Mayra tak menjawab panggilannya. Berkali - kali tapi tetap sama Mayra tak menjawab panggilannya.
Runa memutuskan untuk pulang ke rumah saja. Ia tak bisa bekerja dengan keadaan seperti ini. Pikirannya sedang kacau. Hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan baginya. Abay meninggalkannya dengan cara seperti ini.
Apa yang sudah Runa lakukan sehingga Abay tega berbuat seperti ini kepadanya. Baru saja beberapa hari yang lalu Abay terlihat sangat bahagia bersamanya. Kenapa mendadak berubah?
---
Melda khawatir dengan keadaan Runa. Ia memutuskan untuk menginap dirumah sahabatnya itu.
"Terima kasih..".
"Udah dong Na. Jangan gelisah gitu. Kita berpikir positif aja, siapa tau Abay memang pergi dinas keluar kota dan enggak sempat ngabarin kamu".
"Tapi kalau itu beneran terjadi enggak mungkin kan enggak ada satu orangpun dirumahnya. Masa satpam sama pembantunya juga ikut dia dinas, enggak kan?"
Melda akhirnya terdiam dan juga ikut berpikir. Membenarkan apa yang dikatakan Runa barusan.
__ADS_1
"Mel, pesankan tiket pesawat ke Jogja besok pagi. Cari jadwal terpagi. Cepetan!". Runa bergegas meraih kopernya.
"Kamu ada dinas ke sana? Kenapa aku enggak tau?"
"Bukan! Aku yakin Abay pasti pulang kesana".
Melda masih terheran.
"Kalau kamu enggak mau ikut, enggak apa - apa. Aku bisa berangkat sendiri!".
Dengan cepat Melda meraih ponselnya memesan tiket online untuknya dan Runa besok pagi ke Jogja.
"Iya - iya, aku ikut kamu. Aku enggak mau kamu sendirian dalam keadaan seperti ini..".
Runa tersenyum,"Terima kasih ya?"
"Ternyata seperti ini ya sebuah pengorbanan cinta sejati. Bela - belain ke sana demi mencari Abay. Iya kalau Abay ada di Jogja kalau ternyata dia enggak pulang ke Jogja, gimana?"
"Aku yakin sangat yakin pasti dia pulang ke sana. Aku harus tau jawabannya Mel, kenapa Abay pergi ninggalin aku gitu aja".
Melda bisa mengerti perasaan Runa. Di saat ia mulai membuka hatinya kembali untuk Abay, pria itu malah meninggalkan Runa tanpa alasan. Semoga besok akan baik - baik saja.
__ADS_1
***