
Ponsel Abay berdering. Entah sudah berapa lama, Abay terbangun dari tidurnya. Dilihatnya jam di dinding kamarnya, masih pukul enam pagi. Disipitkannya matanya ke arah layar ponselnya yang berkedip. Melda? Ngapain nih anak nelpon sepagi ini?
"Iya hallo Mel.. Ada apa?" tanya Abay masih dengan mata terpejam karena masih dalam keadaan ngantuk.
"Lama banget sih angkatnya, masih tidur ya tadi? Aduuh...maaf banget jadi ngebangunin loe.."
"Enggak apa - apa.. Udah terlanjur juga, ada apa sih?"
"Mmm.. Enggak ada apa - apa juga sih sebenernya, cuman pengen nelpon loe aja. Kangen pengen denger suara loe.." katanya polos.
Abay menghela nafas panjang, astaga. "Oo..gitu. ya udah gue mau siap - siap ngantor dulu ya? Makasih udah dibangunin ya? Bye Melda..."
Abay langsung menutup sambungannya dan menghela nafas panjang. Semenjak ketemu di restoran tempo hari sikap Melda tiba - tiba jadi aneh begini. Ia lebih sering menghubungi Abay untuk sekedar say hello kaya barusan. Dan Abay mencoba bersikap biasa dan tak ingin Melda menyalahartikan sikap Abay nantinya.
Jadi keingetan Runa, apa kabarnya ya itu anak semenjak dari restoran tempo hari? Dengan sigap ia mencari kontak Runa yang ia ubah menjadi 'Jelek' -panggilan sayangnya dulu ke Runa-. Ia seperti saat pertama kali merasakan jatuh cinta ke perempuan itu. Begitu semangat, begitu antusias.
To : Jelek
Bgun ms.iler..๐ด๐ด๐
Terkirim.
Abay tersenyum puas sendiri. Membayangkan wajah Runa yang pasti manyun ketika membaca pesan darinya. Ditinggalkannya ponselnya diatas ranjang dan ia pun pergi mandi bersiap - siap ke kantor.
Setelah selesai mandi bergegas Abay menuju ranjangnya dan menatap ponselnya apakah Runa sudah membalas pesan darinya? Ternyata belum.. Ada sedikit kecewa, tapi Abay tetap berfikir positif siapa tau Runa lagi sibuk.
Ia melanjutkan memasang pakaian kantornya. Sampai ia turun untuk sarapan pun Runa masih belum membalas pesannya. Apakah Runa memang sengaja tak membalas pesannya karena takut dicurigai suaminya? Ya, mungkin itu kemungkinan besarnya sekarang. Ya sudahlah...
"Kia belum bangun Dita?" tanya Abay ketika mendapati rumah masih sepi. Biasanya celotehan anak itu sudah memenuhi rumah ini kalau ia bangun.
__ADS_1
"Belum Mas.. Masih tidur.." kata Dita sambil menyiapkan sarapan untuk Abay.
"Ibu sama Ayah mana? Udah sarapan?"
"Tadi sih aku liat didepan Mas. Menghirup udara pagi kali..."
Abay mengangguk paham, sambil tetap menyuapi makanannya.
Ponselnya bergetar. Dengan cepat ia membuka inboxnya, siapa tau ini pesan balasan dari Runa.
From : Jelek
Udah dr td mr.iler๐
Slmt srapan..๐
Tanpa ia sadari ia tersenyum sendiri membaca pesan dari Runa.
Abay tak memperdulikan Dita yang penasaran dengannya. Ia membalas pesan Runa.
Reply : Jelek
Kok tau lg srapan?
Setelah yakin pesannya terkirim barulah ia merespon Dita.
"Kenapa Dit? Tadi ngomong apaan? Maaf..."
Dita menggeleng - gelengkan kepalanya,"Lagi jatuh cinta ya?"
Bukannya mengulang pertanyaannya sendiri Dita malah bertanya lagi. Yang ditanya hanya tersenyum bahagia sendiri.
__ADS_1
"Kenalin dong Mas cewenya? Masa bahagia sendiri gak bagi - bagi.."
"Enggak ada Dit. Mana ada Mas punya cewe. Itu..temen..." kata Abay dengan sisa suapan terakhir dipiringnya.
"Temen apa demen....?" Dita terus mengintrogasinya.
"Temen..." katanya kemudian meminum segelas jusnya. "Temen lama.." katanya tersenyum simpul ke arah Dita.
Dita terdiam tak ingin bertanya lagi. Apa mungkin temen lama yang dimaksud Mas Abay itu, cewenya dulu pas masih kuliah itu? Dita hanya bisa bertanya sendiri didalam hatinya. Dita hanya tau nama dan fotonya doang saat itu, tanpa sempat bertemu secara langsung.
Karena yang ia tau, hanya perempuan itu yang membuat Mas-nya itu bahagia seperti saat sekarang ini.
"Ya udah, Mas berangkat ya? Salam buat Kia.."
Dita mengangguk dan mencium lengan punggung kakaknya itu. Abay berlalu menuju pintu depan menemui Ibu dan Ayahnya.
"Bu, aku berangkat ke kantor dulu ya? Yah.." Abay menyalami satu per satu tangan orang tuanya.
"Hati - hati ya Nak, jangan ngebut - ngebut di jalan.." pesan Ibunya.
Abay tersenyum kemudian masuk ke mobilnya dan berlalu menyusuri jalanan.
Kembali Abay mengecek ponselnya namun belum juga dibalas oleh Runa. Ia terus tersenyum karena bayangan Runa kini selalu ada dipikirannya.
Ponselnya kembali bergetar.
From : Jelek
Ga usah byk tnya. Just my
feeling๐
Hti2 djln, smgt bkrja๐
__ADS_1
Abay terus tersenyum. Ini merupakan vitamin baginya di pagi hari ini. Ia begitu semangat. Ia seperti menemukan hatinya yang dulu pernah hilang.