
Ponsel Runa berdering.
Arsan.
Ia pasti sudah ada dibutik. Runa menerima panggilan Arsan diluar kamar Shira.
"Shira, sebentar ya sayang tante terima telpon dulu. Kamu makan sama Mba Nur lagi ya?". Shira mengangguk tersenyum.
Tak berapa lama kemudian.
"Shira.... Shira sayang.." Abay masuk ke kamar Shira panik dan disusul oleh Ibu dibelakangnya.
"Shira, Eyang khawatir sama kamu, kamu enggak apa - apa?"
Shira tersenyum membuat Abay juga tersenyum lega.
"Shira enggak apa - apa Eyang. Ayah juga enggak usah nangis gitu..." tangan kecil Shira mengusap airmata Abay yang menetes.
"Shira kuat kok berkat tante Runa..."
Ibu termasuk Abay pasti tak salah dengar Shira menyebut nama, Runa? Abay menoleh ke arah Nur mencari penjelasan dari Nur. Nur memberitahukan kalau memang ada seorang perempuan bernama Runa yang menyelamatkan Shira dan membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1
Apa Runa yang dimaksud Shira adalah Runanya dulu? Tapi segera ia menepis pikiran itu. Ini pasti Runa yang lainnya.
"Shira, kamu sudah selesai makannya sayang?". Runa masuk tanpa mengetahui keberadaan Ibu dan Abay yang sudah bersama Shira didalam sejak tadi.
Persendian Runa melemah. Seketika ia tak mampu menopang tubuhnya untuk tetap berdiri.
Abay?
Ini Abay dan Ibu. Ia tak mungkin salah mengenali Ibu. Dulu ia sangat akrab dan sangat menyayangi Ibu. Ibu juga tak kalah terkejutnya.
"Runa? Kamu benar Runa kan?" tanya Ibu meyakinkan dan berjalan perlahan ke arah Runa. Meraih wajah Runa dan memeluknya. Runa tak percaya ia bertemu kembali dengan Ibu.
Abay yang menatapnya tak percaya seperti tak mampu menahan rasa harunya menyaksikan Ibu dan Runa.
Beberapa tahun yang lalu Abay pergi tanpa memberitahukan Runa. Abay sengaja untuk tidak memberitahukan kepergiannya untuk menikahi Mayra. Bukan karena Mayra, tapi demi Ibu.
Kalau Runa tau, Runa pasti akan merasa sangat sakit hati.Tapi hari ini ia pasti lebih sakit hati mengetahui kalau Shira adalah anak Abay dan Mayra.
"Tante Runa....." Shira memanggil Runa dengan suaranya yang menggemaskan.
Dengan cepat Runa menghapus airmatanya dan berjalan menghampiri Shira. "Ada apa Shira?"
__ADS_1
"Kenapa tante menangis?". Shira menghapus sisa airmata Runa dengan tangan kecilnya.
Apa yang harusnya Runa rasakan sekarang? Apakah ia harus senang bertemu kembali dengan keluarga ini? Atau ia harus bertambah sakit hati ternyata Abay dan Mayra sudah memiliki Shira. Tapi melihat Shira yang sudah kehilangan Ibunya sejak kecil membuat Runa sedih.
"Tante enggak apa - apa sayang. Tante malah senang karena Shira sudah ditemani sama Eyang dan Ayah. Kalau gitu tante pulang dulu ya?"
Shira menggeleng dan hampir menangis, "Tante jangan pulang... Tante disini aja temanin Shira..".
Sebenarnya Runa sudah tak sanggup berlama - lama disini. Harus kembali melihat Abay dan menatap wajah Shira yang memiliki paras cantik seperti Mayra. Runa menatap ke arah Abay yang hanya diam menatapnya juga.
"Shira sayang, sebentar ya Ayah harus bicara sebentar sama tante Runa..".
Abay mengajak Runa ke luar ruangan Shira.
"Terima kasih karena kamu sudah menyelamatkan Shira"
Runa tak berani menatap wajah itu. Karena takut rasa sakit hatinya akan bertambah.
Dulu, ia juga pernah menyelamatkan Kia dan akhirnya bertemu dengan Abay. Dan sekarang ia juga menyelamatkan Shira dan bertemu kembali dengan Abay.
Kenapa Abay membuat hidupnya seperti roller coaster? Naik turun tak karuan. Datang dan pergi begitu saja.
__ADS_1