Masa Lalu itu...Kamu

Masa Lalu itu...Kamu
46


__ADS_3

Dalam dua sampai tiga bulan ke depan Arsan dan Runa akan segera menikah. Mereka sudah sangat sibuk mempersiapkan segalanya. Mereka berdua sepakat untuk mengadakan pesta yang sederhana. Mengusung tema back to nature, pernikahan impian Runa outdoors di sebuah taman hijau.


Hari ini Runa dan Arsan akan fitting baju yang akan mereka kenakan nanti di akad nikah dan resepsi. Karena jarak dari kantor ke butik tidak terlalu jauh dan searah, Runa memutuskan untuk berangkat dari kantor saja. Sedangkan Arsan akan menyusul nanti.


Runa memutuskan untuk membeli air mineral di sebuah minimarket dekat taman kota. Namun ketika ia menuju parkiran ia melihat seorang anak kecil yang berlari ke tengah jalan dibelakangnya seperti pengasuhnya yang berusaha mengejar anak kecil itu. Namun ada sebuah mobil yang melaju lumayan kencang. Si pengasuh pasti tak akan sempat mengejar anak kecil itu.


Runa berusaha lari mengejar anak kecil tadi, ia sempat memeluk anak kecil itu ke tepi jalan sebelum sempat mobil menabrak mereka berdua. Runa hanya mengalami luka kecil ditangannya sedangkan anak kecil tadi pingsan.


"Non Shira?". Pengasuh itu panik dengan keadaan anak kecil yang ternyata bernama Shira itu.


"Bu... Ibu enggak apa - apa? Ibu juga luka..".


"Aku enggak apa - apa. Kita bawa dia ke rumah sakit dulu..".


Pengasuh itu lalu menggendong Shira yang pingsan ke dalam mobil Runa. Walau agak sakit Runa masih tetap bisa menyetir sendiri dengan perlahan. Bagaimanapun juga anak kecil itu harus segera diselamatkan.

__ADS_1


"Non Shira.... Bangun Non... Mba pasti dipecat karena ini....". Pengasuh itu benar - benar panik, takut semuanya seperti tak karuan.


"Maaf sebelumnya, orang tua Shira mana?"


Pengasuh itu lalu menceritakan semua, kalau Shira tinggal bersama Ayah dan Neneknya. Ibunya sudah meninggal karena suatu penyakit. Tadi ia dan Shira pergi ke taman dekat rumah untuk bermain sambil memberi Shira makan.


Runa menatap wajah Shira yang pingsan. Shira masih berumur 3 tahun, tapi ia sudah tidak mempunyai seorang Ibu. Pasti berat untuk Ayahnya bekerja sambil memikirkan anaknya.


"Saya benar - benar takut Bu, pasti Bapak akan memecat saya.."


"Kamu yang sabar ya? Lagian ini murni kecelakaan, semoga majikan kamu mengerti..."


"Bu, Ibu juga harus segera diobatin lukanya, Ibu juga terluka.." kata Mba pengasuh bernama Nur itu.


Runa baru merasakan sakitnya sekarang. Akhirnya ia juga masuk ke UGD bersama Shira. Runa terus mengamati Shira yang tengah diperiksa oleh dokter sementara dirinya juga tengah dibersihkan lukanya oleh suster. Runa berharap Shira cepat sadar dan tak terjadi apa - apa padanya.

__ADS_1


Shira sudah dipindahkan ke ruang inap namun ia masih juga belum sadar. Runa masih belum tenang ia terus berada disamping Shira entah kenapa ia tak tega melihat anak kecil ini.


"Mah...Mamah..." Shira membuka matanya perlahan. Runa mendekatkan wajahhnya mendengar suara lirih Shira memanggil Ibunya.


Runa meraih wajah Shira mengusapnya perlahan, "Shira sayang....."


"Mamah?"


Runa tersentak namun seketika itu juga hatinya perih melihat Shira seperti ini. Ia pasti merindukan Ibunya.


"Sayang, kamu enggak apa - apa? Kamu sudah merasa baikan?"


"Tante...., tante siapa?". Ia kemudian menoleh ke arah Nur yang ada disampingnya.


Nur memberitahukan kalau Runa yang menyelamatkan Shira tadi.

__ADS_1


"Sekarang, Tante Runa suapin kamu makan ya? Supaya kamu cepat sembuh dan bisa main lagi...". Shira mengangguk.


Runa menyuapi Shira sambil bercerita. Sesekali Shira tersenyum, bahkan tertawa.


__ADS_2