
Pesta Shira sebenarnya sudah berakhir beberapa jam yang lalu. Namun Runa belum diperbolehkan pulang oleh Shira.
Dia merengek bahkan hampir menangis ketika Runa berpamitan pulang. Ibu dan Abay pun bahkan tak bisa merayu dan menenangkannya.
"Shira sayang....,Tante Runa pasti capek nemanin Shira hari ini. Tante Runa mau pulang istirahat dulu, ya?" pinta Abay merayunya.
Wajah Shira cemberut. "Kalau Tante Runa capek, Tante Runa bisa bobo disini. Sama aku. Yah?"
Abay tak menyangka anaknya akan meminta hal seperti itu.
Kini Ibu yang mencoba memberi pengertian untuk Shira. Tapi Shira malah berlari dan memeluk Runa.
Runa tersenyum dan meminta Shira untuk ke kamarnya terlebih dahulu. Sementara ia mengajak Arsan untuk keluar sebentar.
" Arsan, kamu enggak keberatan kan aku menemani Shira malam ini? Aku enggak tega liat dia merengek seperti itu terus"
Tak langsung mengiyakan Arsan menatap sejenak Runa yang berada dihadapannya ini.
Seolah tau apa yang sedang dipikirkan oleh Arsan, Runa mencoba meyakinkan Arsan kalau ia akan baik - baik saja nanti.
"Aku akan baik - baik aja. Kamu enggak usah khawatir"
Arsan mengangguk tersenyum. "Aku percaya sama kamu..."
Runa tersenyum. "Terima kasih ya?"
Runa meraih tangan Arsan dan menggenggamnya.
"Besok pagi aku jemput kamu disini. I love you..".
Arsan mengecup kening Runa.
"I love you too.."
Walau terbesit sedikit keraguan, namun Arsan tetap yakin dan percaya sepenuhnya dengan perempuan yang sangat ia cintai itu.
__ADS_1
Ya, sebelum Runa mengajaknya ke pesta Shira, Runa terlebih dahulu menceritakan tentang masa lalunya bersama Abay. Semua itu Runa lakukan karena ia sangat menghargai dan menyayangi Arsan. Runa tak ingin kisah kelam masa lalu akan menjadi kesalahpahaman nantinya.
Bukan tak percaya dengan Runa, Arsan hanya tak ingin Runa kembali terluka jika kembali berhadapan dengan masa lalunya itu. Tapi Arsan yakin, Runa mampu mengatasi dan menghadapinya.
Kisah cinta yang menyakitkan di masa lalu tak ingin sama sekali Runa ungkit. Tapi entah kenapa kehadiran Shira justru membawanya terpaksa memasuki keluarga ini kembali.
Shira sudah berganti dengan baju tidurnya di bantu oleh Nur. Ketika Runa masuk ke kamarnya, Shira tersenyum melompat kegirangan di atas tempat tidurnya.
"Yey, asik....asik.... Tante Runa bobo disini.. ye..yey..."
"Shira senang sayang?"
Shira mengangguk.
"Ya udah, sekarang Shira tidur yuk?"
Shira menggeleng. "Shira masih mau main Tante..."
"Shira belum ngantuk? Ini sudah jam berapa? Ya udah, kita main sebentar ya, setelah itu Shira harus langsung bobo. Ok?"
Gemasnya Shira membuat Runa juga lupa kalau ia adalah anak perempuan yang berhasil menikahi kekasihnya dulu. Shira benar - benar terlihat bahagia, ia tertawa dengan gemasnya.
Abay masuk dengan segelas susu ditangannya untuk Shira.
"Wah, anak Ayah belum tidur ya rupanya?"
"Shira lagi main Yah sama Tante Runa"
"Sudah seharian main, masih belum cukup juga ya? Pantesan suaranya Shira kedengaran sampai diluar. Ya udah, sekarang sudah malam waktunya Shira bobo..."
Shira akhirnya bangkit dan berjalan menuju Abay. Abay menggendong Shira menuju tempat tidurnya dan menyerahkan segelas susu itu untuk Shira.
Sementara itu Runa membereskan boneka dan mainan Shira yang berserakan di lantai.
"Oh, gelasnya bocor. Shira haus ya?" Abay terkekeh dengan tingkah gemesnya Shira.
__ADS_1
Abay kemudian mengambil buku dongeng dan siap membacakannya untuk Shira seperti yang ia lakukan setiap malam untuk Shira.
Ketika Abay bersiap membaca dongeng untuk Shira. Tiba - tiba anak itu menghentikannya.
"Tante Runa sini. Ayah mau bacain dongeng" Pinta Shira, membuat Runa kikuk.
Namun akhirnya ia menuruti kemauan anak itu.
Kini ia satu ranjang bersama Abay, walau ada Shira ditengah - tengah mereka tetap membuat Runa merasa canggung dengan keadaan seperti ini.
Shira memeluknya sambil terpejam sedangkan Abay masih membacakan dongeng untuknya. Sekilas terlintas bayangan keluarga harmonis dikepala Runa. Ia dan Abay bersama putri kecil mereka.
Dulu.
Walau sepertinya malam ini terjadi seperti yang ia impikan namun Runa tak berharap lagi untuk mewujudkan mimpi itu.
Entah bagaimana Shira bisa begitu menyayanginya padahal mereka tak mempunyai hubungan dan ikatan apa - apa. Atau mungkin Shira hanya merindukan sosok seorang ibu. Kasihan Shira, ia tak tau apa - apa kisah antara Runa dan Ayahnya dulu.
Runa sepertinya tak mampu menahan rasa kantuknya, walau sebenarnya ia tak ingin sampai tertidur di kamar Shira.
"....akhirnya raja dan ratu itu hidup bahagia bersama putri cantik mereka. Tamat....."
Abay tersenyum sendiri menyadari kalau sedari tadi rupanya Shira sudah tertidur bersama Runa disampingnya.
Dengan perlahan Abay menyelimuti Shira dan Runa.
Abay menatap sebentar pemandangan yang pasti tak akan terjadi lagi nanti. Momen yang sangat manis dimana ada Runa bersama putrinya tinggal di satu rumah bersamanya.
Abay tersenyum sendiri, namun ia sadar itu tak akan pernah menjadi nyata.
Di usapnya lembut rambut Shira yang terlelap tidur sambil memeluk Runa. Shira yang malang, kenapa kamu harus menyayangi Runa? Ayah takut kalau akhirnya nanti kamu kecewa kalau Tante Runa yang terlanjur kamu sayangi enggak akan pernah bisa jadi Ibumu. Batin Abay.
Abay mengecup kening Shira. Dan hanya menatap Runa sebentar. Lalu Abay pun kembali ke kamarnya sendiri.
***
__ADS_1