Masa Lalu itu...Kamu

Masa Lalu itu...Kamu
33


__ADS_3

Pagi ini Runa bangun dari tidurnya dengan perasaan bahagia. Entah kenapa bayangan Abay tiba - tiba muncul di otaknya. Bagaimanapun juga Abay pernah mengisi hidupnya dulu. Dan perasaan itu masih ada sampai saat ini. Apalagi beberapa waktu yang lalu Abay sudah menyelamatkannya dari kebakaran pabrik kosong itu. Runa bahkan belum sempat mengucapkan terima kasih.


Hari ini ia berniat untuk mengajak Abay makan siang di luar. Diraihnya ponsel yang tergeletak disamping tempat tidurnya. Mencari nama Abay dan menekan tombol panggilan. Beberapa saat ia menunggu dengan deg - degan. Sekali dua kali panggilan tapi Abay tak menjawab panggilannya. Mungkin Abay masih tidur pikir Runa. Ia memutukan untuk mengirimi Abay pesan singkat saja. Sambil tersenyum sendiri ia menulis pesan singkat untuk Abay. Runa kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas mandi.


---


Abay terbangun karena ponselnya yang berdering. Belum sempat ia meraih ponselnya karena ia tersadar ia berada di kamar Mayra. Segera ia menoleh ke sampingnya tapi Mayra tak ada disini. Tapi ia baru menyadari kalau ia tak mengenakan pakaiannya. Dibukanya segera selimut yang membalun tubuhnya. Ia hanya mengenakan dalaman celana pendek. Astaga apa yang terjadi? Seketika kepalanya menjadi pusing. Ia berada dikamar Mayra semalaman dalam keadaan seperti ini?


Ponselnya berdering lagi. Diraihnya ponselnya, layar berkedip disana menampilkan nama Runa. Ia tak bisa menjawab panggilan Runa saat ini. Pikirannya sedang kacau memikirkan semua kemungkinan yang terjadi semalam antara dirinya dan Mayra. Sebuah pesan singkat masuk dari Runa. Runa mengajaknya makan siang bersama sebagai rasa terima kasihnya karena sudah menyelamatkannya tempo hari. Abay pasti bersedia melakukan apapun untuk Runa karena ia sangat mencintai Runa.


Apapun yang terjadi antara ia dan Mayra, Abay harus segera menyelesaikannya. Ketika Abay ingin bangkit mencari Mayra, perempuan itu datang dengan nampan ditangannya berisi sarapan untuk Abay.


"Pagi sayang...." sapanya lembut ke Abay kemudian meletakkan nampan itu diatas ranjang tepat didepan Abay.


"Jaga ucapan kamu Mayra...".

__ADS_1


Mayra hanya tersenyum. "Lebih baik kamu sarapan dulu ya? Aku mau nyiapin air panas buat kamu mandi..".


"May, apa yang terjadi semalam? Apa yang kamu lakukan semalam? Kamu bukan seperti kamu, kamu minum minuman beralkohol. Sejak kapan?"


"Itu sudah enggak penting, yang terpenting sekarang aku tau kalau kamu mencintaiku.."


"Apa?"


Mayra mendekat dan duduk disamping Abay yang masih berada diranjangnya.


"Kamu sendiri yang bilang kalau kamu sangat mencintaiku, dan kamu sudah membuktikannya semalam..".


"Kamu jangan mengada - ada Mayra! Aku masih sadar saat aku membawamu masuk ke dalam. Dan setelah itu tidak terjadi apa - apa antara kita.."


"Mungkin kamu masih terkejut dengan semua ini. Enggak apa - apa kok. Aku mengerti. Aku yang salah sudah menyusahkan kamu selama ini. Lagipula bagaimana bisa hanya ada dua orang yang berlawanan jenis ada dalam satu rumah. Dan hanya ada mereka berdua, apapun bisa terjadi. Termasuk apa yang sudah terjadi antara kita semalam.."

__ADS_1


Apa yang dikatakan Mayra ada benarnya. Tapi apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Mayra semalam Abay masih tak bisa mempercayainya. Kini hidupnya hancur ia benar - benar tak bisa kembali bersama Runa lagi. Tapi masa depan Mayra juga akan hancur kalau keluarganya tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Selama ini Abay sudah berjanji ke Ibunya untuk menjaga dan mengawasi Mayra selama berada disini. Tapi justru sekarang ia malah menghancurkannya. Abay akan bertanggungjawab atas apa yang ia lakukan. Walaupun ia harus mengorbankannya hatinya sendiri.


Mayra menunduk sendu. "Terserah kalau kamu masih enggak percaya. Mungkin aku harus kembali pulang ke Jogja dan entah apa yang akan aku katakan ke Ibu sama Bapak nanti.."


Abay menghembuskan nafasnya panjang,"Jangan May!".


Mayra menoleh tak percaya Abay menahannya?


"Kamu jangan pulang sendiri ke sana. Aku sendiri yang akan mengantar kamu pulang, aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan. Kamu tenang ya?"


Mayra tersenyum dan mendekat lantas memeluk Abay bahagia. Abay yang dipeluk hanya terdiam. Kisah cintanya bersama Runa harus berakhir seperti ini.


Di dorongnya perlahan tubuh Mayra menjauh. "Aku akan pergi sebentar, ada hal yang harus aku selesaikan". Tanpa menunggu respon Mayra, Abay langsung pergi.

__ADS_1


Mayra tersenyum bahagia. Akhirnya ia bisa memiliki Abay seutuhnya karena sebentar lagi Abay akan menikahinya. Kalau caranya semudah ini untuk memiliki Abay kenapa tidak dari dulu saja ia melakukan hal ini. Tanpa harus membuang waktu sia - sia dengan melenyapkan Runa. Ia terus tersenyum bahagia.


***


__ADS_2