Masa Lalu itu...Kamu

Masa Lalu itu...Kamu
6


__ADS_3

"Melda? Kamu...Melda kan?" seseorang datang menghampiri Melda.



Runa berhenti mengunyah makanannya, tapi masih menunduk tak berani menoleh ke aumber suara yang membuat jantungnya tiba - tiba berdetak lebih cepat. Itu suara....Abay!



"I-iya.. Aku Melda, tapi kamu...kamu.. Aduuh.. Siapa sih? Aku lupa - lupa ingat.."



"Hayoo... Orang ganteng gini masih enggak ingat juga?"



"Aih! Abay? Iya kan? Kamu Abay? Bener nih... Kamu apa kabar?"



"Baik kok. Kamu gimana juga kabarnya? Tambah makmur aja nih kayanya.."



"Ih, kamu nih ternyata enggak pernah berubah ya?"



Abay tersenyum sambil melirik ke arah Runa yang masih tertunduk, ia tau kalau itu adalah Runa.



"Aduuh, lupa!" sesaat kemudian Melda berbisik sesuatu ke Runa, kemudian Runa berbalik ke arah dimana Abay berdiri masih agak tertunduk, tak ingin langsung menatap lelaki yang sangat ia rindukan itu.



"Bay, kenalin ini sahabat sekaligus teman, dan atasanku dikantor.."


Abay mengulurkan tangannya ke Runa, agak ragu namun tetap disambut Runa, semoga ia tak nampak seperti salah tingkah. Keduanya saling berkenalan seperti tak pernah bertemu sebelumnya. Dan Abay terus saja tersenyum ke arah Runa, entah senyum apa itu.



"Na, ini Abay teman aku waktu kuliah dulu. Asal kamu tau ya, Abay ini orangnya humoris abis, ada - ada aja yang bisa buat kamu ketawa.. " Melda menceritakan tentang Abay yang sebenarnya sudah diketahui oleh Runa. Runa hanya tersenyum sesekali melirik Abay, dan ketika Abay melirik ke arahnya, ia langsung membuang mukanya ke arah lain.



"Kamu nih bisa aja. Ohya, aku ganggu kalian enggak nih?"



"Enggak sama sekali tau, lagian ini masih jam makan siang juga kan? Kamu sendiri habis ngapain disini? Emang biasa makan siang disini juga?"


__ADS_1


"Enggak sering juga sih.. Cuman tadi kebetulan lewat daerah sini terus sekalian aja makan siang bareng teman - teman kantor juga.."



Melda mengangguk - angguk. Keduanya untuk beberapa saat saling bertanya satu sama lain tentang kabar, pekerjaan bahkan pasangan. Maklum waktu itu mereka berteman dekat, setelah hampir 2 tahun ini barulah bertemu lagi. Runa hanya diam menyimak keduanya. Tak tau juga harus mengatakan apa.



"Mel, kamu udah merried belum? Teman - teman yang lain malah udah ada yang punya anak satu, dua.. Kamu kapan?" tanya Abay yakin.



"Emangnya kamu udah?" Melda balik bertanya.


Runa sangat ingin mendengar jawaban dari Abay, apakah ia sudah menikah? Tapi kalau dia mengatakan belum menikah kan, bohong banget secara beberapa waktu lalu dia bersama anak kecil, pasti itu anaknya.



"Kasih tau enggak ya?" Abay menggoda Melda.



"Ya iyalah, kenapa? Enggak boleh?"



"Belum, makanya cariin dong Mel..." kata Abay tersenyum.




Abay tersentak. Apa Melda akan mencomblangkan dia dengan Runa. Begitu pun sebaliknya Runa berpikir akankah yang dimaksud Melda itu adalah dirinya.



"Sama aku aja tau... Ngapain harus nyari - nyari lagi. Ya kan?"



Abay terkekeh dan Runa tersenyum kecut dan menghembuskan nafas lega. Untunglah ternyata bukan dirinya.



Kemudian dengan berani Melda meminta ponsel Abay, saat ditanya untuk apa Melda cuma bilang mau menyimpan nomornya sendiri diponsel Abay. Abay hanya menggeleng - gelengkan kepalanya tersenyum.



"Oh ya, Mba yang ini enggak sekalian mau minta nomor saya? Rugi loh Mba kalau menyia - nyiakan kesempatan untuk berkenalan lebih sama orang ganteng.." kata Abay dengan senyum menggoda Runa.



"Enggak Mas, makasih. Saya udah bosan sama orang ganteng.."

__ADS_1



Melda dan Abay tertawa hampir bersamaan mendengar celetuk Runa.



Abay tersenyum. "Kayanya aku harus balik ke kantor lagi deh. Enggak apa - apakan? Aku duluan ya? Bye Mel.. Bye Runa.."



Runa dan Melda mengangguk hampir bersamaan. "Hati - hati dijalan, jangan mikirin aku terus... Hahaha" canda Melda seiring berlalu Abay dengan senyumnya.



Dan ketika Runa dan Melda ingin kembali ke kantor, Runa menerima pesan masuk dari.... Abay?



From : Bau


See, mukamu merona?..Why?😏



Apaan? Masa iya mukaku jadi malu gara - gara ketemu dia sih? Apa sebegitu nampaknya kah mukaku yang malu? Dasar Abay nyebelin! Runa terus menggerutu dalam hati sambil mengetik pesannya untuk Abay.



Reply : Bau


Nothing!😒



"Na, pesan dari siapa sih? Kok mukanya gitu?" tanya Melda ketika mereka sudah berjalan keluar resto.



"Enggak apa - apa, cuman orang iseng. Ya udah yuk, balik kantor lagi.."



Setelahnya tak ada balasan lagi dari Abay, pasti dia sekarang sedang menyetir. Runa memperhatikan Melda yang berjalan disampingnya dengan senyum yang terus mengembang.



"Kayanya kamu lagi happy banget Mel? Kenapa?"



Bukannya langsung menjawab pertanyaan Runa, Melda malah semakin melebarkan senyumannya. "Enggak tau kenapa, pokoknya aku sekarang bahagiaaaaaaaa banget..." kemudian Melda memeluk sesaat Runa. Dan mereka melanjutkan langkah ke kantor.


***

__ADS_1



__ADS_2