
Sudah dua hari ini Runa belum juga diketahui keberadaannya. Semua orang sangat mengkhawatirkannya. Namun akhirnya Melda mencurigai satu orang, Darta. Darta pasti yang menyembunyikan Runa karena Runa sudah membatalkan pernikahan mereka tempo hari.
“Heh! Dimana kamu sembunyikan Runa?” tanya Melda kesal saat menemui Darta di ruangannya.
“Maksud kamu apa? Lagian datang tanpa mengetuk pintu dulu. Itu sangat tidak sopan”
Melda menceritakan kejadian yang menimpa Runa. Dan sampai saat ini Runa belum juga ditemukan. Darta memasanng wajah kebingungan. Dia mengaku tak tahu menahu tentang menghilangnya Runa. Bahkan setelah Runa membatalkan pernikahan mereka tempo hari ia tak pernah lagi bertemu dengan Runa.
“Lagian, kenapa kamu masih pede aja masuk ke kantor? Bukannya kamu sudah enggak berhak lagi untuk berada dikantor ini?”. Pertanyaan Melda yang terkesan mengolok Darta membuat Darta geram.
“Kamu siapa berani – beraninya menggertak aku seperti itu, heh?! Kamu itu hanya bawahan dikantor ini, sama sekali enggak pantas untuk bicara seperti itu dengan atasan kamu. Jangan pikir karena kamu berteman dengan Runa, kamu jadi berlagak seperti bos. Sekarang kamu saya pecat!”
Bukannya merasa takut dengan perkataan Darta, Melda malah menertawainya. Dan menyerahkan sebuah amplop untuk Darta. Walau enggan Darta tetap membuka dan membaca isi amplop itu. Wajahnya seketika memerah karena marah dan menatap Melda tajam.
“Kalian enggak bisa seenaknya begitu saja sama aku? Aku enggak bisa disingkirkan begitu saja!”
“Didalam surat itu sudah sangat jelas Pak Darta. Anda dikeluarkan dari perusahaan ini. kalau Anda bersikeras seperti ini dipastikan Anda akan berurusan dengan pihak yang berwajib. Mau?”. Melda menahan tawanya melihat raut wajah Darta yang kesal. Perusahaan sudah memecatnya, Runa bahkan sudah menandatangani surat persetujuan itu sebelum hari dimana ia menghilang.
“Awas kalian! Lihat aja, aku pasti akan membalas perbuatan kalian ini!”. Dengan menahan malunya, Darta mengemasi barang – barangnya lantas pergi dengan cepat.
__ADS_1
Melda merasa puas, akhirnya Darta keluar dari perusahaan ini. Tapi Runa tak
bersamanya saat ini untuk merayakan kepergian Darta. Semoga saat ini Runa dalam
keadaan baik – baik saja dan segera cepat ditemukan.
***
Pihak kepolisian menghubungi Abay tengah malam ini mengabarkan bahwa mereka berhasil menyelamatkan Runa dari sebuah pabrik kosong yang terbakar. Dengan cepat Abay meraih kunci mobilnya dan menuju tempat kejadian.
Sesampainya disana para pemadam kebakaran berusaha memadamkan api. Mereka juga berusaha masuk menyelamatkan Runa yang sudah pingsan, keadaan api semakin membesar. Tanpa berpikir panjang Abay menerobos api lalu merangkul Runa yang pingsan keluar dari pabrik itu. Mobil ambulan membawa mereka ke rumah sakit terdekat. Sepanjang perjalanan Abay terus memeluk Runa yang masih tak sadarkan diri.
Keesokan paginya Runa tersadar, ia masih berada di rumah sakit. Siapa pria yang ada ditepi ranjangnya ini? Runa tak bisa melihat wajahnya. Saat ia mengarah ke sofa, disana ada Gevan yang masih tidur. Siapa pria ini? Tangan Runa mencoba meraih rambut pria itu, tapi sebelum Runa menggapainya pria itu tersadar dari bangunnya.
“Abay? Sejak kapan kamu disini?”
“Syukurlah kamu sadar juga Runa. Semalam aku sama Gevan berhasil menyelamatkan kamu dari pabrik yang terbakar..”.
Runa ingat ia disekap di pabrik kosong itu berhari – hari. Entah siapa orang yang ingin sekali melenyapkannya ini. Bahkan ingin membakar seseorang hidup – hidup.
__ADS_1
“Sekarang kamu makan dulu ya? Kamu harus mempunyai tenaga yang banyak, supaya kesehatan
kamu pulih”. Abay mengambil semangkuk bubur dari meja kecil disamping ranjang Runa.
Runa menahan lengan Abay yang ingin menyuapinya dan menggeleng. “Kamu harus segera
sembuh Runa. Jangan menolak seperti ini..”.
Runa tersenyum,”Kamu juga harus memperhatikan kesehatan kamu Bay, mending kamu aja
yang makan sarapan itu”.
Abay tersenyum,”Aku nanti gampang, enggak usah mikirin
aku”. Abay menyuapi Runa, dan kali ini Runa tak menolaknya.
Abay sangat bersyukur dalam hatinya karena Runa dalam keadaan baik - baik saja. Dan kini ia pun tak menolak keberadaannya Abay. Semoga ini adalah jalan awal memulai kembali kisahnya bersama Runa.
***
__ADS_1